Friday, July 3, 2020
Home Israel Terima Unit Kapal Selam Jerman Kelima, Netanyahu Sesumbar

Israel Terima Unit Kapal Selam Jerman Kelima, Netanyahu Sesumbar

Hobbymiliter.com – Israel pada hari Selasa (12/1) resmi menerima kapal selam buatan Jerman kelima mereka. Unit kapal selam kelas Dolphin termutakhir ini disebut-sebut mampu bertahan di dalam kedalaman air hingga 7 hari lamanya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang berbicara dalam acara penyambutan resmi kapal selam tersebut di kota pelabuhan Haifa, mengatakan bahwa unit bawah air ini akan memungkinkan Israel untuk “mencegat musuh yang ingin menghancurkan kami.”

26-israel-terima-kapal-selam-jerman-kelima
Kapal selam Jerman kelas Lumba-lumba. Sumber: Reuters

“Mereka harus tahu bahwa Israel dapat melakukan serangan kepada siapapun yang ingin menghancurkannya dengan sangat keras,” ujar Netanyahu.

BACA JUGA :  Awak Kapal Perang Rusia Tembaki Pesawat Angkut Militer Ukraina

Unit kapal selam kelima ini diberi nama “Rahav” yakni seekor monster laut yang sering diceritakan dalam kisah Taurat.

“Rahav secara aktif akan mengambil bagian dalam mempertahankan negara Israel dan wilayah perairannya, dengan beroperasi secara lebih dalam, lebih jauh, dan lebih lama di bagian laut yang paling dalam, dengan mata yang awas,” ujar Presiden Israel, Reuven Rivlin dalam acara tersebut.

Sumber militer di Barat mengatakan bahwa kapal selam kelas Dolphin ini dapat dipersenjatai dengan rudal dan hulu ledak nuklir. Israel disebut-sebut memiliki sekitar 100 hingga 200 unit hulu ledak dan rudal yang dapat digunakan untuk persenjataan.

BACA JUGA :  Spesifikasi Teknis Radar 3D Vostok Buatan Belarusia

Namun Israel menolak mengkonfirmasi mengenai kepemilikan senjata nuklir tersebut, karena jika iya, maka hanya merekalah yang memiliki senjata nuklir di kawasan Timur Tengah, dan akan memicu persoalan baru.

Kelima kapal selam buatan Jerman ini akan digunakan untuk melindungi wilayah pantai mereka dan mengadakan misi mata-mata melawan musuh bebuyutan mereka.

Sebelumnya, Netanyahu mencoba untuk membatalkan perjanjian kelompok negara adidaya dunia dengan Iran, yang didalamnya berisi nota kesepahaman untuk mengurangi kapasitas program nuklir Iran dan melonggarkan sanksi yang diterapkan pada Teheran.

BACA JUGA :  Rusia Terima Sistem Peluncur Roket Tornado-S Termutakhir

Dikabarkan, kapal selam ini menelan biaya sekitar 500 juta euro (540 juta dollar) atau sekitar 7,5 triliun rupiah. Berlin disebut-sebut membiayai sepertiga dari harganya.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa - HobbyMiliter.com. Aksi koboi udara Amerika Serikat pernah terjadi tanggal 3 Juli 2003...

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer - HobbyMiliter.com. Seiring meningkatnya ketegangan, menyusul mundurnya Amerika Serikat dari kesepakatan damai yang ditandatangani era...

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang - HobbyMiliter.com. Jepang sadar betul posisi dan kondisi geografisnya sebagai negeri kepulauan. Terlebih dalam hubungan dengan...

Foto Foto Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye

Menengok Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye - HobbyMiliter.com -  Lebyazhye Air Force Base dulunya adalah pangkalan udara militer milik Angkatan Udara Rusia. Pangkalan...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua