Thursday, May 13, 2021
HomeAlutsistaPesawat TempurAT-6 Wolverine, Modifikasi Pesawat Latih Menjadi Pesawat COIN Anti Gerilya

AT-6 Wolverine, Modifikasi Pesawat Latih Menjadi Pesawat COIN Anti Gerilya

AT-6 Wolverine, Modifikasi Pesawat Latih Menjadi Pesawat COIN Anti Gerilya – HobbyMiliter.com – AT-6 Wolverine lahir sebagai varian baru dari pesawat latih T-6 Texan. Beechcraft Defense AT-6 Wolverine jadi piiihan baru pesawat penyerang ringan dan pengintai.

Wolverine atau Culo gulo, di dunia hewan adalah sejenis binatang pemakan daging yang rakus dari keluarga Mustelidae. Hewan berkepala moncong, berbulu tebal, dan berkaki pendek yang banyak hidup di kawasan dingin Kanada, Amerika Utara, hingga Siberia, Rusia ini sering juga disebut beruang kecil. Binatang ini sebenarnya punya kekerabatan dekat dengan musang dan linsang. Wolverine merupakan hewan buas, mampu menjelajah jauh, dan tak akan segan-segan memangsa predator lain seperti serigala bahkan beruang bila sumber makanan mereka sudah langka.

“Wolverine kami pilih dari 100 nama yang diusulkan karyawan kami untuk AT-6,” ujar Russ Bartlett, Presiden Beechcraft Detense Company, dalam Paris Air Show, Juni 2015. “Kami ingin menggambarkan karakter AT-6 seperti binatang tersebut. Pesawat ini andal digunakan untuk misi pertahanan sekaligus penyerangan,” tambahnya. November 2015 Wolverine diperkenalkan perdana di Dubai Airshow.

AT-6 Wolverine, Modifikasi Pesawat Latih Menjadi Pesawat COIN Anti Gerilya
AT-6 Wolverine, Modifikasi Pesawat Latih Menjadi Pesawat COIN Anti Gerilya

Di Pameran Kedirgantaraan Dubai 2015 tersebut, Bartlett menjabarkan lebih lanjut bahwa AT-6 telah berhasil menunjukkan performa terbaiknya dalam latihan Joint Terminal Attack Controllers NATO di Republik Ceko. Wolverine melaksanakan tujuh misi dan mendemonstrasikan 35 kali penembakan langsung dengan hasil akurat.

BACA JUGA :  Rusia Terima Sistem Peluncur Roket Tornado-S Termutakhir

“Ini adalah misi penting pertama yang dilakukan Wolverine di tempat jauh dalam latihan siang dan malam sekaligus membuktikan kemampuan, ketangguhan, ketahanan, dan interoperabilitas AT-6 saat digunakan dalam skenario pertempuran besar sebagai Forward Air Controller (FAC),” urainya. Latihan dilaksanakan bersama 19 negara dengan 1.200 personel terlibat.

Burtlett melanjutkan, Wolverine dirancang sebagai pesawat kombatan multiperan. Selain sebagai pesawat penyerang dan pengintai, AT-6 dapat pula digunakan untuk latih, pengamanan pelabuhan, operasi anti narkotika, dan misi sipil seperti pengamatan bencana alam dan kebakaran hutan. Pesawat dilengkapi beragam perangkat modern mulai dari sensor, sistem avionek ber-arsitektur terbuka, hingga mesin terbaru Pratt and Whitney PT-6A-68D.

AT-6 dilengkapi komputer sistem misi seperti yang digunakan pada Lockheed Martin A-1OC Thunderbolt II, Hawker Beechcraft MC-12 Liberty, CMC Esterline Glass Cockpit 4000, plus L-3 WESCAM MX-15Di. Perangkat avionik di kokpit menampilkan data primer penerbangan, data mesin dan navigasi, flight management system, GPS, HUD (terintegrasi night vision goggle), MFD, dan panel kontrol. Sementara tongkat kemudi HOTAS (hands on throttle and stick) terdapat di kursi depan maupun belakang untuk pilot dan instruktur.

UFCP (up-front control panel) di kokpit depan dan belakang menampilkan kontrol navigasi dan mode udara ke udara serta udara ke darat. Perangkat ini juga mendukung komunikasi radio serta program dan pemilihan senjata. Kemudian PFD {primary flight display) menampilkan data-data penerbangan seperti posisi pesawat, kecepatan, ketinggian, dan arah penerbangan.

BACA JUGA :  Uni Eropa Pakai Senjata Nuklir Rusia Untuk Mencegah Kiamat Asteroid

TSD (tactical situation display) meningkatkan kewaspadaan situasi dengan menampilkan perencanaan bertingkat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan misi. MAP (moving map display) digital berwarna menampilkan keadaan pesawat terhadap situasi sekitar, serta EICAS (engine instrument and crew alerting system) menampilkan informasi sistem kendali pesawat serta keadaan mesin, propeler, hidrolik, bahan bakar, trim, flap, dan sebagainya.

Untuk komunikasi, AT-6 dilengkapi UHF/ VHF/ UHF-SATCOM, juga EPLARS (enhanced position location and reporting system), JTIDS (joint tactical information distribution system), dan SADL (situation awareness data link). Hal ini memungkinkan pilot berkomunikasi langsung baik dengan pangkalan, maupun dengan unit pasukan darat yang didukungnya, tanpa perlu harus direlay lagi.

AT-6 Wolverine, Modifikasi Pesawat Latih Menjadi Pesawat COIN Anti Gerilya
AT-6 Wolverine, Modifikasi Pesawat Latih Menjadi Pesawat COIN Anti Gerilya

Untuk membawa persenjataan, AT-6 dilengkapi tujuh cantelan (enam di sayap, satu di centerline) dengan empat cantelan mampu membawa MIL-STD 1760 smart weapons interface. Wolverine mampu memuat hampir dua ton senjata mulai dari senapan mesin kaliber .50 (gun pod), rudal udara ke darat AGM-114 Hellfire dan AGM-65 Maverick, rudal udara ke udara AIM-9 Sidewinder, bom Paveway II/IV, JDAM (joint direct attack munition), bom diameter kecil (SDB), serta pod roket kaliber 2.75 inci.

BACA JUGA :  Hubungan Russia-Turki Memanas, Russia Mulai Membatasi Impor Barang Dan Pekerja Dari Turki

Untuk perlindungan, bagian kokpit dan mesin diberi tambahan lapisan baja. Sementara untuk anti infra merah, pesawat ditambah perangkat sistem peringatan serangan rudal AN/AAR-47 dan sistem ALE-47.

Dalam pengoperasian, AT-6 dirancang sebagai pesawat berbiaya rendah. Turunan dari pesawat latih T-6 ini mengudara pertama kali tahun 2009. Rencana pembuatannya pertama kali disosialisasikan ke publik dalam Farnborough Airshow 2006.

Kehadiran Textron Aviation yang menaungi Beechcraft, Hawker, Cessna, Bell Helicopter, dan beberapa perusahaan lainnya di perhelatan Dubai Airshow 2015, tidak lain sebagai salah satu upaya memasarkan AT-6 Wolverine ke kawasan Timur Tengah dan Teluk. Textron dan Beechcraft Defense tampaknya masih harus bekerja keras menghadang dua pesaing utama mereka, Embraer A-29 Super Tucano dan IOMAX Archangel yang telah lebih dulu hadir dan mendapatkan pembeli.

Tidak seperti pesawat latih T-6A/B/C yang telah digunakan di sejumlah negara dan diproduksi 2.000 unit, AT-6 Wolverine hingga saat ini masih mencari peminatnya. Dikabarkan, AU Irak tengah mengkaji pembelian Wolverine yang dinilai pas dengan kriteria yang mereka inginkan.

Namun apesnya, pada kompetisi tender Pesawat Serang Ringan Angkatan Udara Amerika Serikat, AT-6 Wolverine kalah 2 kali dari A-29 Super Tucano.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua