Saturday, September 18, 2021
HomeBerita Militer DuniaMiliter RusiaKapal Induk Admiral Kuznetsov Mengalami Kecelakaan Ketika Sedang Diperbaiki

Kapal Induk Admiral Kuznetsov Mengalami Kecelakaan Ketika Sedang Diperbaiki

Kapal Induk Admiral Kuznetsov Mengalami Kecelakaan Ketika Sedang Diperbaiki – HobbyMiliter.com. Floating dry dock terbesar di dunia, PD-50 dilaporkan tenggelam ketika sedang digunakan untuk memperbaiki kapal induk satu satunya Angkatan Laut Rusia, Admiral Kuznetsov yang sedang naik dok. Kecelakaan ini terjadi di lingkungan unit 82nd Ship Repair Plant di  Roslyakovo, Murmansk Rusia.

Dilaporkan oleh media online berbahasa Rusia Serverpost.ru, kedua crane raksasa yang terpasang di floating dry dock tersebut rubuh, salah satunya ambruk menimpa flight deck kapal induk tersebut. Laporan terkini menyebutkan terdapat beberapa korban jiwa akibat kecelakaan tersebut.

BACA JUGA :  Rusia Siagakan Pasukan Dekat Perbatasan Ukraina

Beberapa ambulan dan regu penolong telah dikerahkan ke lokasi kejadian oleh otoritas setempat. Angkatan Laut Rusia, Galangan Kapal dan Kementerian Pertahanan Rusia sedang melakukan damage assessment terhadap kapal induk yang sedang naik dok terjadwal ini.

Sebagai laporan awal, Sputniknews melaporkan bahwa ambruknya crane raksasa itu telah membuat sebuah lubang sebesar 4 x 5 meter tepat landasan dan reruntuhannya menembus hanggar tempat penyimpanan pesawat.

Pengamat militer mengkhawatirkan kecelakaan ini akan membuat Admiral Kuznetsov tidak bisa dioperasikan dalam jangka waktu lebih lama dari pada yang dijadwalkan walaupun otoritas setempat mengatakan bahwa kerusakan bisa diperbaiki tanpa menambah waktu naik dok lagi.

BACA JUGA :  Duta Besar PBB AS dan Inggris Ingin Keluarkan Rusia Dari Dewan Keamanan PBB

Saat ini Angkatan Laut Rusia hanya mengoperasikan satu kapal induk STOL Admiral Kuznetsov, cukup sedikit bila dibandingkan dengan Amerika yang mengoperasikan 10 CVN dan 9 LHA. Kapal induk Admiral Kuzetsov merupakan kapal induk satu satunya Rusia. Kapal induk Admiral Kuznetsov ini mempunyai berat 43000 ton. Kapal induk Rusia ini bisa membawa 18 unit Sukhoi Su-33, varian Flanker untuk operasi di kapal induk.

Kapal ini sejak Juli 2018 naik dok dan menjalani revitalisasi dan perawatan berkala setelah sebelumnya melakukan pelayarab muhibah ke pangkalan Angkatan Laut Rusia di Suriah dalam rangka mendukung operasi militer Rusia di Suriah.

BACA JUGA :  Rekaman Penembakan MiG-23 Libya oleh F-14 di Teluk Sidra

Dijadwalkan perbaikan ini dilakukan hingga tahun 2021. Selama masa perbaikan, kapal ini akan menerima modernisasi sistem elektronik, sistem propulsi dan diharapkan, kapal yang mulai beroperasi di tahun 1986 ini bisa diperpanjang masa pakainya paling tidak hingga 25 tahun lagi.

Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua