HomeAlutsistaKapal PerangKapal Selam TNI AL: dari Era Whiskey, Cakra, Nagapasa, hingga Scorpene

Kapal Selam TNI AL: dari Era Whiskey, Cakra, Nagapasa, hingga Scorpene

Kapal Selam TNI AL – HobbyMiliter.com – Indonesia adalah salah satu negara Asia Tenggara pertama yang mengoperasikan kapal selam, dan sampai hari ini kekuatan bawah lautnya termasuk yang paling berpengalaman di kawasan. Dari selusin kapal selam kelas Whiskey warisan era Sukarno, menyusut menjadi dua kelas Cakra, lalu bangkit lagi lewat kelas Nagapasa dan kini Scorpene — perjalanan kapal selam TNI AL adalah cermin pasang surut kekuatan maritim Indonesia itu sendiri.

Kapal selam Type 209/1400, keluarga yang sama dengan kelas Nagapasa TNI AL
Kapal selam Type 209/1400, keluarga yang sama dengan kelas Nagapasa TNI AL (Foto: Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0)

Era Whiskey: Armada Kapal Selam Terbesar di Asia (1959–1970-an)

Pada 1959–1962 Indonesia menerima 12 kapal selam kelas Whiskey (Proyek 613) dari Uni Soviet — menjadikan TNI AL operator kapal selam terbesar di Asia di luar Soviet dan Tiongkok pada zamannya. Kapal-kapal ini, antara lain RI Tjakra dan RI Nanggala generasi pertama, dipersiapkan untuk Operasi Trikora merebut Irian Barat dan menjadi momok serius bagi Belanda. Awak-awak Indonesia dilatih di Vladivostok dan kapal-kapal itu benar-benar menyusup ke perairan musuh. Setelah 1965, hubungan dengan Soviet putus, suku cadang mengering, dan armada raksasa itu menyusut satu per satu sampai habis pada 1970-an — pelajaran mahal bahwa membeli kapal selam jauh lebih mudah daripada merawatnya.

Era Cakra: Dua Penjaga Setia (1981–2022)

Kekosongan bawah laut diisi pada 1981 dengan kedatangan dua kapal selam Type 209/1300 dari Jerman Barat: KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402. Selama empat dekade keduanya adalah seluruh kekuatan kapal selam Indonesia — ditingkatkan berkali-kali, termasuk overhaul besar di Korea Selatan yang memperbarui sistem tempurnya. Era ini berakhir tragis pada 21 April 2021, ketika KRI Nanggala 402 hilang bersama 53 awaknya saat latihan torpedo di utara Bali dan ditemukan terbelah di kedalaman 838 meter. Seluruh awak dinyatakan gugur sebagai pahlawan, dan Indonesia kehilangan separuh kekuatan kapal selamnya dalam semalam — pukulan yang mempercepat semua program pengadaan bawah laut sesudahnya.

Era Nagapasa dan Scorpene: Kebangkitan Kembali

Sebenarnya kebangkitan sudah dimulai sebelum tragedi itu: kontrak 2011 dengan Daewoo (kini Hanwha Ocean) Korea Selatan menghadirkan tiga kapal selam kelas Nagapasa (Type 209/1400 versi perbaikan) — KRI Nagapasa 403 dan KRI Ardadedali 404 dibangun di Korea, sedangkan KRI Alugoro 405 dirakit di PT PAL Surabaya dan diluncurkan 2019 sebagai kapal selam pertama yang dibangun di Asia Tenggara. Langkah berikutnya jauh lebih besar: pada 2024 Indonesia menandatangani kontrak dua kapal selam Scorpene Evolved dari Naval Group Prancis — berbobot sekitar 1.800 ton, dilengkapi baterai lithium-ion dan sistem tempur modern — yang akan dibangun dengan partisipasi galangan dalam negeri. Scorpene akan menjadi kapal selam tercanggih yang pernah dimiliki Indonesia.

Mengapa Kapal Selam Sangat Penting bagi Indonesia?

Kapal selam adalah senjata penangkal (deterrent) paling efektif untuk negara kepulauan berkantong terbatas. Satu kapal selam yang posisinya tidak diketahui memaksa lawan mengerahkan puluhan kapal dan pesawat hanya untuk mencarinya; ia dapat memblokir selat, mengintai tanpa terlihat, menyusupkan pasukan khusus, dan mengancam kapal induk lawan dengan torpedo berat. Dengan tiga selat Sunda–Lombok–Malaka dan jalur ALKI yang menjadi urat nadi perdagangan dunia melewati perairan Indonesia, armada selam yang kredibel adalah kartu tawar strategis yang tidak bisa digantikan kapal permukaan sebanyak apa pun. Target lama doktrin Kekuatan Pokok Minimum — dua belas kapal selam — masih jauh, tetapi arah perjalanannya kini jelas: dari dua unit di titik nadir, menuju armada modern dua digit di dekade mendatang.

Kehidupan di Dalam Kapal Selam

Bertugas di kapal selam bukan pekerjaan biasa. Awak Indonesia — yang korpsnya dikenal dengan motto Wira Ananta Rudira, tabah sampai akhir — hidup berminggu-minggu dalam tabung baja tanpa melihat matahari, tidur bergantian di ranjang yang dipakai bersama antar giliran jaga (disebut hot bunking), dan bernapas dengan udara yang didaur ulang mesin. Setiap suara berarti: palu yang jatuh sembarangan dapat didengar sonar lawan dari bermil-mil jauhnya, sehingga disiplin kebisingan adalah soal hidup dan mati. Hanya sukarelawan terpilih yang lolos seleksi fisik dan psikologis ketat yang dapat mengenakan lencana kapal selam bergambar ikan paus dan ombak itu.

Indonesia dan Perburuan Kapal Selam Musuh

Memiliki kapal selam saja tidak cukup; Indonesia juga membangun kemampuan memburu kapal selam asing yang menyusup. Tugas ini diemban korvet-korvet kelas Diponegoro dan Bung Tomo bersonar dan torpedo, helikopter AS565 Panther bersensor celup, serta pesawat patroli maritim CN-235 MPA dan armada patroli TNI AU/TNI AL yang menjatuhkan pelampung sonar. Insiden penyusupan kapal selam asing ke perairan Indonesia beberapa kali terungkap ke publik dan selalu berakhir dengan pengusiran. Dalam permainan kucing-kucingan di bawah laut antara pemburu dan yang diburu inilah sebagian besar anggaran dan latihan kekuatan bawah laut Indonesia sebenarnya dihabiskan.Satu catatan yang patut digarisbawahi: dari era Whiskey sampai Nagapasa, Indonesia tidak pernah sekalipun kehilangan kapal selam dalam pertempuran — satu-satunya kehilangan adalah kecelakaan latihan Nanggala, tragedi yang justru memperlihatkan betapa berbahayanya profesi ini bahkan di masa damai.

Baca juga: Kapal Perang TNI AL, artikel pilar kekuatan laut kami, dan KRI Rigel 933, kapal survei yang memetakan laut tempat kapal selam beroperasi.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusuma
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa

0
HobbyMiliter.com - MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa.  Berbicara tentang pesawat jet tempur, apa yang terlintas di pikiran anda semua? F-16, Su-35, F-22, atau...
Patroli perbatasan di tanah Papua

Patroli di Tanah Papua