Tuesday, January 18, 2022
HomeUAV Rajawali 330 Akan Perkuat TNI AD

UAV Rajawali 330 Akan Perkuat TNI AD

Hobbymiliter.com – Setelah ada drone Wulung dan Aerostar, kini Kementerian Pertahanan pesankan satu jenis drone lagi untuk TNI AD. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan bahwa pihaknya akan menambah empat unit drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Rajawali 330 produksi PT Bhinneka Dwi Persada (BDP). Sama halnya dengan Wulung dan Aerostar, Rajawali juga mengusung mesin tunggal propeller namun dengan dimensi yang lebih kecil.

“Kami akan menambah jumlah armada drone untuk memantau wilayah perbatasan, salah satunya dengan tipe ini. Adanya drone jelas akan mempermudah operasi surveillance bagi prajurit di lapangan,” ujar Ryamizard di ajang Singapore Air Show 2016 (16/2/2016). Dia juga menambahkan bahwa sebenarnya yang dibeli ada tiga unit Rajawali 330, dan satu unit sisanya merupakan bonus.

BACA JUGA :  Foto Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir?

Rajawali 330 nantinya bakal digunakan untuk kebutuhan intai TNI AD. Basis yang dipakai dalam produksinya mengacu pada platform UMS Skeldar dari Saab. Dalam hal ini, PT BDP berperan dalam memodifikasi ulang beberapa komponen dan fitur agar punya kemampuan serta spesifikasi yang dibutuhkan militer Indonesia.

Untuk spesifikasinya, Rajawali-330 ini memiliki panjang keseluruhan 2,27 m; tinggi 0,9 m; lebar sayap 3,3 m. Memiliki take-off berat maksimum 21,5 kg dan dapat membawa muatan maksimum 10 kg. Didukung oleh mesin piston tunggal, Rajawali-330 memiliki kecepatan tertinggi 70 kt dan kecepatan jelajah 43 kt. Pada payload maksimum, UAV memiliki daya tahan lebih dari delapan jam.

BACA JUGA :  Peterjun Jatuh ke Laut dan Tewas Dalam Acara Jogja Air Show 2016

Lebih dalam tentang Rajawali 330, drone fixed wing ini mampu membawa payload seberat 10 kg. Untuk pesanan TNI AD, payload nantinya akan dipasang pilihan perangkat electro optical/infra red camera, FLIR (forward looking infra red), hyperspectral camera, atau mapping camera dengan Light Detection and Ranging (LIDAR). Selain mengandalkan conventional take off and landing, drone ini punya kemampuan semi prepared strip, pneumatic catapult, car top launcher, dan parachute recovery system. Untuk mendarat secara konvensional, Rajawali 330 hanya membutuhkan jalur 60 meter.

BACA JUGA :  Kekuatan Udara Militer Korea Utara

Sedangkan untuk sistem kendali dan navigasinya, Rajawali 330 tak beda dengan drone lainnya, dapat dikendalikan dengan menggunakan remote dan dapat beroperasi otonom (autonomous) setelah mendapat setting waypoint GPS (Global Positioning System).

Pihak BDP menginformasikan bahwa, platform pertama akan dikirimkan pada akhir Maret 2016, kemudian pengiriman berikutnya akan dilakukan secara bertahap, paling lambat hingga akhir tahun ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

ranjau-heli 1

Ranjau Anti Heli : Mimpi Buruk Para Infiltran

0
HobbyMiliter.com – Ranjau Anti Heli : Mimpi Buruk Para Infiltran. Ranjau anti heli atau disebut juga AHM (anti helicopter mine) mungkin kalah terkenal dibandingkan...

Recent Comments