Wednesday, January 12, 2022
HomeIndonesia Siapkan "Rumah" Baru, Untuk Kapal Selam Baru

Indonesia Siapkan “Rumah” Baru, Untuk Kapal Selam Baru

Hobbymiliter.com – Saat ini, Indonesia sedang membangun dermaga kapal selam TNI AL di Watusampu, Palu. Pembangunan dermaga kapal selam ini ditargetkan akan selesai akhir tahun 2016. Dan ketika pembangunan dermaga ini telah selesai, maka dua kapal selam baru yang dibeli dari Korea Selatan dan Rusia pun siap bersandar di dermaga ini.

Dermaga kapal selam di Watusampu ini akan melengkapi dua dermaga kapal selam lainnya, yakni di Komando Armada Barat (Koarmabar) di Jakarta dan Komando Armada Timur (Koarmatim) Surabaya. Dermaga kapal selam di Palu nantinya menjadi Komando Armada Tengah (Koarmateng).Dermaga kapal selam di Watusampu akan melengkapi dua dermaga kapal selam lainnya, yakni di Komando Armada Barat (Koarmabar) di Jakarta dan Komando Armada Timur (Koarmatim) Surabaya. Dermaga kapal selam di Palu nantinya menjadi Komando Armada Tengah (Koarmateng).

BACA JUGA :  2016, Robot Tempur Bergabung Dalam Militer Rusia

Komandan Pangkalan TNI AL Watusampu Palu, Kolonel (P) Yanu Madawanto mengatakan, pembangunan tahap pertama sedang berlangsung dan menelan biaya lebih dari Rp 21 miliar. “Tahun ini dilanjutkan ke tahap kedua dan ketiga yang sekaligus sudah selesai,” ujar Kolonel Yanu, 2/2/2016.

Kolonel Yanu Madawanto juga mengatakan bahwa pembangunan dermaga di Palu tersebut sempat tertunda satu bulan karena proses negosiasi pembelian kapal selam di Korea Selatan dan Rusia masih berjalan. Namun saat ini negosiasi sudah selesai sehingga pembangunan dilanjutkan.

BACA JUGA :  Latihan Penembakan dan Pengeboman di AWR Pulung Ponorogo

Dalam Rencana Strategis Minimum Essential Forces (MEF), TNI AL telah merencanakan penambahan armada kapal selam. Kementerian Pertahanan telah menyepakati pembelian kapal selam jenis Changbogo dengan sistem transfer of technology (ToT) dari Korea Selatan dan kapal selam jenis Kilo dari Rusia, berukuran lebar 6 meter dan panjang 100 meter.

Watusampu dijadikan pangkalan kapal selam karena dari sisi topografi kelautan sangat ideal dengan kedalaman pesisir yang baik.

Pengembangan menjadi pangkalan kapal selam, masih membutuhkan waktu karena pangkalan tidak sekadar tersedianya dermaga untuk kapal selam. Berbagai infrastruktur harus tersedia, mulai dari dermaga, sarana penunjang, termasuk asrama bagi personel dan sebagainya. “Tapi arahnya ya pada pembentukan pangkalan,” tutup Kolonel Yanu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Terror attack in Uri

Anggota Parlemen AS Usulkan UU Untuk Jadikan Pakistan Negara Teroris

0
Hobbymiliter.com - Dua anggota Kongres AS, Ted Poe dan Dana Rohrabacher secara resmi mengusulkan rancangan undang-undang untuk menjadikan Pakistan sebagai negara teroris. Rancangan undang-undang...

Recent Comments