Brahmos ALCM, Tanda Kemajuan Rudal Jelajah India

0
1477
brahmos 1
HobbyMiliter.com – Brahmos ALCM, Tanda Kemajuan Rudal Jelajah India. Bersamaan dengan rencana pembaharuan alutsista, kapal frigat Van Speijk Class yang telah uzur, yang secara bertahap akan dipensiunkan hingga tahun 2022. Secara otomatis nasib rudal SS-N-26 Yakhont yang merupakan rudal anti kapal andalan TNI AL, juga masih dipertanyakan. Karena sampai saat ini belum ada kapal perang TNI AL yang cocok untuk diinstal dengan rudal jelajah jenis supersonic ini.
brahmos 2

Hal ini lain ceritanya dengan India, dibawah naungan Brahmos Aerospace, industri joint venture yang beranggotakan Defence Research and Development Organisation (DRDO) India dengan NPO Mashinostroyenia (NPOM) Rusia, karir Yakhont atau disebut juga Brahmos (Brahmaputra Moskva) semakin menanjak naik, bahkan penelitian dan pengembangan rudal ini cukup pesat. Selain dimodifikasi menjadi anti kapal/ASCM (Anti Shipping Crusise Missile) serta LACM (Land Attack Cruise Missile), India juga mengembangkannya untuk jeniis ALCM (Air Launched Cruise Missile).

Untuk Brahmos ALCM (Brahmos A) hingga kini masih dalam proses penelitian. Yang lebih hebat adalah platform pembawanya, rudal berbobot 2.550 kg pastinya tak semua pesawat tempur mampu membawanya. Rudal Brahmos A memilih jet tempur Sukhoi Su-30MKI sebagai pembawanya. Bobot yang cukup berat dan memiliki panjang mencapai 8,5 meter membuat rudal Brahmos A hanya bisa diletakkan di central point pada Su-30 MKI.

brahmos 4

Proyek penelitian rudal Brahmos A telah dilakukan bulan Januari 2011, dan baru bulan April 2017 ini akan diuji tembakkannya (first live firing) menggunakan Su-30MKI. AU India menarget akan menginstal sebanyak 216 rudal Brahmos A kepada 42 unit Sukhoi Su-30MKI. Untuk menginstal rudal Brahmos A pada Sukhoi Su-30MKI tidak bisa main plug and play saja, tapi pihak Hindustan Aeronautics Limited (HAL) juga membutuhkan rancangan khusus untuk Su-30MKI.

Sama seperti Yakhont, rudal Brahmos A diklaim bisa menggasak target sejauh 300 km (over the horizon target). Soal kecepatan, dia mampu meluncur hingga Mach 2.8. Standartnya Brahmos A bisa diluncurkan di ketinggian hingga 9.000 meter dan minimal 500 meter. Saat diluncurkan dari pesawat, maka dia akan free fall dalam range 100 – 150 meter, lalu mesin akan hidup dan melesat. Untuk mencapi target berjarak ratusan kilometer, ketinggiannua mampu mencapai 14.000 meter, saat mendekati target (terminal phase) ketinggiannya turun hingga range 5 – 15 meter. Brahmos A ALCM memiliki perbedaan di bagian ujungnya, jika dibandingkan dengan Brahmos ASCM dan LACM. Brahmos A ALCM memiliki lubang air intake yang tertutup oleh nose cap serta ada tambahan stabilizer fins terbaru.

brahmos 3

Untuk menciptakan Brahmos A Extended Range bukan hal yang gampang, jika jarak jangkauan ditingkatkan, otomatis kapasitas fuel juga ikut meningkat, dan pada akhirnya berat rudal menjadi bertambah. Ditambah lagi masalah pada sistem kendali, untuk menjangkau target pada jarak 500 km membutuhkan track and detect relay targeting information, artinya membutuhkan sistem navigasi menggunakan satelit. Walaupun itu semua telah disiapkan oleh India, tapi masih sangat membutuhkan banyak penelitian dan uji coba. Ditambah lagi rencana tentang Brahmos A berhulu ledak nuklir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here