Friday, July 3, 2020
Home UAV Rajawali 330 Akan Perkuat TNI AD

UAV Rajawali 330 Akan Perkuat TNI AD

Hobbymiliter.com – Setelah ada drone Wulung dan Aerostar, kini Kementerian Pertahanan pesankan satu jenis drone lagi untuk TNI AD. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan bahwa pihaknya akan menambah empat unit drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Rajawali 330 produksi PT Bhinneka Dwi Persada (BDP). Sama halnya dengan Wulung dan Aerostar, Rajawali juga mengusung mesin tunggal propeller namun dengan dimensi yang lebih kecil.

“Kami akan menambah jumlah armada drone untuk memantau wilayah perbatasan, salah satunya dengan tipe ini. Adanya drone jelas akan mempermudah operasi surveillance bagi prajurit di lapangan,” ujar Ryamizard di ajang Singapore Air Show 2016 (16/2/2016). Dia juga menambahkan bahwa sebenarnya yang dibeli ada tiga unit Rajawali 330, dan satu unit sisanya merupakan bonus.

BACA JUGA :  Ketika Rudal Panggul IGLA-S Rusia Berhasil Merontokkan Rudal Jelajah Musuh

Rajawali 330 nantinya bakal digunakan untuk kebutuhan intai TNI AD. Basis yang dipakai dalam produksinya mengacu pada platform UMS Skeldar dari Saab. Dalam hal ini, PT BDP berperan dalam memodifikasi ulang beberapa komponen dan fitur agar punya kemampuan serta spesifikasi yang dibutuhkan militer Indonesia.

Untuk spesifikasinya, Rajawali-330 ini memiliki panjang keseluruhan 2,27 m; tinggi 0,9 m; lebar sayap 3,3 m. Memiliki take-off berat maksimum 21,5 kg dan dapat membawa muatan maksimum 10 kg. Didukung oleh mesin piston tunggal, Rajawali-330 memiliki kecepatan tertinggi 70 kt dan kecepatan jelajah 43 kt. Pada payload maksimum, UAV memiliki daya tahan lebih dari delapan jam.

BACA JUGA :  Indonesia Terima UAV VTOL Skeldar V200

Lebih dalam tentang Rajawali 330, drone fixed wing ini mampu membawa payload seberat 10 kg. Untuk pesanan TNI AD, payload nantinya akan dipasang pilihan perangkat electro optical/infra red camera, FLIR (forward looking infra red), hyperspectral camera, atau mapping camera dengan Light Detection and Ranging (LIDAR). Selain mengandalkan conventional take off and landing, drone ini punya kemampuan semi prepared strip, pneumatic catapult, car top launcher, dan parachute recovery system. Untuk mendarat secara konvensional, Rajawali 330 hanya membutuhkan jalur 60 meter.

BACA JUGA :  Kemenhan Rusia Terjunkan Mobil Angkut Senapan Mesin Berat Ke Suriah

Sedangkan untuk sistem kendali dan navigasinya, Rajawali 330 tak beda dengan drone lainnya, dapat dikendalikan dengan menggunakan remote dan dapat beroperasi otonom (autonomous) setelah mendapat setting waypoint GPS (Global Positioning System).

Pihak BDP menginformasikan bahwa, platform pertama akan dikirimkan pada akhir Maret 2016, kemudian pengiriman berikutnya akan dilakukan secara bertahap, paling lambat hingga akhir tahun ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa - HobbyMiliter.com. Aksi koboi udara Amerika Serikat pernah terjadi tanggal 3 Juli 2003...

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer - HobbyMiliter.com. Seiring meningkatnya ketegangan, menyusul mundurnya Amerika Serikat dari kesepakatan damai yang ditandatangani era...

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang - HobbyMiliter.com. Jepang sadar betul posisi dan kondisi geografisnya sebagai negeri kepulauan. Terlebih dalam hubungan dengan...

Foto Foto Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye

Menengok Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye - HobbyMiliter.com -  Lebyazhye Air Force Base dulunya adalah pangkalan udara militer milik Angkatan Udara Rusia. Pangkalan...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua