Monday, October 25, 2021
HomeMiliterTeknologi MiliterFlashing Light to Text Converter, Alat Komunikasi Antar Kapal Perang Tanpa Radio

Flashing Light to Text Converter, Alat Komunikasi Antar Kapal Perang Tanpa Radio

Flashing Light to Text Converter, Alat Komunikasi Antar Kapal Perang Tanpa Radio – HobbyMiliter.com – Secanggih apapun alat komunikasi pada kapal perang terbaru, tapi sudah menjadi hal wajib adanya sistem komunikasi tertentu pada situasi darurat.

Dikatakan darurat jika sistem komunikasi yang menggunakan radio di kapal tengah mengalami gangguan atau kerusakan, bahkan bila sistem GPS (Global Positioning System) tengah down, maka harus ada alat komunikasi yang efektif digunakan, setidaknya untuk berkomunikasi antar kapal perang di tengah suatu formasi tempur. Dilatar belakangi oleh situasi seperti yang digambarkan diatas, maka solusinya tertuju pada fungsi lampu sinyal (signal lamp) yang mengirimkan pesan kode morse antar kapal perang.

signal-1

Penggunaan lampu sinyal antar kapal perang merupakan teknik yang sudah cukup tua, karena sejak dimulainya Perang Dunia I, kapal perang permukaan telah menggunakan cara komunikasi seperti ini. Dan ditengah kemajuan perangkat komunikasi yang berbau digital, funsi lampu sinyal walaupun tak menjadi yang utama, tetapi sosoknya selalu hadir di setiap kapal perang, pastinya kapal perang TNI AL juga. Dalam operasi konvoi kapal perang harus melakukan radio silent (guna menghindari penyadapanan oleh lawan), membuat penggunaan lampu sinyal menjadi teknik komunikasi utama sampai saat ini.

BACA JUGA :  Mengenal Senapan Serbu PAR MK3

Tapi pada faktanya, tidak semua awak atau anak buah kapal bisa mengoperasikan lampu sinyal. Hal inilah yang memotivasi Office of Naval Research’s (ONR) TechSolutions, mengeluarkan sebuah prototipe alat yang berlabel Flashing Light to Text Converter (FLTC). Tujuan utamanya adalah agar pelaut yang tidak memiliki keahli kode morse mampu mengirimkan dan menerima pesan morse dengan cepat melalui lampu sinyal.

signal-2

Alat komunikasi FLTC tersusun dari lamp shutters atau lampu LED untuk menggantikan lampu pijar yang sering digunakan pada signal lamp saat ini. Sedangkan alat penerimanya (receiver) berupa kamera GoPro yang dapat menangkap kedipan lampu yang berisi kode morse yang diberikan oleh kapal pengirim.

BACA JUGA :  Korea Selatan Tambah Pesanan Rudal Jelajah KEPD 350K Taurus

Melalui software khusus yang terinstall pada tablet, pesan morse yang ditangkap oleh kamera GoPro mampu menterjemahkan secara langsung menjadi kata atau kalimat. Begitu pula sebaliknya, untuk mengirimkan pesan morse ke kapal lainnya, operator hanya mengetikan pesan berupa kalimat pada tablet atau smartphone, lalu selanjutnya software akan mengkonversikan ke dalam kode morse, yang selanjutnya pesan morse dipancarkan secara otomatis melalui lampu sinyal.

Diberitakan oleh newsatlas.com (17/7/2017), baru-baru ini sudah dilakukan uji coba FLTC antar dua kapal perang milik US Navy, yaitu dari kapal perusak USS Stout dengan USS Monterey di dermaga Lanal Norfolk, Virginia. Di dalam uji coba ini, FLTC berhasil menghantarkan pesan dari dua kapal berjarak 76 meter. Alat komunikasi FLTC mulai dikembangkan di tahun 2015 dan menggandeng Naval Surface and Mine Warfighting Development Center (SMWDC).

BACA JUGA :  Phalanx CIWS: Pertahanan Terakhir Kapal Perang US Navy

signal-3

Walaupun dapat menjadi solusi yang efektif dalam komunikasi antar kapal perang, masalah utama dalam pengiriman pesan melalui lampu sinyal adalah jarak jangkauannya. Cahaya yang dipancarkan paling tidak harus mencapai jarak pandang 8 mil (sekitar 12 km) dan dapat memancarkan 12 kata/menit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua