Kapal Induk Admiral Kuznetsov Mengalami Kecelakaan Ketika Sedang Diperbaiki – HobbyMiliter.com. Floating dry dock terbesar di dunia, PD-50 dilaporkan tenggelam ketika sedang digunakan untuk memperbaiki kapal induk satu satunya Angkatan Laut Rusia, Admiral Kuznetsov yang sedang naik dok. Kecelakaan ini terjadi di lingkungan unit 82nd Ship Repair Plant di Roslyakovo, Murmansk Rusia.
Dilaporkan oleh media online berbahasa Rusia Serverpost.ru, kedua crane raksasa yang terpasang di floating dry dock tersebut rubuh, salah satunya ambruk menimpa flight deck kapal induk tersebut. Laporan terkini menyebutkan terdapat beberapa korban jiwa akibat kecelakaan tersebut.
Beberapa ambulan dan regu penolong telah dikerahkan ke lokasi kejadian oleh otoritas setempat. Angkatan Laut Rusia, Galangan Kapal dan Kementerian Pertahanan Rusia sedang melakukan damage assessment terhadap kapal induk yang sedang naik dok terjadwal ini.
Sebagai laporan awal, Sputniknews melaporkan bahwa ambruknya crane raksasa itu telah membuat sebuah lubang sebesar 4 x 5 meter tepat landasan dan reruntuhannya menembus hanggar tempat penyimpanan pesawat.
Pengamat militer mengkhawatirkan kecelakaan ini akan membuat Admiral Kuznetsov tidak bisa dioperasikan dalam jangka waktu lebih lama dari pada yang dijadwalkan walaupun otoritas setempat mengatakan bahwa kerusakan bisa diperbaiki tanpa menambah waktu naik dok lagi.
Saat ini Angkatan Laut Rusia hanya mengoperasikan satu kapal induk STOL Admiral Kuznetsov, cukup sedikit bila dibandingkan dengan Amerika yang mengoperasikan 10 CVN dan 9 LHA. Kapal induk Admiral Kuzetsov merupakan kapal induk satu satunya Rusia. Kapal induk Admiral Kuznetsov ini mempunyai berat 43000 ton. Kapal induk Rusia ini bisa membawa 18 unit Sukhoi Su-33, varian Flanker untuk operasi di kapal induk.
Kapal ini sejak Juli 2018 naik dok dan menjalani revitalisasi dan perawatan berkala setelah sebelumnya melakukan pelayarab muhibah ke pangkalan Angkatan Laut Rusia di Suriah dalam rangka mendukung operasi militer Rusia di Suriah.
Dijadwalkan perbaikan ini dilakukan hingga tahun 2021. Selama masa perbaikan, kapal ini akan menerima modernisasi sistem elektronik, sistem propulsi dan diharapkan, kapal yang mulai beroperasi di tahun 1986 ini bisa diperpanjang masa pakainya paling tidak hingga 25 tahun lagi.

Kronologi Lengkap Musibah Admiral Kuznetsov
Artikel ini melaporkan awal rangkaian musibah itu. Pada malam 29-30 Oktober 2018, dok apung PD-50 di Murmansk — satu-satunya dok di Rusia barat yang cukup besar untuk Kuznetsov — tenggelam saat kapal sedang diturunkan. Sebuah derek menara seberat 70 ton jatuh menimpa dek penerbangan dan merusak lambung; empat pekerja terluka dan satu hilang. Kuznetsov berhasil ditarik ke dermaga, tetapi Rusia kehilangan fasilitas perbaikannya.
Musibah kedua datang 12 Desember 2019: kebakaran besar akibat percikan pengelasan melanda ruang mesin saat perbaikan, melukai belasan orang dan menewaskan dua orang, serta merusak area kapal yang luas. Setelah itu kapal dipindahkan ke dok kering baru yang dibangun khusus di Galangan 35 Murmansk. Pekerjaan berjalan lambat, dan pada 2025 media Rusia melaporkan perbaikan dihentikan sementara angkatan laut mempertimbangkan apakah Kuznetsov layak diselamatkan atau sebaiknya dipensiunkan dan dibesituakan — yang akan mengakhiri seluruh sejarah kapal induk Rusia.
Baca juga artikel utama kami: Kapal Induk Rusia Ada Berapa? Daftar Kapal Induk Rusia dari Era Soviet hingga Kini.
Dari sisi teknis, persoalan Kuznetsov bukan hanya kerusakan akibat dua musibah itu. Mesin uapnya yang tua terkenal boros dan berasap pekat — dalam pelayaran Suriah 2016 kapal ini bahkan didampingi kapal tunda samudra, sebuah pemandangan yang menjadi bahan ejekan media Barat. Setiap tahun tambahan di dok menaikkan biaya pemulihan, sementara Rusia tidak memiliki kapal pengganti. Di titik inilah keputusan mempertahankan atau mengakhiri program kapal induk menjadi keputusan strategis, bukan sekadar teknis.






