Hobbymiliter.com – Ledakan bom di Thamrin telah di duga dikendalikan oleh narapidana terorisme dari dalam penjara Nusakambangan, ujar Luhut Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan setelah melakukan evaluasi.

“Kami dapat keterangan, dari Nusakambangan pernah menghubungi Bahrun Naim, lalu mengontak pelaku teror Thamrin, Dian (Juni Kurniadi) yang kemudian mati. Itu yang kami dapat. Mereka yang mengatur bom di Thamrin,” kata Luhut sebagai  Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan dalam konferensi pers di Serang, (29/1/2016)

Baca juga :   Militan Kurdistan Turki Bertanggungjawab Atas Serangan Bom Di Ankara

Diduga dalang di dalam pengeboman di Thamrin itu adalah dua narapidana yang dimaksud yakni Aman Abdurrahman dan Iwan Darmawan Mutho alias Rois. Kedua narapidana itu pernah berkomunikasi dengan petinggi kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) asal Indonesia.

Dalam konfrensi di Serang, 29/1/2016, Luhut berkata “Kami dapat keterangan, dari Nusakambangan pernah menghubungi Bahrun Naim, lalu mengontak pelaku teror Thamrin, Dian (Juni Kurniadi) yang kemudian mati. Itu yang kami dapat. Mereka yang mengatur bom di Thamrin,”.

Baca juga :   PINDAD Tandatangani MoU Kerjasama Industri Pertahanan Dengan UEA, Rusia, Turki, Finlandia

“Teroris makin canggih menggunakan alat yang bisa membatasi penyadapan aparat intelijen. Tapi kami juga tidak kalah sehingga gerakan mereka bisa kami kejar,” kata Luhut Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Pemerintah telah mengambil keputusan  memutus jaringan komunikasi yang dilakukan oleh narapidana terorisme, untuk menghindari insiden teror yang sama di Thamrin, Jakarta Pusat.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here