Monday, November 23, 2020
Home Alutsista Drone UAV Protector USV, Drone Laut Bersenjata Berteknologi Plug and Play

Protector USV, Drone Laut Bersenjata Berteknologi Plug and Play

Protector USV, Drone Laut Bersenjata Berteknologi Plug and Play – HobbyMiliter.com – Kalau saja proyek KCR (Kapal Cepat Rudal) Klewang Class terus dikembangkan, mungkin saja dampak positifnya proyek USV (Unmanned Surface Vehicle) atau drone laut Bonefish juga terus berlanjut ke tahapan produksi prototipe. Pada acara Indo Defence 2014, PT Lundin Industry Invest (North Sea Boats) sudah mengenalkan full mockup Bonefish, dan jika segalanya berjalan lancar, ketika itu dijadwalkan prototipe Bonefish akan mulai dirilis pada tahun 2015.

Walaupun dikenalkan oleh PT Lundin Industry Invest, tapi dukungan teknologi drone yang dapat melaju 40 knots ini diperoleh dari Saab asal Swedia. Karena tak terurusnya proyek Klewang, serta lepasnya campur tangan Saab pada proyek KCR trimaran itu, maka cita-cita Indonesia untuk mengeluarkan prototipe Bonefish juga ikut hilang.

protector-1

Apabila mengacu pada spesifikasi teknisnya, drone laut Bonefish USV tak hanya dapat melakukan misi patroli dan pengintaian di lautan saja, drone ini juga disiapkan untuk mampu membawa rudal anti kapal RBS15 Mk3 yang memiliki kecepatan subsonik. Rudal jenis ini mempunyai hulu ledak HET berbobot 200 kg. Disamping itu, kapal ini juga dilengkapii dengan naval gun 40Mk4.

BACA JUGA :  Media Kanada: Tentara Tiongkok Mencuri Data Jet Tempur F-35

Tak sekedar itu saja, radar Sea Giraffe 1X 3D yang berbobot 150 kg juga terpasang pada USV Bonefish ini. Radar ini dikatakan mampu meminimalisir efek dari lengkung bumi. Terlepas dari cita-cita Bonefish, ide mengerjakan rancangan drone laut USV terus didengungkan oleh para penggiat teknologi di dalam negeri, contohnya Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yang sukses mengeluarkan prototipe USV Savinna dan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) yang mengeluarkan USV via WiFi. Walaupun itu adalah sebuah lompatan kreativitas teknologi, tapi semua itu hanya berakhir dalam tahap prototipe.

Jika kita lihat ke Negara tetangga, USV telah digunakan oleh AL Singapura/Republic of Singapore Navy (RSN) semenjak tahun 2005. Drone laut USV itu adalah Protector USV, pabrikan Rafael Advanced Defense Systems. Berseberangan dengan desain Bonefish, Protector dirancang dari dasar lambung RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat). Varian awal Protector USV dikeluarkan pada tahun 2004, pada varian ini memiliki panjang 9 meter, lebar 3,2 meter dan tinggi 4,5 meter.

Pada varian pertama drone laut Protector USV membawa single diesel engine dan water jet propulsion, kecepatan maksimal Protector mencapai 50 knots (92,6 km/jam). Dengan berat totanya 4 ton, membuat drone ini tak terlalu susah untuk dipindahkan menggunakan trailer. Varian pertama inilah yang sampai saat ini dioperasikan oleh AL Singapura untuk melaksanakan patroli perbatasan, perlindungan obyek vital serta counter terorism. Layaknya sebuah drone, secara otomatis tidak ada risiko bagi keselamatan awak kapal.

BACA JUGA :  Drone Saab Skeldar V-200 Dilengkapi dengan Sensor Avenger II

protector-2

Berbekal sensor dan komponen elektronik pada USV ini berteknologi plug and play, Rafael mengizinkan user untuk memakai Protector pada misi kombatan maupun misi non lethal. Pada misi kombatan, Protector USV bisa menggotong rudal Spike LR, tapi standarnya adalah senapan mesin yang dipasang dalam Mini-Typhoon stabilized remotely controlled.

Dalam modul RCWS ini, USV Protector bisa dilengkapi mulai dari senapan mesin berkaliber 7,62 mm, senapan mesin berat 12,7 mm, atau bahkan pelontar granat otomatis 40 mm. Singapura dikabarkan menggunakan varian FN GPMG (General Purpose Machine Gun) 7,62 mm pada Protector-nya. Sedangkan untuk misi non lethal, Protector bisa menggunakan remote controlled water canon system.

Sebagai drone laut yang dilengkapi persenjataan, sudah pasti USV Protector juga banyak menggunakan sensor, contohnya saja radar pencari, electro-optical director (EOD), FLIR (Forward Looking Infrared), CCD camera, laser range finder dan 360º panoramic camera. Berbekal berbagai macam teknologi yang dikatakan diatas, sudah pasti drone ini bisa dengan mudah berpatroli di tengah kegelapan malam.

BACA JUGA :  Korps Marinir TNI AL Terima MLRS Type 90B Buatan NORINCO China

Perubahan konfigurasi misi bisa dilakukan dengan simpel, melalui sistem plug and play, Protector mampu menjalankan fungsi surveillance and reconnaissance (ISR), naval warfare, anti-submarine warfare (ASW), anti-surface warfare (ASUW), mine countermeasures hingga electronic warfare (EW).

protector-3

Deployment Protector USV memang sangat mudah, pada tahun 2005 drone ini berpartisipasi dalam misi penjaga perdamaian di wilayah Timur Tengah, Protector dikendalikan dari atas kapal LPD (Landing Platform Dock) Endurance Class. Walaupun juga bisa dikendalikan dari jarak jauh, termasuk non-line of sight (NLOS) communication, jarak jangkauan USV ini hanya mencapai 400 nautical mile (740 km).

Rafael di tahun 2012 mengeluarkan varian terbaru, yaitu Protector sepanjang 11 meter. Pada varian ini sudah menggunakan dua mesin Caterpillar C7 diesel, selain memiliki kecepatan yang superior, dan kemampuan jelajahnya pun juga ikut naik. Hingga kini, selain Israel dan Singapura, negara lain pengguna Protector USV adalah Meksiko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua