Wednesday, May 18, 2022
HomeAlutsistaRudalRudal Kalibr Rusia, Rudal Jelajah Pesaing Rudal Tomahawk Amerika Serikat

Rudal Kalibr Rusia, Rudal Jelajah Pesaing Rudal Tomahawk Amerika Serikat

Rudal Kalibr Rusia, Rudal Jelajah Pesaing Rudal Tomahawk Amerika – HobbyMiliter.com – Sejak kemunculannya pertama kali di awal 1990-an, Amerika Serikat telah meluncurkan ratusan rudal jelajah Tomahawk dari kapal perang dan kapal selam untuk menyerang sasaran di Timur Tengah, Afrika Utara, bekas Yugoslavia dan Afghanistan, dimana mana.

Rudal dengan kecepatan sekitar nyaris 900 kilometer per jam — kira-kira kecepatan sebuah pesawat terbang — di ketinggian rendah, Tomahawks dapat menyerang target di jarak lebih dari 2500 kilometer jauhnya. Kalau diluncurkan dari Sabang, maka rudal jelajah Tomahawk bisa menghancurkan target di Surabaya, atau Hanoi, atau Colombo. Jauh.

Serangan Rudal Jelajah di Suriah
Serangan Rudal Jelajah di Suriah

Hal ini menjadikan rudal jelajah menjadi alat penghancur yang populer, walau meski mahal, namun bisa menghancurkan sasaran tanpa membahayakan pasukan AS. Tinggal dihitung saja dari data intelijen, berapa kapabilitas pertahanan udara lawan, kemudian dikirim saturasi rudal jelajah yang jumlahnya melebihi toleransi yang bisa ditangkal sistem pertahanan lawan.

BACA JUGA :  Awak Kapal Perang Rusia Tembaki Pesawat Angkut Militer Ukraina

Itulah yang dilakukan Amerika Serikat ketika mengirim 66 Tomahawk (dan sekian rudal lain hingga total 103 rudal) sekedar untuk menghancurkan 3 buah sasaran di Suriah, 14 April 2018. Sistem pertahanan udara Suriah yang berupa Pantsir dan BUK sampai kehabisan rudal menangkal serangan rudal yang bertubi tubi ini. Laporan pemerintah Rusia, Suriah berhasil mencegat 70-an rudal. Karena sistem pertahanan Suriah kewalahan, seluruh target yang diincar berhasil dihancurkan rata dengan tanah, tanpa ada korban pada tentara penyerang. Mahal memang, tapi efektif.

Rudal Kalibr Rusia
Rudal Kalibr Rusia

Namun tampaknya saat ini, bukan cuma Amerika Serikat dan Inggris saja (Inggris juga negara yang memiliki sejumlah Tomahawk) yang mempunyai kapabilitas meluncurkan rudal jelajah jarak jauh semacam rudal Tomahawk ini.

Pada tanggal 7 Oktober 2015, kapal fregat Dagestan dari kelas Gepard Angkatan Laut Rusia bersama dengan tiga korvet kelas Buyan lainnya yang berlayar di Laut Kaspia menembakkan 26 rudal jelajah Kalibr dari VLS mereka. Rudal sepanjang sembilan meter itu terbang 1500 kilometer melewati ruang udara diatas wilayah Iran dan Irak sebelum akhirnya menghantam sebelas sasaran berbeda di Suriah. Sasaran sasaran tersebut merupakan target target militer lawan pemerintah Suriah, ISIS dan pemberontak Suriah sekaligus.

BACA JUGA :  Konflik Libya: Foto Foto Eks Pangkalan Udara Libya Yang Direbut GNA Dari LNA Haftar
Serangan rudal Kalibr Rusia ke Suriah
Serangan rudal Kalibr Rusia ke Suriah, 2015

Beberapa sumber mengatakan bahwa Angkatan Laut Rusia meluncurkan 26 rudal untuk menge-troll Angkatan Laut AS, karena pada saat serangan tersebut, kapal induk USS Theodore Roosevelt (CVN 75) sedang berlayar di daerah utara Teluk Persia, dan tentu saja berada dalam jangkauan rudal. Angka 26 disebut melambangkan Theodore Roosevelt yang merupakan Presiden ke-26 Amerika Serikat. Serangan ini diikuti dengan serangan 18 rudal ke Suriah kembali pada tanggal 20 November 2015. Serangan 18 rudal Kalibr Rusia ini juga dilakukan dari Laut Kaspia.

BACA JUGA :  Rusia: Turki Langgar Aturan Pakta Penerbangan Internasional

Sejarah baru ditorehkan pada tanggal 9 Desember 2015. Sebuah kapal selam improved-kilo Rostov-on-Don B-237 meluncurkan rudal jelajah dari wilayah laut tengah. Hal ini merupakan kali pertama kapal selam Rusia meluncurkan rudal jelajah ke target di Suriah. Hal ini juga menjadi pembuktian keampuhan sistem peluncuran rudal Kalibr-PL dari kapal selam.

Rudal Kalibr Rusia (2)

Sebenarnya pesawat-pesawat tempur Rusia sudah beroperasi di Suriah pada saat serangan pertama pada 2015, dan bisa dengan mudah meluncurkan serangan udara terhadap target-target itu dengan biaya yang jauh lebih rendah. Namun, dengan memamerkan kemampuan serangan angkatan laut jarak jauhnya, Moskow tidak hanya mengiklankan kecakapan teknologinya, tetapi secara harfiah mengiklankan kemampuan rudal Kalibr kepada pembeli asing — yang dapat memilih untuk membeli varian jarak pendek yang dikenal sebagai rudal Klub.

Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

1 COMMENT

  1. Bismillah, mohon rudal kalibr diakuisisi agar sistem arhanud kita kuat,jangan sekali tempo andalkan SHORAD,kecuali dikawal dengan buk.m.3,rudal neptune,bila amerika tidak memberikan rudal patriot,gunakan saja rudal eropa timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Operasi Tinombala

Galeri Foto Operasi Tinombala: Kopassus dan Densus 88 Berburu Santoso Cs

2
Hobbymiliter.com - Kelompok Teroris Santoso adalah kelompok sipil bersenjata yang dipimpin oleh Santoso dan diduga merupakan kelompok pendukung teroris ISIS. Beberapa waktu lalu, dengan...

Recent Comments