Latmil TNI Subang 1949

Foto Kemerdekaan: Foto-Foto Perjuangan Perang Kemerdekaan 1945 – 1949 – HobbyMiliter.com – Kali ini, HobbyMiliter mempersembahkan beberapa foto foto perjuangan kemerdekaan Indonesia yang diambil di jaman Perang Kemerdekaan 1945-1949. Di masa ini para pejuang berjuang mempertahankan kemerdekaan yang baru seumur jagung dari rongrongan penjajah yang mau merebut kembali daerah jajahannya dan bahkan juga, pemberontak bangsa sendiri. Beberapa foto kemerdekaan mungkin agak terlalu kejam sehingga bisa jadi termasuk kategori Not Safe For Work.

Dari foto foto kemerdekaan Indonesia berikut kita bisa mengambil hikmah bahwa kemerdekaan yang kita rasakan saat ini, direbut dan dipertahankan dengan darah, dengan tidak cuma cuma. Karena itu mari kita hargai jasa para pahlawan kita dengan membangun negeri ini!

Slamet Rijadi, Foto KemerdekaanFoto Penandatanganan penyerahan kota Solo dan Pacitan dari Belanda ke pasukan Republik di Stadion Solo 12 November 1949. Belanda diwakili oleh Kolonel van Ohl dan Republik Indonesia diwakili oleh Letnan Kolonel Slamet Rijadi. Tampak Mayor Jendral Mollinger dibelakang keduanya. Letkol Slamet Rijadi sebelumnya memimpin perjuangan kemerdekaan indonesia dalam Serangan Umum Surakarta melawan pasukan Kol. Van Ohl, 7-10 Agustus 1949.

Latihan TNI di Subang 1947, Foto KemerdekaanFoto Latihan militer TNI di Subang, 1947. Pasca kemerdekaan, untuk melanjutkan perjuangan TNI melaksanakan reorganisasi dan juga latihan latihan militer. Tampak diujung jalan, pabrik gula yang sekarang menjadi RNI, dan rel lori tebu di samping jalan.

BACA JUGA :  Video Latihan Menembak Tank PT-76M Marinir

Laskar Kemerdekaan Cirebon, 1947 - perang kemerdekaanFoto Pejuang Anggota Laskar Kemerdekaan, Cirebon 1947. Di seluruh Indonesia, rakyat membentuk laskar laskar kerakyatan, untuk melakukan perjuangan, yang kemudian memperoleh senjata dengan berbagai cara, membeli dari pasar gelap, merampas senjata eks jepang hingga bahkan merakit sendiri. Laskar laskar kerakyatan ini yang kemudian dilebur bersama BKR menjadi TNI.

Latmil TNI Subang 1949 - perang kemerdekaanFoto Pejuang TNI sedang melakukan latihan militer di Subang, 1949. Tampak seragam TNI saat itu masih belum menggunakan standard issue, begitu juga senjatanya, masih belum seragam. Di tengah keterbatasan, hanya semangat juang yang membuat mereka melakukan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Latmil Subang foto kemerdekaan indonesiaFoto Pejuang TNI sedang melakukan latihan militer di Subang, 1949. Sebagai anggota militer, berbagai taktik penyerangan bersenjata, tetap dipelajari. Tampak anggota TNI sedang melakukan latihan teknik penghadangan/ambush.

Pasukan TNI Tank - foto kemerdekaan indonesiaFoto Pasukan Republik Indonesia dengan tank Vickers Carden-Loyd, 29 Januari 1946. Tank ini direbut tentara Republik dari pasukan Jepang, yang sebelumnya merampas tank mini ini dari KNIL beberapa tahun sebelumnya.

PKI MadiunFoto Interogasi terhadap pelaku pemberontakan PKI di Madiun, medio akhir 1948. Di tengah jepitan serangan tentara belanda ke wilayah Republik, Republik Indonesia ditikam dari belakang oleh pemberontakan PKI 1948. Operasi pembersihan pun dilakukan, dan berhasil menumpas pemberontakan tersebut.

Bambu RuncingFoto Perjuangan Laskar dengan bambu runcing, medio 1946. Kemerdekaan yang baru diproklamasikan memanggil banyak orang untuk ikut berjuang mempertahankannya. Namun, karena senjata yang tersedia tidak mencukupi, laskar laskar rakyat pun mempersenjatai diri dengan bambu runcing dan melakukan latihan latihan kemiliteran.

BACA JUGA :  Berbagai Sistem Ekonomi Indonesia

siswa TKRFoto Latihan bela diri siswa sekolah militer dengan menggunakan klewang kayu, Yogyakarta, Desember 1947. Tentara Republik mulai melakukan perekrutan bagi pemuda pemuda yang berminat masuk ke militer dan membela negara dalam perang kemerdekaan.

TawananFoto Seorang tentara Inggris menawan beberapa pejuang, 1946.

John LieFoto John Lie, pejuang, anggota TNI AL yang namanya diabadikan sebagai salah satu nama Multi Role Light Frigate terbaru TNI AL, Agustus 1949. The Outlaw, kapal miliknya, bertugas menyelundupkan hasil bumi dan membeli senjata, bolak balik antara Sumatera dan Singapura. Tampak John Lie dengan Alkitab dan kursi kapten kapal The Outlaw-nya.

Letnan TNIFoto Tiga orang pejuang Republik tertangkap Belanda karena melakukan serangan setelah adanya gencatan senjata pasca Agresi Militer I, Tangerang 1947. Pejuang yang ditengah, adalah eks-KNIL, yang kemudian bergabung dengan TNI dan berpangkat Letnan TNI. Tampak matanya memancarkan api perjuangan.

Medan 1947Foto Seorang pejuang ditawan beberapa tentara Belanda, Medan 1947. Pejuang TNI ini tertawan pada saat Belanda melakukan Agresi Militer nya yang pertama.

Tepi sawahFoto Seorang marinir Belanda mengayunkan popornya ketika proses interogasi terhadap beberapa pejuang TNI yang ditawan dalam suatu serbuan. Tampak salah salah seorang pejuang khusuk berdoa, dan salah satu pejuang merupakan keturunan Tionghoa. Dalam proses interogasi, sering sekali hukuman kejam diterapkan Belanda demi mendapatkan informasi.

BACA JUGA :  Upgrade Radar Pada Slava Class

GugurFoto Pejuang yang tewas tertembak Marinir Belanda dari Kompi B. Pejuang ini menembaki posisi pasukan Belanda dari parit ini, sebelum akhirnya gugur tertembus peluru musuh.

Malang, 1947Pejuang pejuang yang tertawan dalam suatu pertempuran di Malang, medio Juli 1947, diinterogasi terlebih dahulu sebelum akhirnya di eksekusi.

Nakajima A4NNakajima A4N di Lanud Maguwo, 1947. TNI AU waktu jaman perjuangan itu mempunyai banyak pesawat tinggalan Jepang. Total ada sekitar 75 pesawat yang tersebar di Cibereum Tasikmalaya, Maguwo Jogjakarta, Maospati Madiun, Singosari Malang dan Morokrembangan Surabaya. Namun, pilot yang tersedia kurang dari 10 orang saja.

Begitu juga dengan ground crew (teknisi, awak senjata, awak navigasi dll) yang hanya segelintir. Akhirnya, nyaris semua pesawat tersebut hancur diserang Belanda saat Agresi Militer II. Walaupun begitu, TNI AU pernah mengadakan serangan udara ke markas Belanda di Semarang, Salatiga dan Ambarawa, dengan 3 pesawat yang kesemuanya dipiloti oleh siswa penerbang.

TKR WanitaTKR Wanita, medio 1947. Tidak hanya para pria, para wanita pun terpanggil dalam perjuangan membela kemerdekaan. Tampak beberapa TKR wanita mempelajari penggunaan pistol revolver.

6 COMMENTS

  1. Belanda adalah pelanggar HAM.

    Sekarang jadi Pembela HAM.SOK SUCI.

    Jangan ajari Kami tentag HAM….Menir……!!!!

  2. Sedikit menambahkan, PG. Subang pada awal pendiriannya sudah tidak menggunakan sistem angkutan tebu denga lori, karena saat pengambilalihan PTP. XXX oleh PT. RNI (dh. PTP XIV) areal sekitar pasirbungur dan sekitarnya sudah tidak ada kagi jalur lori, sepertinya mungkin itu masih pada jaman P&T Lands (Pamanoekan & Tjiasem ), dan mungkin menggunakan dual gauge rel karena ada 3 bilah lajur rel sepertinya yang satu uk. 70 cm yang lainnya mungkin 90 cm, trims mungkin ada yang bisa bantu tambahkan keterangan …ayo kita berbagi pengetahuan.

  3. Sekian ratus tahun dijajah belanda tentu saja rakyat menderita, oleh karena itu patutlah buat kita generasi muda menghargai jasa para pahlawan, menegakkan pancasila dan NKRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here