Friday, August 14, 2020
Home Voronezh, Stasiun Radar Peringatan Dini Termutakhir Rusia

Voronezh, Stasiun Radar Peringatan Dini Termutakhir Rusia

Hobbymiliter.com – Awal bulan ini, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa pada tahun 2016 pihaknya akan memperkenalkan tiga stasiun sistem radar peringatan dini yang diberi nama seri Voronezh. Tiga stasiun baru ini akan menambah jumlah total stasiun peringatan radar Rusia menjadi 7 unit. Datangnya sistem jaringan termutakhir ini digadang-gadang akan mampu membantu Rusia untuk menjadi yang terdepan dalam jaringan radar peringatan dini modern.

Stasiun radar Voronezh adalah generasi ketiga dalam sejarah rancangan radar peringatan dini Rusia. Sistem ini disebut mampu mengawasi kondisi wilayah udara baik di dalam maupun di luar Rusia dari jarak jauh, dan mencegah serangan rudal balistik.

BACA JUGA :  Vympel R-73 Alias AA-11 Archer, Rudal Udara ke Udara Sukhoi TNI AU

24-rusia-bangun-stasiun-voronezh-radar-peringatan-dini
Penampakan stasiun radar peringatan dini seri Voronezh. Sumber: The Telegraph

Sistem terbaru ini dikembangkan oleh Radio Engineering and Information Systems Concern, dan Distant Radio Communication Scientific Research Institute. Stasiun ini akan memamerkan sistem standarisasi dan fabrikasi tingkat tinggi, dimana pembangunannya sendiri hanya menelan waktu hingga satu tahun hingga dapat beroperasi, dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang dapat memakan waktu hingga 5-10 tahun.

Menurut pengamat militer di lembaga Svobodnaya Pressa, Vladimir Puchkov, pengurangan durasi konstruksi ini dapat dimungkinkan karena menggunakan beberapa macam modul pabrikan yang ditempatkan pada lantai beton seukuran lapangan sepakbola. Bangunan pos dan tempat tinggal juga dibangun berdasarkan modul tersebut.

BACA JUGA :  Sukhoi Su-30MKI, Pimp My Flanker Ala India

Sistem stasiun seri Voronezh ini juga mengkonsumsi daya listrik yang jauh lebih rendah ketimbang stasiun yang berasal dari zaman Uni Soviet.

Dibandingkan dengan radar Daryal (Soviet), yang mengkonsumsi daya 50 megawatt, dua dari tiga unit Voronezh ini hanya mengkonsumsi 0,7 megawatt, sedangkan satu lainnya yang memiliki “potensi besar” memakan daya sebesar 10 megawatt. Ini tidak hanya menguntungkan dari segi biaya operasional saja, namun juga dari segi kepraktisan dalam merawat sistem pendingin airnya.

Hasilnya, biaya yang diperlukan pun menjadi lebih rendah, yakni 1,5 miliar rubel atau sekitar 271 miliar rupiah, dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang dapat menelan biaya sekitar 10-20 miliar rubel atau sekitar 1,8 hingga 3,6 triliun rupiah per unitnya.

Eileen Aurora
Eileen Aurora
Punya passion yang tinggi di penulisan artikel militer. Berusaha memberikan artikel artikel yang update di situs www.hobbymiliter.com Simak sajian berita militer hari ini dari kami setiap harinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua