sea-catcover

HobbyMiliter.com – Riwayat Rudal Sea Cat Karya Dislitbangal. Label dan perannya sama, yaitu sebagai rudal pertahanan udara tipe SHORAD (Short Range Air Defence) atau rudal jarak dekat, yang diberi nama Sea Cat. Tapi ada 2 varian dari Sea Cat yang diproduksi di waktu yang berbeda. Rudal Sea Cat yang pertama adalah pabrikan Short Brothers, perusahaan asal Inggris, lalu yang kedua adalah rudal Sea Cat generasi baru (Next Generation) yang didesain oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbangal) menggandeng Laboratorium Otomasi dan Robotika ITB (Institut Teknologi Bandung).

Walaupun memiliki label dan fungsi yang sama, kedua varian Nampak terlihat berbeda. Sea Cat versi lama memiliki bentuk agak pendek dengan kelir putih merah. Sedangkan Sea Cat varian “Next Generation” desain Dislitbangal bentuknya lebih panjang serta bongsor, agak mirip desain rudal anti kapal tipe MM38 Exocet, merupakan jenis rudal legendaries yang pernah dioperasikan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL.

Sea Cat memiliki makna penting dalam perjalanan alutsista TNI AL, merupakan rudal pertahanan udara pertama yang melengkapi kapal perang Indonesia. Frigat Van Speijk Class serta frigat Tribal Class merupakan 2 kapal perang milik TNI AL yang menyandang rudal ini. Saat ini Sea Cat pada frigat Van Speijk tak digunakan lagi, dan perannya digantikan oleh rudal MANPADS (Man Portable Air Defence Systems) Mistral berpeluncur Simbad pabrikan MBDA. Meskipun tak digunakan, TNI AL masih berusaha untuk memperpanjang usianya, caranya dengan memodifikasinya, sehingga pada April 2011 yang lalu masih bisa diuji coba penembakkan oleh KRI Oswald Siahaan 354 ketika berlayar di Laut Jawa.

Karena termasuk rudal keluaran tahun 60-an, Sea Cat merupakan rudal yang sangat battle proven, debutnya pada Perang Malvinas (Falkland) di tahun 1982, rudal ini bisa menjatuhkan jet tempur sekelas A-4 Skyhawk buatan Argentina. Pada jenis land platform (Tigercat), rudal ini juga digunakan pada Perang Pakistan dan India (tahun 1971) serta konflik perbatasan Afrika Selatan.

Lahirnya sosok Sea Cat “Next Generation,” sudah go public di beberapa acara pameran alutsista di tahun 2014. Dengan bentuk mockup, Sea Cat buatan Dislitbangal berkelir warna hitam cukup menarik perhatian masyarakat. Kalau dilihat dari dimensinya, rudal Sea Cat buatan Dislitbangal memiliki panjang mencapai 2,6 meter serta berdiamater 0,225 meter. Rudal ini memiliki dua buah wingspan, bagian depan memiliki lebar mencapai 0,403 meter serta wingspan bagian belakang memiliki diameter 0,612 meter. Untuk pembanding, Sea Cat original memiliki panjang hanya 1,48 meter serta diameter 0,22 meter. Wingspannya mencapai 0,70 meter.

Untuk tenaga penggeraknya, kedua rudal Sea Cat meskipun berbeda desain tetapi sama-sama menggunakan two stage solid fuel rocket motor. Untuk kecepatannya, uji lapangan membuktikan kedua Sea Cat masih dalam range subsonic, Sea Cat original memiliki kecepatan mencapai Mach 0,8 dan Sea Cat buatan Dislitbangal memiliki kecepatan Mach 0,915. Daya jangkaunya termasuk dalam jarak dekat, maksimal hanya mampu menarget sasaran sejauh 5.000 meter.

Dari segi sistem pandu (guided system), rudal Sea Cat buatan Dislitbangal mengadaptasi dari gimbal image processing yang dipasang pada moncongnya. Sedangkan Sea Cat original menggunakan sistem CLOS (Command Line-Of-Sight) serta radio link. Tapi sampai saat ini belum ada kemajuan dari proyek Sea Cat buatan dalam negeri itu. Masih belum ada uji tembak untuk rudal Sea Cat buatan Dislitbangal. Dilihat dari segi sistem senjata, dipadu desain baru yang mengadaptasi rudal MM38 Exocet, maka yang menjadi tanda Tanya adalah seperti apa bentuk peluncurnya? Kemungkinan akan mengambil bentuk peluncur Exocet yang ada.

Jangan lupa isi form komentar di bawah
ARTIKEL MENARIK LAINNYA UNTUK ANDA