China Diam-Diam Luncurkan Rudal Presisi Baru AR-1B
China Diam-Diam Luncurkan Rudal Presisi Baru AR-1B. Rudal AR-1B Tampak Pada Foto Terpasang Dibawah Sayap UAV CH-5.Sumber : jane's

HobbyMiliter.com – China Diam-Diam Luncurkan Rudal Presisi Baru AR-1B. China dikabarkan secara diam – diam telah meluncurkan rudal presisi terbaru nya. Rudal presisi ini kabarnya didesain khusus untuk menjadi munisi yang dapat dibawa oleh unit – unit UAV intai tempur atau armed reconnaissance and combat UAV. Munisi presisi terbaru buatan industri dalam negeri China tersebut dikabarkan ditampilkan pertama kali pada ajang eksibisi Zhuhai Air Show atau Airshow China 2018.

Rudal presisi terbaru buatan industri dalam negeri China tersebut diberi nama designasi AR-1B. Dengan bobot 80 kilogram, munisi ini tampil dihadapan para pengunjung eksibisi Airshow China dengan posisi menempel pada pylon peluncur rudal dibawah sayap dari UAV intai tempur CH-5 yang juga produksi dalam negeri China. Rudal presisi ini merupakan jenis munisi presisi terbaru yang dibangun dengan mengambil basis dari rudal presisi anti kendaraan lapis baja atau anti-armour AR-1. Kedua rudal tersebut dikembangkan oleh perusahaan industri pertahanan dalam negeri China Aerospace Science And Technology Corporation atau yang biasa disingkat CASC.

Baca juga :   Rusia Kembangkan Tank T-72 Berkemampuan Anti Rudal

Rudal presisi terbaru produksi CASC tersebut memiliki kecepatan maksimal Mach 1 dan jarak jangkau maksimal 10 kilometer. Rudal ini dapat diluncurkan dari ketinggian 500 hingga 5.000 meter dari permukaan tanah atau setara 1.640 feet hingga 16.404 feet. Rudal presisi ini juga dirancang bukan hanya untuk menghadapi sasaran yang statik atau tidak bergerak, ia juga dapat menghadang kendaraan tempur musuh yang sedang dalam pergerakan.

AR-1B memiliki sistem pemandu berbasis semi-active laser seeker atau SAL. Perangkat SAL ini ditempatkan di bagian depan rudal tepatnya di bagian hidung atau moncong rudal. Rudal presisi ini dapat ditembakkan dengan dua metode penguncian sasaran yakni LOBL atau Lock On Before Launching dan LOAL atau Lock On After Launching yang berarti proses penguncian sasaran dapat dilakukan sebelum dan atau sesudah proses peluncuran rudal.

Baca juga :   Lawan Putin, Menkeu Jerman Usulkan Anggaran Militer Gabungan Uni Eropa

Rudal ini membawa hulu ledak seberat 43 kilogram dengan dua varian yakni varian hulu ledak Armour-piercing Shape Charged untuk menghadapi kendaraan lapis baja atau varian hulu ledak fragmentasi untuk menghancurkan target statik berupa bangunan atau konsentrasi pasukan lawan. Hadirnya rudal presisi AR-1B semakin meningkatkan kualitas dan kemampuan Close Air Support atau CAS bagi unit – unit UAV CH-5 produksi China.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here