Wednesday, September 23, 2020
Home Alutsista Rudal Rudal Kalibr Rusia, Rudal Jelajah Pesaing Rudal Tomahawk Amerika Serikat

Rudal Kalibr Rusia, Rudal Jelajah Pesaing Rudal Tomahawk Amerika Serikat

Rudal Kalibr Rusia, Rudal Jelajah Pesaing Rudal Tomahawk Amerika – HobbyMiliter.com – Sejak kemunculannya pertama kali di awal 1990-an, Amerika Serikat telah meluncurkan ratusan rudal jelajah Tomahawk dari kapal perang dan kapal selam untuk menyerang sasaran di Timur Tengah, Afrika Utara, bekas Yugoslavia dan Afghanistan, dimana mana.

Rudal dengan kecepatan sekitar nyaris 900 kilometer per jam — kira-kira kecepatan sebuah pesawat terbang — di ketinggian rendah, Tomahawks dapat menyerang target di jarak lebih dari 2500 kilometer jauhnya. Kalau diluncurkan dari Sabang, maka rudal jelajah Tomahawk bisa menghancurkan target di Surabaya, atau Hanoi, atau Colombo. Jauh.

Serangan Rudal Jelajah di Suriah
Serangan Rudal Jelajah di Suriah

Hal ini menjadikan rudal jelajah menjadi alat penghancur yang populer, walau meski mahal, namun bisa menghancurkan sasaran tanpa membahayakan pasukan AS. Tinggal dihitung saja dari data intelijen, berapa kapabilitas pertahanan udara lawan, kemudian dikirim saturasi rudal jelajah yang jumlahnya melebihi toleransi yang bisa ditangkal sistem pertahanan lawan.

Itulah yang dilakukan Amerika Serikat ketika mengirim 66 Tomahawk (dan sekian rudal lain hingga total 103 rudal) sekedar untuk menghancurkan 3 buah sasaran di Suriah, 14 April 2018. Sistem pertahanan udara Suriah yang berupa Pantsir dan BUK sampai kehabisan rudal menangkal serangan rudal yang bertubi tubi ini. Laporan pemerintah Rusia, Suriah berhasil mencegat 70-an rudal. Karena sistem pertahanan Suriah kewalahan, seluruh target yang diincar berhasil dihancurkan rata dengan tanah, tanpa ada korban pada tentara penyerang. Mahal memang, tapi efektif.

Rudal Kalibr Rusia
Rudal Kalibr Rusia

Namun tampaknya saat ini, bukan cuma Amerika Serikat dan Inggris saja (Inggris juga negara yang memiliki sejumlah Tomahawk) yang mempunyai kapabilitas meluncurkan rudal jelajah jarak jauh semacam rudal Tomahawk ini.

Pada tanggal 7 Oktober 2015, kapal fregat Dagestan dari kelas Gepard Angkatan Laut Rusia bersama dengan tiga korvet kelas Buyan lainnya yang berlayar di Laut Kaspia menembakkan 26 rudal jelajah Kalibr dari VLS mereka. Rudal sepanjang sembilan meter itu terbang 1500 kilometer melewati ruang udara diatas wilayah Iran dan Irak sebelum akhirnya menghantam sebelas sasaran berbeda di Suriah. Sasaran sasaran tersebut merupakan target target militer lawan pemerintah Suriah, ISIS dan pemberontak Suriah sekaligus.

BACA JUGA :  Viral Ucapan Terima Kasih Pilot Jet Tempur F-16 TNI AU Kepada Wapres RI Jusuf Kalla

Serangan rudal Kalibr Rusia ke Suriah
Serangan rudal Kalibr Rusia ke Suriah, 2015

Beberapa sumber mengatakan bahwa Angkatan Laut Rusia meluncurkan 26 rudal untuk menge-troll Angkatan Laut AS, karena pada saat serangan tersebut, kapal induk USS Theodore Roosevelt (CVN 75) sedang berlayar di daerah utara Teluk Persia, dan tentu saja berada dalam jangkauan rudal. Angka 26 disebut melambangkan Theodore Roosevelt yang merupakan Presiden ke-26 Amerika Serikat. Serangan ini diikuti dengan serangan 18 rudal ke Suriah kembali pada tanggal 20 November 2015. Serangan 18 rudal Kalibr Rusia ini juga dilakukan dari Laut Kaspia.

Sejarah baru ditorehkan pada tanggal 9 Desember 2015. Sebuah kapal selam improved-kilo Rostov-on-Don B-237 meluncurkan rudal jelajah dari wilayah laut tengah. Hal ini merupakan kali pertama kapal selam Rusia meluncurkan rudal jelajah ke target di Suriah. Hal ini juga menjadi pembuktian keampuhan sistem peluncuran rudal Kalibr-PL dari kapal selam.

Rudal Kalibr Rusia (2)

Sebenarnya pesawat-pesawat tempur Rusia sudah beroperasi di Suriah pada saat serangan pertama pada 2015, dan bisa dengan mudah meluncurkan serangan udara terhadap target-target itu dengan biaya yang jauh lebih rendah. Namun, dengan memamerkan kemampuan serangan angkatan laut jarak jauhnya, Moskow tidak hanya mengiklankan kecakapan teknologinya, tetapi secara harfiah mengiklankan kemampuan rudal Kalibr kepada pembeli asing — yang dapat memilih untuk membeli varian jarak pendek yang dikenal sebagai rudal Klub.

Ada lebih dari selusin varian berbeda dalam keluarga rudal Kalibr, bervariasi dalam platform peluncuran, jangkauan, profil target dan kecepatan. Bervariasi panjangnya dari enam hingga sembilan meter, tetapi semuanya mengemas hulu ledak seberat 500 kilogram dan juga bisa dimuat hululedak nuklir.

Rudal Kalibr Rusia (5)

Varian rudal anti kapalnya — dikodekan sebagai SS-N-27 Sizzler oleh NATO, atau kode Rusian 3M54T atau 3M54K untuk masing-masing versi yang diluncurkan kapal dan kapal selam — memiliki jangkauan yang lebih pendek, diperkirakan antara 500 km hingga dan 700 kilometer, dan dirancang untuk terbang rendah di atas permukaan laut untuk menghindari deteksi radar.

BACA JUGA :  Rusia Akan Produksi Varian Sistem Pertahanan Udara Pantsir Terbaru Pada 2018

Memanfaatkan mesin ber-vectoring nozzle yang disematkan pada versi rudal yang diluncurkan kapal, rudal Kalibr dengan sistem pelacak radar aktif ini juga dirancang untuk melakukan manuver pengelakan alih-alih terbang dengan garis lurus. Ketika mereka mendekati kapal musuh, rudal-rudal itu menambah kecepatan dari kecepatan jelajah Mach 0,8 hingga Mach 3, dan menurunkan ketinggian terbangnya hingga hanya setinggi 4,6 meter — membuat sistem pertahanan anti serangan udara sebuah kapal untuk menembak jatuh rudal ini.

Peluncuran rudal
Peluncuran rudal

Varian serangan darat rudal Kalibr, 3M14T dan 3M14K (kode NATO SS-N-30A), tampaknya tidak memiliki kecepatan Mach 3 pada saat menghantam targetnya. Sebagai kompensasi, rudal yang dipandu sistem navigasi inersia ini memiliki jangkauan yang lebih jauh antara 1500 kilometer hingga 2500 kilometer. Tipe lain dari keluarga rudal Kalibr — 91RT dan 91RE — digunakan untuk mengirimkan torpedo anti-kapal selam ke jarak sekitar lima puluh kilometer.

Rudal Kalibr saat ini juga ditempatkan pada armadakapal selam kelas Kilo Angkatan Laut Rusia, serta juga pada kapal selam yang lebih besar termasuk kelas Akula, Lada dan Yasen. Mereka juga sudah dipasang di beberapa fregat dan korvet — tetapi sejauh ini belum dipasang pada kapal yang lebih besar (dan tua), meskipun modifikasi semacam itu pada akhirnya mungkin saja terjadi. Saat ini fregat kelas Gepard Rusia dipersenjatai dengan hanya delapan rudal Kalibr, namun sebuah destroyer bersenjata rudal Rusia tentu akan mampu membawa puluhan, menyamai kemampuan destroyer China dan Amerika.

Screen Shot 074
Rudal Kalibr 3M-143

Di sisi lain, Rusia telah menunjukkan bahwa ia dapat menggunakan banyak kapal kapal kecil untuk mengerahkan senjata jarak jauh yang kuat, contoh dari struktur kekuatan “terdistribusi”. Idenya adalah bahwa di zaman dimana rudal semakin jauh jangkauannya dan semakin mematikan, mungkin lebih bijaksana untuk menyebarkan daya tembak di beberapa platform yang lebih kecil dan dapat dikorbankan, daripada meletakkan semua telur dalam satu keranjang besar, mahal dan rentan.

BACA JUGA :  Norwegia Batalkan Rencana Upgrade MBT Leopard

Varian ekspor Klub dan Kalibr semuanya memiliki kisaran jarak jangkau yang diturunkan menjadi antara 225 kilometer dan 290 kilometer, untuk mematuhi Rezim Kontrol Teknologi Rudal alias MTCR, yang melarang ekspor rudal jelajah dengan jangkauan melebihi tiga ratus kilometer. Rudal Klub sekarang sudah mempersenjatai kapal selam kelas Kilo di angkatan laut Cina, India, Aljazair, Vietnam dan mungkin Iran, serta enam fregat kelas Talwar India. China juga telah mengembangkan rudal jelajah jarak jauh YJ-18, yang sebagian teknologinya dianggap sebagai hasil RE Klub.

Rudal Kalibr Rusia (8)
Seluruh pesisir Timur Amerika dalam jangkauan dari jarak 2500 km

Meskipun Rusia masih memproduksi jenis-jenis rudal jelajah angkatan laut lainnya, namun rudal Kalibr tampaknya akan tetap menjadi andalan kemampuan serangan laut jarak jauh Rusia untuk tahun-tahun mendatang. Versi rudal Kalibr untuk serangan darat, secara teori, menawarkan kemampuan yang mirip dengan rudal Tomahawk Amerika Serikat, sedangkan versi rudal anti kapalnya yang bisa ngebut diatas kecepatan suara saat hendak menghajar kapal sasaran, dapat menjadikannya senjata ini menjadi lebih mematikan di laut.

Meskipun Angkatan Laut Rusia tertinggal jauh di belakang Angkatan Laut AS dalam hal jumlah dan ukuran kapal, kemampuannya untuk menembakkan senjata jarak jauh yang efektif  dari kapal berkapasitas rendah juga harus memberikan banyak pertimbangan bagi para perencana Angkatan Laut Amerika Serikat.

Rudal Kalibr Rusia (6)

Spesifikasi Rudal Kalibr Rusia

Pembuat : Novator Design Bureau, KTRV, MKB Fakel, NPO Mash, Raduga, NPO Zvezda Strela (Orenburg).
Berat: Tergantung varian. Mulai dari 1300 kilogram hingga 2300 kilogram.
Panjang: Tergantung varian. Mulai dari  6,2 meter hingga 8,9 meter.
Diameter: 533 mm.
Hululedak: 400-500 Kg TNT, bisa dimuati hulu ledak nuklir.
Jarak tembak: Tergantung varian. 91RE1: 50 km; 3M-54E (export version): 220 km; 3M-54E1/3M-14E (export version): 300 km; 3M-54/3M-54T: 660 km; 3M-14/3M-14T: 1,500-2,500 km; Kalibr-M: 4,500 km (dalam pengembangan).
Kecepatan: 0,8 Mach (jelajah). 3 Mach (khusus anti kapal, kecepatan terminal)
Akurasi: 3 Meter
Peluncur: Kapal laut, Pesawat Terbang, Kapal Selam dan kendaraan TEL.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

1 COMMENT

  1. Bismillah, mohon rudal kalibr diakuisisi agar sistem arhanud kita kuat,jangan sekali tempo andalkan SHORAD,kecuali dikawal dengan buk.m.3,rudal neptune,bila amerika tidak memberikan rudal patriot,gunakan saja rudal eropa timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua