Friday, July 3, 2020
Home Sekilas Modernisasi Alutsista Filipina, Pembelian Kendaraan Tempur Amfibi Dengan Harga Fantastis

Sekilas Modernisasi Alutsista Filipina, Pembelian Kendaraan Tempur Amfibi Dengan Harga Fantastis

Filipina, sebuah negara tetangga Indonesia yang dalam konteks pertahanan dan keamanan nya masih berada dibawah negara – negara tetangganya, seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia kini mulai bangkit berbenah diri. Dengan mengusung Project Horizon, yang bisa dikatakan mirip dengan konsep MEF-nya Indonesia, mereka terus bergerak maju. Selain mendapatkan alutsista hibah dari Amerika Serikat, mereka juga melaksanakan pembelian alutsista dari negara lain.

 

Seperti kita ketahui, Filipina membeli beberapa produk alutsista buatan dalam negeri Indonesia. Produk tersebut diantaranya kapal SSV (Strategic Sealift Vessel) buatan PT. PAL Inddonesia (Persero) dan pesawat angkut ringan NC-212i buatan PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI). Tidak hanya dari Indonesia, Filipina juga membeli alutsista berupa 12 unit pesawat tempur FA50PH dari Korea Selatan.

BACA JUGA :  TNI AL Kini Punya Kapal Hidro Oseanografi Tercanggih di Asia

 

Setelah membeli 2 unit kapal SSV yang merupakan kapal dengan kemampuan angkut pasukan serta kemampuan angkut kendaraan tempur amfibi, tentu Filipina ingin mengoptimalkan kemampuan tersebut dengan membeli kendaraan tempur angkut pasukan amfibi. Kendaraan amfibi tersebut yakni KAAV (Korean Amphibious Assault Vehicle) buatan Korea Selatan. Kendaraan yang merupakan produk license built dari BAE Systems AAV7A1 ini rencananya akan melengkapi inventaris pasukan Marinir Filipina (Philippine Marine Corps).

 

Kendaraan KAAV untuk Marinir Filipina akan dilengkapi dengan sebuah senjata peluncur granat otomatis kaliber 40 milimeter dari jenis K4 AGL, serta sepucuk senapan mesin K6 kaliber 12,7 milimeter. Mengapa pembelian kali ini disebut fantastis? Jawabannya tentu saja karena harga pembelian yang bisa dikatakan “sangat mahal” untuk negara berkembang seperti Filipina. Kontrak pembelian untuk sebanyak 8 unit KAAV bernilai 2,423 Miliar Peso atau setara 52,6 juta Dollar AS. Sebagai pembanding, untuk 37 unit kendaraan tempur amfibi BMP3F pesanan Indonesia diperlukan dana sebesar 114 juta Dollar AS. Dimana selain mendapat jumlah lebih banyak, kendaraan BMP3F Dipersenjatai untuk melakukan aksi penyerangan terhadap posisi pertahanan pantai musuh dengan sistem senjata 3 jenis yang tergabung dalam satu kubah (meriam kaliber 100 milimeter, meriam kaliber 30 milimeter serta senapan mesin kaliber 12,7 milimeter). Unit – unit kendaraan tempur amfibi KAAV milik Filipina rencananya akan mulai diterima pada 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa - HobbyMiliter.com. Aksi koboi udara Amerika Serikat pernah terjadi tanggal 3 Juli 2003...

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer - HobbyMiliter.com. Seiring meningkatnya ketegangan, menyusul mundurnya Amerika Serikat dari kesepakatan damai yang ditandatangani era...

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang - HobbyMiliter.com. Jepang sadar betul posisi dan kondisi geografisnya sebagai negeri kepulauan. Terlebih dalam hubungan dengan...

Foto Foto Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye

Menengok Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye - HobbyMiliter.com -  Lebyazhye Air Force Base dulunya adalah pangkalan udara militer milik Angkatan Udara Rusia. Pangkalan...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua