Saturday, October 17, 2020
Home Laut Natuna, Milik Indonesia atau China?

Laut Natuna, Milik Indonesia atau China?

Hobbymiliter.com – Hubungan Indonesia dengan Cina tiba-tiba memanas saat dipicu oleh serangan kapal bersenjata Indonesia pada kapal-kapal nelayan Cina yang melakukan pencurian ikan di perairan Natuna, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu.

Tindakan kapal nelayan dan Coast Guard China di Laut Natuna itu menunjukkan bahwa negara tersebut memandang Indonesia, hanya dengan sebelah mata. Teriakan dan protes pemerintah Indonesia, tidak ditanggapi dengan serius. Pemerintah China, justru melemparkan sanggahan.

Bukannya meminta maaf karena mencuri ikan di wilayah Indonesia, Pemerintah Cina justru meminta Indonesia melepas para nelayan mereka. Kementerian Luar Negeri Cina justru beranggapan bahwa nelayan mereka menangkap ikan di tempat biasanya, dan bukan wilayah Indonesia.

BACA JUGA :  Jerman Kerahkan 1000 Pasukan dan Armada Tank ke Perbatasan Rusia

“Lokasi kejadian itu merupakan tempat yang biasa didatangi para nelayan kami. Itu bukan perairan Indonesia,” ujar Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying di Beijing, Senin (21/3/2016).

Respon Militer Indonesia

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi mengatakan bahwa Kapal Cina KM Kway Fey 10078 sudah jelas berada di teritori Indonesia. Kapal tersebut berada di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia.

“Berdasarkan floating daripada Lanal Ranai, kapal itu berada di wilayah kita, di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Itu harus kita bicarakan nanti,” ujar Laksamana Ade di Lanud Halim Perdananakusumah, Selasa, 22 Maret 2016.

BACA JUGA :  Rusia Persiapkan Jet Tempur Pengebom Luar Angkasa Dengan Hulu Ledak Nuklir

KSAL mengatakan pelanggaran ini telah ditanggapi Indonesia dengan mengirim nota protes ke Pemerintah Cina. Laksamana Ade Supandi mengatakan TNI Angkatan Laut belum mengambil langkah dengan menambah armada atau mengambil tindakan, karena pelanggaran ini masih diselesaikan dengan diplomasi. Karena menurut beliau, jika dapat diselesaikan dalam kerangka diplomasi maka TNI AL tidak akan turut campur.

Laksamana Ade juga mengatakan belum akan menambah jumlah armada di Laut Natuna, karena pelanggaran yang dilakukan kapal Cina masih merupakan konflik perikanan, bukan konflik yang mengganggu pertahanan negara. “Kita menambah armada sesuai dengan eskalasi, ini masih konflik perikanan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pentagon Beberkan Keberadaan Senjata Nuklir Di Pulau Okinawa Jepang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua