Tiongkok Buka Pangkalan Militer Di Afrika, AS Mencermati

0
2395
23-tiongkok-buka-pangkalan-militer-di-afrika

Hobbymiliter.com – Rencana Tiongkok untuk membangun sebuah pangkalan militer di Djibouti, Afrika bisa menjadi langkah pertama yang akan membuat Beijing terlibat lebih dalam di perpolitikan Afrika. Strategi ini harusnya membuat Amerika Serikat mencermati dan “ketar-ketir,” demikian menurut wartawan James Poulos.

Tahun lalu, Tiongkok memulai pembicaraan dengan Djibouti untuk memasang “pangkalan logistik” dan lapangan terbang di negara Afrika timur tersebut.

“Selama beberapa tahun terakhir hubungan kerjasama antar kedua negara telah terus berkembang, dan praktis di semua aspek ada kerjasama,” ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Yang Yujun saat ditemui oleh wartawan pada bulan Juni 2015.

BACA JUGA :  Pesawat Latih Baru TNI AL
23-tiongkok-buka-pangkalan-militer-di-afrika
Parade Pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Sumber: Reuters

Amerika Serikat, yang juga memiliki pangkalan militer di Djibouti, khawatir tentang perluasan lingkup pengaruh Tiongkok yang kini merambah Benua Hitam. Menurut James Poulos yang bekerja di surat kabar The Week, Washington memang sudah seharusnya khawatir.

“Berkat banyaknya tantangan dan prioritas berbeda yang dihadapi kedua kekuatan ekonomi dan militer ini, intervensi Tiongkok di Afrika adalah bentuk dari pesta pora yang dinikmati Beijing dan krisis bagi AS,” tulis Poulos.

Djibouti memiliki lokasi geostrategis yang ideal di sepanjang Laut Merah. Negara ini juga memiliki pemerintah yang stabil, sehingga menjadikannya tempat yang cocok bagi AS dan Tiongkok. Jika Washington menggunakan pangkalan militernya di Afrika untuk meluncurkan operasi drone, maka pangkalan Beijing untuk saat ini hanya akan bertujuan mengakomodasi banyaknya investasi yang mereka lakukan di benua itu.

BACA JUGA :  Hadapi Ancaman Korut, Jepang Pertimbangkan Beli Sistem Pencegat Rudal Dari AS

“Di Afrika, Tiongkok telah menemukan bukan hanya pasar untuk mengeruk uang tetapi untuk memberi pekerjaan dan mengakuisisi tanah – dua komponen penting dari pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Poulos.

Pada saat acara Forum Kerjasama Tiongkok-Afrika bulan lalu, Beijing berjanji untuk menginvestasikan 60 miliar dollar di Afrika. Tiongkok tidak memberi jenis bantuan tanpa bunga yang biasa disediakan oleh Barat, namun sebagian besar investasi mereka akan datang dalam bentuk pinjaman dan kredit ekspor.

“Tiongkok mulai beroperasi di Afrika dengan penuh kepercayaan diri, dengan mengadakan hubungan yang lebih bernuansa saling menguntungkan ketimbang hubungan Afrika dengan perusahaan Amerika dan pemerintah federalnya,” demikian tulis Dewan Hubungan Luar Negeri Tiongkok dalam sebuah posting blog.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here