Perang Proksi Ancam indonesia

0
3075
Perang Proksi Ancam indonesia

Hobbymiliter.com – Perang proksi (proxy war) adalah Perang terjadi ketika lawan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti berkelahi satu sama lain secara langsung. Perang ini menyerang lawan  tanpa menimbulkan perang dengan skala penuh.

Memang berbagai cara dilakukan untuk merebutkan sumber daya alam salah satunya degan perang proksi ini, perang proksi ini timbul karena keserakahan manusia yang serta merta pingin menguasai sumber daya alam, pasalnya  jumlah penduduk dunia terus bertambah, sementara bumi yang dihuni tidak bertambah. Dengan adanya penambahan jumlah penduduk tersebut, kebutuhan energi, pangan, dan air akan semakin meningkat.

Gatot Nurmayanto sebagai jendral panglima TNI berkata bahwa pihak asing tersebut memanfaatkan orang dalam untuk direkayasa dan dibentuk opini sehingga timbul kebencian, ketagihan bertengkar, dan saling tuduh. Memang konflik sosial tidak lepas dari campur tangan pihak asing, tanah airpunlah yang jadi sasaran .

Rapat Koordinasi Nasional Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2016Dalam rapat berjudul Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2016 ini dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang diwakili oleh Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, S.Sos, rapat yang dibahas adalah Memantapkan Peran TNI Dalam Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Guna Mendukung Stabilitas Keamanan Nasional”. rapat ini dihadiri oleh 1.500 peserta, bertempat di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 71-73, Jakarta Selatan, Senin (7/3).

Ancaman yang nyata bagi bangsa indonesia  adalah berubahnya latar belakang dan lokasi konflik, dari perang yang 70 persen berlatar belakang energi di wilayah Timur Tengah berubah menjadi perang berlatar belakang pangan, energi dan air yang lokasinya di wilayah equator, ujar penjelasan Jenderal Gatot  Nurmantyo sebagai panglima TNI.

Jendral Gatot Berkata untuk melakukan tindakan secara hati-hati dan tidak mau di manfaatkan oleh pihak asing untuk menimbulkan konflik dalam masyarakat dan juga pihak asing tidak suka melihat Indonesia itu bersatu, maju, dan menjadi suatu negara yang besar. Serta berpesan dalam melakukan penyelesaian masalah harus melalui suatu pendekatan antarpologi budaya dan soft power dalam melibatkan semua unsur terdiri dari tokoh adat, agama, dan tokoh masyarakat Indonesia.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here