Friday, October 15, 2021
HomeAlutsistaPesawat Tempur3 Pesawat Tempur Stealth Masa Depan Dari Negara Non Adidaya

3 Pesawat Tempur Stealth Masa Depan Dari Negara Non Adidaya

3 Pesawat Tempur Stealth Masa Depan Dari Negara Non Adidaya – HobbyMiliter.com – Selama ini proyek proyek pesawat tempur stealth merupakan makanan negara negara adidaya. Dimulai dari Amerika yang mengawali dengan pesawat tempur F-117A dengan teknologi stealth 70-an. Lalu F-22 yang dikembangkan di era 90-an dan mulai operasional awal 2000-an. Terakhir F-35 series yang menggunakan teknologi akhir 90-an dan awal 2000an dan baru saja mulai operasional.

Kemudian juga Rusia yang walau tertatih tatih dalam dana, akhirnya melakukan uji operasional pada Sukhoi Su-57 nya setelah pengembangan penuh perjuangan selama 15 tahun. Itu pun nampaknya belum cukup dan masih banyak PR.

Terakhir China, yang dengan segala daya upaya tenaga dan dana bekerja keras menciptakan pesawat tempur J-31 dan J-20 yang konon menggunakan teknologi curian dari Amerika yang dikawinkan dengan mesin dan sistem avionik serta senjata kopian dari Rusia. Disajikan dengan bumbu asia oleh China.

Geng Eropa sendiri, walaupun di masa lalu mempunyai industri pembuatan pesawat tempur yang mumpuni, hingga saat ini satu pun belum menelurkan barang jadi pesawat tempur stealth generasi ke lima. Hanya Inggris yang baru saja mau memulai pengembangan pesawat tempur stealth bernama Tempest.

Namun, selain ke tiga negara diatas yang memang pengembangan pesawat tempur stealthnya sudah ada bentuknya, beberapa negara lain yang bukan termasuk dalam sebutan negara adidaya sebetulnya juga punya program pengembangan pesawat tempur stealth mandiri. Berikut listnya :

BACA JUGA :  MARINIR AMERIKA SENANG BISA BERLATIH DENGAN MARINIR INDONESIA

SAAB Generic Future Fighter alias Flygsystem 2020 dari Swedia

Walau masih gencar jualan Gripen dan Gripen NG, termasuk ke Indonesia, SAAB ternyata sudah merancang pesawat tempur pengganti Gripen series di masa depan.

SAAB Generic Future Fighter
SAAB Generic Future Fighter

Diharapkan, dengan memulai desain sedini mungkin, ketika nantinya Gripen dan Gripen NG sudah berusia 30 tahun dan mulai memasuki masa pensiun, teknologi teknologi baru yang dibutuhkan dalam pengembangan pesawat tempur baru ini sudah matang dan siap dipakai.

Pesawat tempur stealth Swedia ini dikabarkan didesain bersama oleh SAAB dengan melibatkan institusi akademis Linköping University. Tentu saja kolaborasi industri pertahanan dengan institusi akademis bisa menjadi simbiosis mutualisme diantara keduanya.

Hasil sementara, SAAB sudah membangun purwarupa pesawat tempur stealth ini walau masih sebatas scale model 1:13 sekedar untuk menguji konsep dan aerodinamika. Pesawat uji tersebut dilaporkan dapat terbang dengan baik.

Desainnya tentu saja masih khas SAAB, dengan delta wing dan canard. Mirip Gripen dengan menggunakan kanopi model bubble seperti yang digunakan oleh F-22 Raptor dan F-16. Keunggulannya? Pandangan pilot jadi luas dan awareness nya meningkat.

BACA JUGA :  Sejarah Kerajaan Samudera Pasai, Salah Satu Kerajaan Islam Tertua Di Indonesia

KAI KFX Dari Korea Selatan

KAI KFX merupakan proyek pengembangan pesawat tempur bersama antara Korea Selatan dan Indonesia. Proyek ini sebenarnya sudah dimulai dari tahun 2001 dengan dikerjakan sendiri oleh Korea Selatan.

Pesawat tempur KAI KFX - IFX
Pesawat tempur KAI KFX – IFX

Pada tahun 2010, Indonesia memutuskan tertarik untuk bergabung dalam riset pengembangan KFX dan IFX (versi non stealth jatah Indonesia dari KFX). Beban biaya riset ditanggung bersama dengan porsi pembagian 80% Korea Selatan dan 20% ditanggung oleh Indonesia. Katanya..

Selain menanggung beban 20% biaya riset, pada awal bergabungnya, Indonesia juga berkomitmen untuk membeli 50 unit versi IFX dari pesawat tempur ini. Jumlah tersebut cukup untuk melengkapi 3 skadron. Menurut sejumlah pengamat militer, awalnya KFX/IFX ini ditargetkan untuk meremajakan Skadron Udara 1 dan 12 (saat ini diisi oleh BAe Hawk 109/209) sekaligus  menambah satu skadron tempur baru.

Pesawat tempur stealth KFX/IFX ini memiliki bentuk mirip F-35 milik Amerika Serikat. Kemampuan stealthnya diperkirakan diatas Eurofighter Typhoon dan Rafale. Kemampuan tempur dan gotong senjatanya diatas F-16 dengan jarak jangkau yang lebih jauh. Kehandalannya juga diatas F-16, terutama dengan konfigurasi 2 mesinnya yang lebih aman.

KFX/IFX ini diperkirakan akan menambah kapabilitas TNI AU secara signifikan jikalau jadi diteruskan program pengembangan dan pembeliannya. Walaupun yang dibeli TNI AU adalah versi IFX yang belum stealth.

BACA JUGA :  Duterte: Latihan Gabungan AS-Filipina Pekan Ini Akan Jadi Yang Terakhir

Project AZM  dari Pakistan

Pakistan merupakan partner lama dan setia China. Pesawat tempur J-6 buatan China ditangan Pakistan membukukan paling tidak 6 kemenangan dalam pertempuran udara dalam perang India Pakistan 1971.

Ilustrasi Proyek AZM Pakistan

 

Sekian puluh tahun kemudian Pakistan bekerja sama dengan China menelurkan pesawat tempur generasi ke 4 yang diberi kode JF-17. JF-17 yang memiliki DNA J-7 (MiG 21 jiplakan China) diklaim merupakan pesawat tempur yang setara dengan F-16 buatan Amerika Serikat. Angkatan Udara Pakistan yang juga mengoperasikan sejumlah F-16 mengamini hal tersebut.

Untuk melanjutkan kerjasama yang baik di proyek JF-17, Pakistan yang dibantu oleh China kembali mengeluarkan program Project AZM. Proyek AZM ini diperkirakan merupakan usaha Pakistan dalam memproduksi pesawat tempur stealth generasi ke 5.

Diperkirakan teknologi milik J-31 China akan banyak diserap oleh Proyek AZM Pakistan ini. Walaupun demikian, masih banyak pengamat militer yang menyangsikan feasibilitas proyek pengembangan pesawat tempur stealth Pakistan ini.

Bukan apa apa, proyek ini masih di tahap awal yang pastinya akan banyak mengalami cobaan iman, termasuk seperti proyek proyek pengembangan pesawat tempur stealth di negara lain, cobaan pembengkakan dana.

Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

1 COMMENT

  1. Indonesia memang sudah selayaknya menjadi negara yang maju dalam teknologi, terutama kedirgantaraan, khususnya pesawat tempur, selain itu kedepan juga harus mampu membuat satelit sendiri, karena otak sebuah pertahanan ada di satelit, teknologi drone, kapal selam, “bioradar” (radal anti radar) dan rudal anti satelit dll.
    Kita tidak ingin mengganggu negara tetangga, Ideologi Pancasila memungkinkan kita hidup damai dengan negara lain. Kemampuan pertahanan bangsa kita ditujukan untuk menjaga kedaulatan bangsa kita dari gangguan bangsa lain. Yang sudah secara kasat mata mau mengganggu seperti Australia dan Cina. Mereka terang terangan dan diam-diam mengganngu kedaulatan kita…kita harus waspada, dan menyiapkan antisipasinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua