Friday, September 25, 2020
Home Alutsista Drone UAV Watchkeeper WK450 Drone yang Battle Proven di Afghanistan

Watchkeeper WK450 Drone yang Battle Proven di Afghanistan

Watchkeeper WK450, Drone yang Battle Proven di Afghanistan – HobbyMiliter.com – Di bidang kelengkapan alutsista, Indonesia memiliki drone berkemampuan MALE (Medium Altitude Long Endurance) untuk menunjang misi intelijen, pemantauan udara, serta akuisisi target. Menurut spesifikasi, drone paling canggih dioperasikan oleh Skadron Udara 51 TNI AU yang menerjunkan TUAV (Tactitcal Unmanned Aerial Vehicle) Aerostar pabrikan Aeronautics Defense Systems, perusahaan asal Israel.

Tapi karena armada yang masih belum mumpuni dan ‘mungkin saja’ kapabilitasnya masih kalah dari drone intai milik negara tetangga, membuat peluang untuk pengadaan drone TNI masih panjang. Sebagai bukti, Thales UK dari Inggris belum lama ini dikabarkan telah mengajukan proposal penawaran drone MALE, Watchkeeper WK450 kepada pihak TNI AU.

watchkeeper1

Menurut Janes.com (11/7/2017), Thales UK memberikan penawaran drone Watchkeeper WK450 untuk keperluan intelligence, surveillance, target acquisition, and reconnaissance (ISTAR). Watchkeeper sudah nama yang tenar dalam dunia drone, dengan disokong mesin propeller, 54 unit Watchkeeper saat ini sudah digunakan oleh AD Inggris. Perannya terlibat dalam dukungan relay komunikasi serta mendukung akuisisi target sebagai fungsi artileri medan, karirnya pun telah terbukti dalam kancah perang di Afghanistan.

BACA JUGA :  The Protector – Unmanned Surface Vehicle

Keunikan dari Watchkeeper WK450, drone ini diadaptasi dari basis Hermes 450. Hermes 450 merupakan drone pabrikan Elbit Systems, asal Israel. Dari aspek rancangan dan dimensi, antara Watchkeeper WK450 dengan Hermes 450 seperti tak ada perbedaan, bahkan mesin penyokongnya dipasok dari mesin yang sama, yaitu Engines Limited R802/902(W) Wankel engine 52 hp.

Walaupun agak mirip, bahkan kapasitas angkutnya pun sama – 150 kg, namun untuk kecepatan dan lamanya terbang ada perbedaan mengingat kapasitas payload yang dibawa memiliki beberapa perbedaan. Oleh Thales UK, Watchkeeper WK450 dirancang untuk membawa sensor berupa Thales I-Master ground-moving target indicator/synthetic aperture radar (SAR/GMTI) dan di bagian belakang dipasang modul berupa turret yang membawa electro-optical/infrared (EO/IR) sensor.

watchkeeper2

Walaupun pada dasarnya adalah UAV, airframe Drone Watchkeeper WK450 mampu mengangkut rudal 2 unit rudal, yaitu LMM (Lightweight Multirole Missile) pabrikan Thales Air Defence. LMM memiliki bobot 13 kg dengan berat hulu ledak 3 kg. Rudal udara ke permukaan ini memakai hulu ledak berfragmentasi dan dapat meluncur dengan kecepatan Mach 1.5. Berbekal two-stage solid propellant motor pabrikan Roxel Propulsion Systems (RPS), rudal ini mampu melesat sejauh 8 km dengan pemandu semi active laser dan terminal infrared homing.

BACA JUGA :  Panser dan Helikopter Tanpa Awak Hasil Pengembangan Sikorsky

Watchkeeper WK450 terbang pertama kali pada bulan April 2008 di Utara Israel, sedangkan Watchkeeper varian pertama diproduksi di Inggris dan terbang perdana pada April 2010. Secara resmi AD Inggris (Royal Army) mengoperasikan Watchkeeper pada tahun 2011. Sistem mobilitas yang tinggi merupakan keunggulan yang diberikan oleh Thales UK. Sebagai drone berukuran sedang, sistem Watchkeeper yang tersusun dari pesawat dan kendaraan GCS (Ground Control Station) mampu diangkut menggunakan 1 unit pesawat berjenis C-130 Hercules.

Proses produksi Drone Watchkeeper WK450 mendapat campur tangan dari perusahaan-perusahaan besar di bidang industri aviasi dan pertahanan, seperti Boeing, Cobham, Wimborne (sub perakitan dan kompoonen); Cubic Corporation, Greenford (datalinks); Elbit (air vehicles); LogicaCMG, Leatherhead (digital battlespace integration); Marshall SV, Cambridge (Ground Station shelters and vehicles); Praxis, Bath (programme safety); QinetiQ (airworthiness consultancy and image data management); UAV Engines Ltd, Lichfield (UAV engine); and Vega (training). Resminya Watchkeeper WK450 merupakan produksi UAV Tactical Systems Ltd (U-TacS), merupakan perusahaan hasil joint venture antara Thales UK dengan Elbit.

BACA JUGA :  Keunggulan Naval Drone Schiebel (Rajawali) S-100

watchkeeper3

Dilihat dari spesifikasi, Drone Watchkeeper WK450 berbobot terbang maksimal 450 kg dapat terbang non stop selama 17 jam. Kecepatan maksimalnya 175 km/jam dengan kemampuan jelajah 200 km. Watchkeeper mampu terbang hingga ketinggian 5.500 meter dengan kecepatan menanjak 274 meter/menit. Sebagai perbandingan, Hermes 450 yang saat ini menjadi drone lapis kedua militer Singapura, memiliki kecepatan maksimal 176 km/jam, kecepatan jelajahnya 130 km per jam dengan jarak jelajah 300 km.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua