taurus 1

HobbyMiliter.com – Rudal Taurus KEPD 350 Diklaim Anti Jamming GPS. Ketika Korea Utara menunjukkan kemampuan jamming pada sinyal GPS (Global Positioning System), Taurus Systems menjamin ketika sinyal GPS pada rudal Taurus KEPD 350 dilumpuhkan, sistem pandunya tak akan terpengaruh.

“Taurus memang menggunakan GPS, tapi saat GPS telah di jamming maka sistem pandunya tetap akan mengejar targetnya, hal ini karena inertial navigation system yang membuat laju rudal mampu menggunakan terrain dan image reference update,” Kata Oliver Kessler, director New Business Asia Taurus Systems Korea

Karena harganya sangat mahal, jet tempur yang membawa Taurus sangatlah terbatas, contohnya Boeing F/A-18 Hornet , Tornado, Saab Gripen, Eurofighter Typhoon, hingga F-15K. Taurus biasanya dipasang pada jet tempur F-15K milik korea selatan, sedangkan Spanyol memasang Taurus pada jet tempur F/A-18 Hornet, lalu Jerman juga memasang Taurus pada jet tempur Tornado dan Typhoon. Saat diluncurkan, sayap rudal akan membuka, dan menjadikan Taurus melesat seperti drone bermesin jet dan siap menghantam target. Kessler mengatakan bahwa Taurus mampu beradaptasi dengan bentuk permukaan bumi, serta mampu terbang di ketinggian kurang dari 30 meter, hal ini membuat Taurus sulit untuk dideteksi oleh radar.

Baca juga :   Korea Selatan Terima Rudal Jelajah Taurus

Sasaran utama dari Taurus KEPD 350 adalah Obyek besar seperti bunker bawah tanah, jembatan, pos peluncur rudal, hingga kapal perang mampu dihancurkan dari jarak jauh. Memiliki jarak tembak hingga 500 km, walaupun di beberapa kasus mampu lebih jauh lagi.

Rudal ini hasil rancangan MBDA Deutschland GmbH dengan Saab Bofors Dynamics, dan mengusung desain stealth serta konsep modular, semenjak dioperasikan di tahun 2005, rudal ini telah disiapkan untuk diinstal di berbagai perangkat. Dilengkapi dengan air intake dan sayap lipat, Rudal Taurus menggunakan mesin Williams P8300-15 Turbofan mampu melesat dengan kecepatan mencapai Mach 0.80 – Mach 0.95. Melesat pada low level dan melaju hampir mencapai Mach 1, membuat rudal ini sangat sulit untuk ditembak jatuh oleh kanon tercepat sekalipun.

Baca juga :   Indonesia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan Adakan Pertemuan Trilateral, Bahas Proyek Pesawat IFX

Beratnya mencapai 1.400 kg, membawa hulu ledak jenis Mephisto (Multi-Effect Penetrator, HIgh Sophisticated and Target Optimised) seberat 480 kg. Mephisto didesain untuk meledak menggunakan pengaturan waktu (beberapa saat) sesudah mengenai sasaran, sehingga sangat cocok untuk menghancurkan target berupa bunker. Meskipun begitu, Kessler mengatakan kalau Taurus tidak didesain untuk membawa hulu ledak nuklir.

Walaupun kecil kemungkinan diadopsi oleh Indonesia, tapi Kessler menyatakan siap untuk memberikan solusi kerjasama bagi Indonesia. Bisa saja rencana adopsi “Taurus” pada proyek KFX menjadi poin menarik untuk manufaktur, karena Indonesia turut andil pada proyek jet tempur KFX/IFX

Jangan lupa isi form komentar di bawah
ARTIKEL MENARIK LAINNYA UNTUK ANDA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here