Monday, March 1, 2021
Home Voronezh, Stasiun Radar Peringatan Dini Termutakhir Rusia

Voronezh, Stasiun Radar Peringatan Dini Termutakhir Rusia

Hobbymiliter.com – Awal bulan ini, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa pada tahun 2016 pihaknya akan memperkenalkan tiga stasiun sistem radar peringatan dini yang diberi nama seri Voronezh. Tiga stasiun baru ini akan menambah jumlah total stasiun peringatan radar Rusia menjadi 7 unit. Datangnya sistem jaringan termutakhir ini digadang-gadang akan mampu membantu Rusia untuk menjadi yang terdepan dalam jaringan radar peringatan dini modern.

Stasiun radar Voronezh adalah generasi ketiga dalam sejarah rancangan radar peringatan dini Rusia. Sistem ini disebut mampu mengawasi kondisi wilayah udara baik di dalam maupun di luar Rusia dari jarak jauh, dan mencegah serangan rudal balistik.

BACA JUGA :  Pejabat Senior Pakistan Salahkan AS Atas Ketidakstabilan Timur Tengah

24-rusia-bangun-stasiun-voronezh-radar-peringatan-dini
Penampakan stasiun radar peringatan dini seri Voronezh. Sumber: The Telegraph

Sistem terbaru ini dikembangkan oleh Radio Engineering and Information Systems Concern, dan Distant Radio Communication Scientific Research Institute. Stasiun ini akan memamerkan sistem standarisasi dan fabrikasi tingkat tinggi, dimana pembangunannya sendiri hanya menelan waktu hingga satu tahun hingga dapat beroperasi, dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang dapat memakan waktu hingga 5-10 tahun.

Menurut pengamat militer di lembaga Svobodnaya Pressa, Vladimir Puchkov, pengurangan durasi konstruksi ini dapat dimungkinkan karena menggunakan beberapa macam modul pabrikan yang ditempatkan pada lantai beton seukuran lapangan sepakbola. Bangunan pos dan tempat tinggal juga dibangun berdasarkan modul tersebut.

BACA JUGA :  AS Setujui Penjualan Jet F-15QA Untuk Qatar

Sistem stasiun seri Voronezh ini juga mengkonsumsi daya listrik yang jauh lebih rendah ketimbang stasiun yang berasal dari zaman Uni Soviet.

Dibandingkan dengan radar Daryal (Soviet), yang mengkonsumsi daya 50 megawatt, dua dari tiga unit Voronezh ini hanya mengkonsumsi 0,7 megawatt, sedangkan satu lainnya yang memiliki “potensi besar” memakan daya sebesar 10 megawatt. Ini tidak hanya menguntungkan dari segi biaya operasional saja, namun juga dari segi kepraktisan dalam merawat sistem pendingin airnya.

Hasilnya, biaya yang diperlukan pun menjadi lebih rendah, yakni 1,5 miliar rubel atau sekitar 271 miliar rupiah, dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang dapat menelan biaya sekitar 10-20 miliar rubel atau sekitar 1,8 hingga 3,6 triliun rupiah per unitnya.

Eileen Aurora
Eileen Aurora
Punya passion yang tinggi di penulisan artikel militer. Berusaha memberikan artikel artikel yang update di situs www.hobbymiliter.com Simak sajian berita militer hari ini dari kami setiap harinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Rudal Tomahawk Generasi Kelima, Apa Istimewanya?

HobbyMiliter.com - Pada tanggal 30 November 2020, Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy,red) dikabarkan telah berhasil melaksanakan ujicoba peluncuran rudal jelajah Tomahawk varian terbaru...

Purwarupa MPF Medium Tank AS Masuki Tahap Ujicoba Pasukan

HobbyMiliter.com – Purwarupa kendaraan tempur medium tank MPF atau Mobile Protected Firepower dari dua pabrikan kendaraan tempur yang sedang bersaing untuk memenangkan kontrak pengadaan...

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua