Tuesday, June 28, 2022
HomePemerintah Indonesia Barter Sumber Daya Alam dengan Sukhoi Rusia?

Pemerintah Indonesia Barter Sumber Daya Alam dengan Sukhoi Rusia?

Hobbymiliter.com – Dalam rangka peremajaan alutsista, Kementrian Pertahanan Indonesia memutuskan untuk mengganti satu skuadron pesawat tempur jenis F-5 Tiger milik TNI AU dengan pesawat tempur jenis Sukhoi SU-35 dari Rusia. Hal ini dikarenakan pesawat jenis F-5 Tiger diketahui akan memasuki pensiun.

Pembelian alutsista tersebut menggunakan sistem ‘G to G’ (Government to Government) yang merupakan kesepakatan bisnis antar pemerintah kedua negara. Proses transaksi pembelian Sukhoi tersebut dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan Rusia.

“Kita sepakat akan membeli satu skuadron Sukhoi SU-35 dari Rusia untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger, lengkap dengan senjatanya”, kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Pesawat Tempur F-5 Milik TNI AU
Pesawat Tempur F-5 Milik TNI AU

Pembelian SU-35 ini akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran keuangan negara. Pak Menhan beralasan anggaran yang didapat untuk TNI AU tidak hanya untuk pembelian alusista, tetapi juga digunakan untuk perawatan, perbaikan rutin, dan biaya operasional TNI.

BACA JUGA :  Sekilas Angkasa Yudha 2016, Latihan Tempur TNI AU di Natuna

Beliau juga menambahkan bahwa pembelian alusista dari negara Rusia ini juga disertai transfer of technology (tot) ilmu pesawat tempur.

Sesuai dengan amanat UU Tentang belanja alusista yang mewajibkan adanya Transfer of technology, yang diharapkan ke depannya nanti bangsa Indonesia tidak hanya sebagai pembeli alusista pesawat tempur, tetapi dapat menjadi pembuat dan penjual pesawat tempur, serta menghilangkan ketergantungan belanja alusista dari negara-negara di dunia.

Namun kita tahu bahwa ilmu itu mahal. Sampai pepatah menyatakan cari lah ilmu sampai negeri China. Ilmu bisa dicari tapi tidak bisa dibeli. Ilmu hanya bisa dipelajari dengan berjalannya waktu. Proses belajar menuntut ilmu inilah yang membuat suatu ilmu menjadi mahal. Negara Jepang butuh 50 tahun sejak restorasi Meiji untuk berubah menjadi negara maju pada saat itu. China butuh 20 tahun belajar teknologi dari Rusia dalam hal teknologi militer. Jadi nilai ilmu sangatlah mahal terutama menyangkut perkembangan technology persenjataan.

BACA JUGA :  Kepala Propaganda dan Jurubicara ISIS Tewas Di Aleppo
Proses Pembuatan Sukhoi Su-35
Proses Pembuatan Sukhoi Su-35

Lalu timbul pertanyaan, bagaimana bisa pihak Russia mau memberikan TOT ilmu pesawat kepada Indonesia yang membeli “hanya” 12 unit plus belinya ngeteng, serta mendapat bonus pinjaman kredit hutang ringan atau soft loans $3 milion US dollar atau sekitar Rp.40 Trilyun. Untuk modal belanja alusista, seperti Sukhoi Su 35, S-300, pesawat amphibi, tank marinir dan pesawat angkut besar, serta membeli perlengkapan dan persenjataan lengkap untuk pesawat sukhoi, termasuk tambahan rencana pembelian kapal selam Kilo Class atau pun Amur Class.

Jika melihat kembali ke belakang, hal ini pun terjadi pada saat pembelian Sukhoi batch pertama tahun 2003-2004, di mana pemerintah saat itu membeli 2 Sukhoi tanpa senjata dan rudal, dengan pola barter atau ditukar dengan produk sumber daya alam, seperti minyak sawit, batubara, logam biji besi, dan proyek proyek migas.

BACA JUGA :  TNI AU Setujui Kontrak Suku Cadang Pesawat, Senilai Rp 323 Miliar

Berdasarkan hal itu, maka muncul berbagai spekulasi jika nanti pembelian Su-35 disertai ToT, maka bisa jadi ada hal-hal lain yang menjadi daya tawar pemerintah agar mendapat kepastian tot untuk alusista TNI yang di ajukan kepada pihak Russia. Spekulasi tersebut di antaranya adalah:

1.Proyek tambang aluminium

Perusahaan aluminium terbesar dunia, Rusia Aluminium (Rusal), menjajaki peluang investasi sektor hulu hingga hilir industri aluminium di Indonesia. perusahaan Rusal siap mengembangkan tambang, membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) bauksit untuk memproduksi alumina, serta pengolahan produk jadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

PMC, Cara China Meningkatkan Pengaruhnya Di Afrika

PMC, Cara China Meningkatkan Pengaruhnya Di Afrika

0
Hobbymiliter.com - PMC, Cara China Meningkatkan Pengaruhnya Di Afrika. Salah satu grup media daring asal India, The Economic Times menyebut bahwa kehadiran Perusahaan Militer...

Recent Comments