Friday, July 3, 2020
Home Blog Militer Sejarah Sejarah Kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Agraris Di Pulau Jawa

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Agraris Di Pulau Jawa

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Agraris Di Pulau Jawa – HobbyMiliter.com -Tahukah Kamu, kalau Indonesia juga pernah punya kerajaan agraris yang subur makmur? Adalah kerajaan Mataram Kuno yang berada di Bumi Mataram, Jawa Tengah. Wilayah tersebut sangat subur sebab berada di tengah-tengah Gunung Sindoro, Lawu, Merbabu dan Pegunungan Sewu. Karena itulah seringkali disebut sebagai Kerajaan Medang.

Dalam kepemimpinannya, Mataram Kuno pernah berada di bawah kepemimpinan 3 wangsa atau dinasti. Ketiga dinasti itu adalah dinasti Syailendra, Sanjaya dan Isyana. Wangsa Sanjaya merupakan pengikut dari agama Hindu aliran Syiwa, sementara wangsa Syailendra adalah pengikut agama Budha, sedangkan wangsa Isyana termasuk dinasti baru yang didirikan oleh Mpu Sindok.

Pemimpin pertama kerajaan Mataram Kuno adalah raja Sanjaya yang memeluk agama Hindu. Kemudian digantikan oleh Rakai Panangkaran yang berpindah ke Budha dengan aliran Mahayana. Pada waktu tersebut, dinasti Isyana menjadi yang berkuasa. Meskipun demikian, agama Hindu dan Budha disana tumbuh dan berkembang bersama.

Sejarah Kerajaan Agraris, Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno ada di kawasan aliran Sungai Bogowonto, Elo, Progo dan Bengawan Solo, Jawa Tengah. Raja yang berkuasa bernama Sana. Setelah sang raja wafat, kepemimpinan jatuh ke keponakannya yang bernama Sanjaya.

Pada waktu yang sama pula, kepemimpinan Sri Maharaja Rakai Panangkaran di Jawa Tengah, berdiri dengan dinasti baru pemeluk agama Budha yaitu wangsa Syailendra. Rupanya, perkembangan wangsa tersebut menyingkirkan kedudukan dinasti Sanjaya yang beragama Hindu. Akan tetapi, keduanya tidak berpecah belah. Justru bergabung untuk memperkuat kekuasaan. Dimana Rakai Pikatan dari dinasti Sanjaya menikah dengan Putri Pramodhawarni dari dinasti Syailendra.

Selaku raja pertama di Mataram Kuno, raja Sanjaya beragama Hindu Syiwa yang sangat taat. Tapi setelah itu, beliau digantikan oleh sang putra bernama Rakai Panangkaran Dyah Sonkhara Sri Sanggaramadhanjaya.

BACA JUGA :  15 Situs Bukti Sejarah Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia

Pada masa kepemimpinan raja Panangkaran, Mataram Kuno mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sang raja mampu menaklukkan wilayah lain seperti kerajaan Melayu di Semenanjung Malaya juga kerajaan Galuh yang berada di Jawa Barat.

Kepemimpinan tersebut diturunkan ke Rakai Panunggalan. Hingga akhirnya membangun beberapa candi megah dan sampai sekarang masih ada keberadaannya. Hebat sekali kan? Candi tersebut adalah candi Pawon, candi Kalasan, candi sari, candi Mendut dan candi Borobudur.

Saat setelah Rakai Panunggalan wafat, beliau pun digantikan oleh Rakai Warak. Di masa kekuasannya lebih banyak mengutamakan agama Hindu Budha. Alhasil, banyak masyarakat yang lebih mengenal agama tersebut. Namun ketika sang raja meninggal dan kursi kerajaan diisi oleh Rakai Garung, ia lebih banyak menghidupkan kembali kebudayaan Hindu, dari Rakai Pikatan.

Masa Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno

Tak lama sesudah Rakai Gunung, lalu kepemimpinan Mataram Kuno pun dipegang oleh Rakai Kayuwangi. Masa-masa kekuasaannya, timbul berbagai masalah hingga mengakibatkan adanya perpecahan dan perang saudara. Runtuhnya kerajaan Mataram Kuno dikarenakan oleh beberapa sebab, seperti:

  • Gunung Merapi meletus, lahar bermunculan dan merusak candi-candi yang telah dibangun.
  • Adanya krisis politik di tahun 927 – 929 Masehi.
  • Berpindahnya lokasi kerajaan Mataram di Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Prasasti Peninggalan Sejarah Kerajaan Mataram Kuno

Setelah runtuh, rupanya kerajaan Mataram Kuno meninggalkan prasasti sejarah yang sangat bernilai. Beberapa prasasti yang ditinggalkan antara lain:

  1. Prasasti Sojomerto Abad ke-7

Merupakan sebuah prasasti yang ditemukan di Desa Sojomerto, Pekalongan. Peninggalan berbahasa Melayu Kuno ini mengisahkan bahwa Syailendra adalah pemeluk agama Budha.

  1. Prasasti Canggal 732 Masehi

Peninggalan sejarah ini berupa Candrasangkala yang ditemukan di Gunung Wukir, Desa Canggal. Dalam prasasti ini berisikan sebuah peringatan atas pembuatan Lingga di Desa Kunjarakunja oleh Raja Sanjaya.

  1. Prasasti Kalasan 778 Masehi
BACA JUGA :  Raja, Peninggalan Dan Sejarah Kerajaan Singasari

Adalah sebuah prasasti dengan tulisan dari huruf Pranagari (India Utara) dan berbahasa Sansekerta. Menceritakan tentang raja Syailendra yang membujuk Rakai Panangkaran untuk membangun tempat suci bagi Dewi Tara. Dimana bangunan tersebut akan dijadikan sebagai Vihara bagi para pendeta Budha.

  1. Prasasti Kelurak 728 Masehi

Prasasti Kelurak berisi tentang pembangunan arca Manjusri sebagai wujud dari sang Budha, Dewa Wisnu dan Sanggha. Juga, di prasasti itu pun menegaskan jika raja Indra memiliki gelar Sri Sanggramadananjaya adalah sang pemimpin yang sedang berkuasa di kala itu. Peninggalan ini menggunakan bahasa Sansekerta dengan huruf Pranagari.

  1. Prasasti Ratu Boko 856 Masehi

Prasasti Ratu Boko mengisahkan tentang Balaputra Dewa yang kalah dalam perang melawan kakaknya Rakai Pikatan atau Pramodhawardani ketika perebutan kursi kepemimpinan.

  1. Prasasti Mantyasih 907 Masehi

Peninggalan satu ditemukan di wilayah Mantyasih Kedu, Jawa Tengah. Dalam prasasti ini menceritakan silsilah raja-raja Mataram Kuno. Adalah raja Sanjaya, Rakai Panangkaran, Rakai Warak, Rakai Panunggalan, Rakai Garung, Rakai Watuhmalang, Rakai Pikatan, Rakai Kayuwangi juga Rakai Watukara Dyah Balitung.

Banyak sekali peninggalan berupa prasasti oleh kerajaan Mataram Kuno. Masing-masing menceritakan kisah yang berbeda dan penuh nilai sejarah. Sehingga generasi sekarang bisa mengetahui sejarah di masa lampau akan kejayaan dan runtuhnya Mataram Kuno.

Candi-Candi Peninggalan Mataram Kuno

Tidak hanya prasasti saja yang menjadi bukti otentik akan keberadaan kerajaan Mataram Kuno. Seperti candi-candi yang telah dibangun dengan kokoh dan sekarang masih bisa kita temui. Daftar candi-candi peninggalan Mataram Kuno tersebut antara lain:

  • Candi Gatotkaca

Merupakan candi Hindu yang berada di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. Bersebelahan dengan kompleks candi Arjuna. Adapun nama Gatotkaca diambil dari tokoh pewayangan di cerita Mahabarata.

  • Candi Arjuna
BACA JUGA :  Koalisi AS Siap Lancarkan Operasi Pembebasan Raqqa dari Tangan ISIS

Candi Arjuna berbentuk persegi dengan luas sekitar 4 meter persegi. Bentuknya mirip dengan bangunan di kompleks Gedong Songo.

  • Candi Puntadewa

Candi Puntadewa berada di kompleks candi Arjuna, jadi sangat berdekatan. Ukurannya terbilang kecil namun tinggi.

  • Candi Semar

Berhadapan dengan candi Arjuna dan bentuk dari candi Semar adalah segiempat tapi membujur ke arah utara selatan.

  • Candi Bima

Berada di Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnergara, Jawa Tengah. Jadi posisinya di kawasan paling selatan. Bentuknya sangat unik sebab mirip sekali dengan beberapa arsitektur candi di India. Pada bagian atas atau atap hampir sama dengan Shikara juga punya rupa seperti mangkuk yang terbalik. Selain itu, di bagian ini ada relung serta relief kepala yang disebut dengan kudu.

  • Candi Borobudur

Adalah salah satu peninggalan Mataram Kuno yang paling ternama. Popularitasnya dikenal hingga ke berbagai belahan dunia. Terletak di kota Magelang, Jawa Tengah dan termasuk sebagai candi Budha terbesar.

  • Candi Mendut

Sama seperti candi Borobudur, candi Budha ini berada di Magelang, Jawa Tengah. Sudah ada sejak Mataram dipimpin oleh raja Idna dari wangsa Syailendra.

  • Candi Pawon

Jika dilihat dari sisi atas, candi Pawon tampak seperti dalam satu garis lurus dengan candi Mendut dan Borobudur.

Demikianlah daftar peninggalan candi-candi dari Mataram Kuno. Dimana peninggalan tersebut letaknya ada yang dekat dan juga beda lokasi. Ini menjadi salah satu tanda bahwa wilayah kekuasaan Mataram Kuno sangat luas. Keberadaan peninggalan bersejarah tersebut, sampai kini masih kokoh dan bisa kita temui secara langsung. Bahkan menjadi salah satu daya tarik wisata di kota tersebut.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa - HobbyMiliter.com. Aksi koboi udara Amerika Serikat pernah terjadi tanggal 3 Juli 2003...

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer - HobbyMiliter.com. Seiring meningkatnya ketegangan, menyusul mundurnya Amerika Serikat dari kesepakatan damai yang ditandatangani era...

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang - HobbyMiliter.com. Jepang sadar betul posisi dan kondisi geografisnya sebagai negeri kepulauan. Terlebih dalam hubungan dengan...

Foto Foto Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye

Menengok Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye - HobbyMiliter.com -  Lebyazhye Air Force Base dulunya adalah pangkalan udara militer milik Angkatan Udara Rusia. Pangkalan...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua