Friday, July 3, 2020
Home Alutsista Radar Radar CP-SAR Profesor Josaphat Akan Dipasang di Firebird C-1

Radar CP-SAR Profesor Josaphat Akan Dipasang di Firebird C-1

Radar CP-SAR Profesor Josaphat Akan Dipasang di Firebird C-1 – HobbyMiliter.com – Melalui akun Facebook, Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, seorang profesor ahli radar asal Universitas Chiba di Jepang, menyatakan akan melakukan uji coba Hinotori (Firebird)-C1 mission, yaitu penggunaan perdana CP-SAR (Circularly Polarized-Synthetic Aperture Radar) pada pesawat udara.

Sebelumnya Josaphat sudah melakukan uji coba pemasangan CP-SAR pada drone Garuda JX-1. Jika drone Garuda yang menggunakan CP-SAR melakukan uji coba di Jepang, maka Firebird C-1 dikabarkan akan menjalani uji coba di Indonesia.

radarCP-1

Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL) rencananya akan melakukan uji coba pada Firebird C-1 menggunakan pesawat Cessna 182 dengan menggandeng pihak Akademi Angkatan Udara (AAU), Universitas Indonesia (UI) serta Universitas Gadjah Mada (UGM). Belum ada kepastian mengenai rencana uji coba ini, tapi dikabarkan dalam waktu dekat ini akan ada jumpa pers di Indonesia dan Jepang. Beragam uji coba itu merupakan bagian dari rencana pemasangan CP-SAR agar mampu mendukung misi microsatellite di tahun 2021.

BACA JUGA :  Tiongkok dan Rusia Resmi Buka Latihan AL Gabungan Di Laut Cina Selatan

Pada misi drone Garuda, JMRSL mengeluarkan Garuda sebagai drone yang dapat mengudara di lapisan stratosphere, dari segi ketahanan agak beda dengan drone konvensional, Garuda memiliki ketahanan pada cuaca ruang angkasa. Disamping itu beberapa perangkat khusus juga ikut mendukung kecanggihan Garuda, salah satunya Synthetic Aperture Radar (SAR), Hyperspectral & TIR (Thermal Infrared Radar), high resolution and high vision camera, sampai teleskop.

Dengan segudang fasilitas-fasilitas canggih, drone JMRSL, drone Garuda mampu digunakan dalam misi pemetaan bencana, hutan, monitoring wilayah dan lain sebagainya, bahkan mampu mendeteksi tanda-tanda illegal fishing.

radarCP-2

Patinya tak hanya itu saja kemampuan dari CP-SAR, radar ini bukanlah jenis radar biasa, CP-SAR dapat menembus awan serta kegelapan malam. CP-SAR bahkan mampu digunakan sebagai pelacak pesawat, kapal perang siluman (stealth) dan radar AESA (Active Electronically Scanned Array). CP-SAR masuk dalam gelombang L band atau 1,275 giga hertz, dengan panjang gelombang 23 cm.

BACA JUGA :  Media China : Kapal Induk Liaoning ‘Siap Tempur’

L band merupakan gelombang pada frekuensi terendah sehingga lebih panjang jika dibandingkan dengan gelombang jenis lainnya seperti C, X, dan Ku band. Sehingga antena yang diperlukan untuk gelombang L band adalah yang terpanjang dibandingkan gelombang yang lain, sekitar 10-12 meter. Gelombang ini mampu menembus awan sehingga sangat cocok untuk misi pemantauan wilayah Indonesia yang sering tertutup oleh awan. Gelombang juga mampu menembus kabut, asap, hutan, bahkan kedalaman tanah sampai beberapa meter.

Dengan kehebatannya mendeteksi obyek di bawah permukaan tanah, CP-SAR diminati untuk dipasangkan pada pesawat pengintai. Bahkan dengan menggunakan CP-SAR mampu mengentahui lokasi penimbunan senjata teroris yang terletak di belantara hutan dan perkebunan. Oleh Josaphat, CP-SAR didesain menggunakan antena yang lebih simpel, sepanjang 3,6 meter. Ini mengurangi bobot SAR, yaitu kurang dari 100 kilogram alias 10 persen lebih ringan dibandingkan SAR termutakhir yang sering digunakan saat ini.

BACA JUGA :  PT DI Jajaki Kemungkinan Pesanan NC212i Tambahan Untuk AU Filipina

radarCP-3

Dikabarkan bahwa TNI AU juga tertarik untuk memesan CP-SAR pada armada pesawat pengintai Boeing 737 yang berada di Skadron Udara 5. Dan pada akun Facebook Josaphat, memang dikatakan sedang melakukan uji coba radar flight test Hinotori-X1 Boeing 737. Tapi belum dipastikan, apakah yang digunakan adalah Boeing 737 milik TNI AU.

Rencananya CP-SAR JMRSL akan terhubung sebagai radar mikro pada satelit LAPAN-A5 yang dijadwalkan akan mengudara pada tahun 2021. Ketika di ruang angkasa, LAPAN-A5 akan bergerak dengan lintasan polar (dari kutub utara ke selatan), mengelilingi Bumi dengan orbit bulat. Satelit ini akan mengudara di ketinggian sekitar 570 kilometer dengan sudut inklinasi 97,4 derajat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa - HobbyMiliter.com. Aksi koboi udara Amerika Serikat pernah terjadi tanggal 3 Juli 2003...

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer - HobbyMiliter.com. Seiring meningkatnya ketegangan, menyusul mundurnya Amerika Serikat dari kesepakatan damai yang ditandatangani era...

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang - HobbyMiliter.com. Jepang sadar betul posisi dan kondisi geografisnya sebagai negeri kepulauan. Terlebih dalam hubungan dengan...

Foto Foto Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye

Menengok Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye - HobbyMiliter.com -  Lebyazhye Air Force Base dulunya adalah pangkalan udara militer milik Angkatan Udara Rusia. Pangkalan...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua