Malaysia Ajukan Permintaan RFI Untuk Jet Tempur FA50
Malaysia Ajukan Permintaan RFI Untuk Jet Tempur FA50. Ilustrasi Jet Tempur Latih FA50 Buatan Korea Aerospace Industries.Sumber : jane's

HobbyMiliter.com – Malaysia Ajukan Permintaan RFI Untuk Jet Tempur FA50. Pemerintah Malaysia dikabarkan tengah mengajukan permintaan informasi atau Request For Information (RFI,red) kepada perusahaan pembuat pesawat asal Korea Selatan, Korea Aerospace Industries atau biasa disingkat KAI. Permintaan untuk informasi yang diajukan menyatakan bahwa pemerintah Malaysia meminta informasi terkait dengan produk pesawat jet tempur ringan / latih lanjut KAI FA50 Golden Eagle. Diduga permintaan RFI ini diajukan sebagai upaya pemerintah Malaysia dalam memenuhi kebutuhan program pengadaan pesawat tempur ringan atau Light Combat Aircraft (LCA). Permintaan tersebut rupanya sudah diterima oleh pihak KAI sejak awal bulan Januari tahun 2019 ini.

Baca juga :   KRI Bima Suci Resmi Diluncurkan

Dalam rencana program pengadaan alutsista berupa Light Combat Aircraft atau LCA pemerintah Malaysia sempat mencari informasi terkait beberapa kandidat pesawat jet tempur ringan yang tersedia di pasaran, diantaranya SAAB Gripen, JF-17, HAL Tejas, dan kini KAI FA50. Malaysia memiliki dua program utama dalampengadaan alutsista berupa pesawat jet tempur. Kedua program tersebut yakni program Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) dan Light Combat Aircraft (LCA). Program pertama, Multi-Role Combat Aircraft atau MRCA, merupakan program untuk mencari pesawat tempur “kelas berat” bagi Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM). Sementara program Light Combat Aircraft (LCA) merupakan program untuk mencari pesawat tempur “kelas ringan” bagi Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).

Baca juga :   Pesawat Angkut Antonov An132D Memulai Debut Di Timur Tengah

Saat ini, pemerintah Malaysia sendiri dalam program LCA berfokus untuk mencari kandidat pesawat tempur yang mampu untuk digunakan hingga kurang lebih lima belas tahun mendatang. Program LCA sendiri secara umum berfokus untuk mencari pesawat tempur supersonik yang mampu menggantikan peranan pesawat jet tempur mesin tunggal BAE Systems Hawk. Secara tidak resmi, pihak Tentera Udara Diraja Malaysia melalui seorang perwira yang tidak ingin disebutkan namanya, menyebut bahwa kebutuhan akan pesawat tempur LCA yang diinginkan oleh pemerintah Malaysia beserta TUDM mengharuskan bahwa pesawat jet tempur tersebut harus memiliki kemampuan pertempuran udara ke udara serta kemampuan untuk melaksanakan misi serangan dari udara ke darat. Namun demikian, dapat dikatakan bahwa keputusan untuk berfokus pada program LCA merupakan pengalihan akibat gagalnya upaya Malaysia dalam mensukseskan akuisisi platform pesawat “kelas berat” melalui program MRCA.

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here