Monday, November 23, 2020
Home Alutsista Rudal Daftar Rudal Balistik Rusia, Dari Rudal Scud Sampai Rudal Sarmat

Daftar Rudal Balistik Rusia, Dari Rudal Scud Sampai Rudal Sarmat

Daftar Rudal Balistik Rusia, Dari Rudal Scud Sampai Rudal Sarmat – HobbyMiliter.com. Sebagai pewaris utama dari negara Uni Soviet yang sudah bubar, Rusia memperoleh sebagian besar teknologi rudal Uni Soviet bersama senjata senjata nuklirnya. Sedangkan tiga negara pewaris senjata nuklir Uni Soviet lainnya, Ukraina, Kazakstan dan Belarus, dipaksa menyerahkan (atau menghancurkan) senjata nuklirnya ke Rusia dengan imbalan keamanan dan kredit pembangunan dari Rusia dan Amerika lalu bergabung ke perjanjian NPT.

Daftar Rudal Balistik Rusia, Dari Rudal Scud Sampai Rudal Sarmat
Daftar Rudal Balistik Rusia, Dari Rudal Scud Sampai Rudal Sarmat

Sebagai pemilik sebagian besar teknologi militer Soviet, Rusia merupakan pemilik inventori terbesar rudal balistik dan rudal jelajah di dunia. Rusia, setelah berhasil berjuang memperbaiki ekonominya yang morat marit sepeninggal Uni Soviet, tetap meneruskan pengembangan berbagai teknologi rudalnya dari segala tipe. Dan pasukan roket strategis Rusia tetap menjadi elemen terpenting dalam setiap strategi militer global Rusia.

Rudal rudal Rusia memiliki tugas dan misi yang beragam. Mulai dari rudal yang memiliki tugas melakukan strategi anti akses/area denial dalam konflik lokal berskala kecil hingga rudal strategis yang bertugas membuat kiamat lawannya di seberang benua.

Daftar Rudal Balistik Rusia, Dari Rudal Scud Sampai Rudal Sarmat
Daftar Rudal Balistik Rusia, Dari Rudal Scud Sampai Rudal Sarmat

Program modernisasi pasukan roket strategisnya tetap dilakukan dengan perkembangan yang maju secara signifikan. Rusia sepeninggal Soviet, memensiunkan banyak rudal lawasnya dan mengembangkan generasi baru rudal balistik untuk mempertahankan kemampuannya sebagai salah satu negara bersenjata nuklir. Selain itu Rusia juga mengembangkan rudal jelajah baru yang jauh lebih presisi dari teknologi yang dikembangkan Soviet, mendekati kemampuan rudal balistik buatan rival utamanya.

Di halaman berikut kita akan mengenal jenis jenis rudal balistik Rusia. Daftar ini tidaklah lengkap dan akan selalu dilengkapi dan diperbaharui jika ada perkembangan di masa depan.

Rudal Scud Rusia (SS-1)

Rudal Scud Rusia
Rudal Scud Rusia

Rudal Scud (SS-1) merupakan rudal balistik regional jarak pendek yang dikembangkan oleh Uni Soviet pada masa perang dingin. Saat ini, ribuan rudal Scud sudah pensiun dan didaur ulang oleh Rusia. Walaupun begitu, rudal Scud masih menjadi senjata bagi banyak negara lain yang membelinya dari Uni Soviet. Bahkan kemudian mengembangkan industri roket strategisnya berdasarkan reverse engineering dari rudal Scud ini.

Rudal Scud ini mulai terkenal pada saat perang Irak Iran. Masing masing negara punya cukup banyak Scud. Irak memperolehnya secara langsung dari Uni Soviet dan Iran memperolehnya sebagai hasil operasi intelijen di Libya (dan kemudian Korea Utara). Pada tanggal 29 Februari hingga 20 April 1988, Irak meluncurkan 189 rudal Al Hussein (Rudal Scud yang sudah di upgrade sendiri) ke Iran, dimana 135 berhasil mendarat di Teheran.

Patriot menghadang rudal scud diatas Te Aviv, 12 Februari 1991
Patriot menghadang rudal scud diatas Te Aviv, 12 Februari 1991

Dan sebagai balasannya Iran meluncurkan 80-an rudal Hwasong 5 (Rudal Scud yang sudah di upgrade oleh Korea Utara) yang kemudian mendarat dengan sukses di Bagdad. Periode ini dikenal sebagai Scud Duel alias War of The Cities.

Versi asli Soviet dari rudal Scud ini memiliki jarak jangkau sekitar 180 kilometer dengan akurasi sekitar 3 kilometer dan dikenal sebagai Scud A. Akurasi 3 kilometer artinya, jika diluncurkan ke suatu target, maka bisa saja mendaratnya melenceng dalam radius 3 km dari target. Versi terakhir dari rudal Scud original, yaitu Scud D memiliki jarak jangkau 700 kilometer dengan akurasi sekitar 50 meter.

Rudal Scud Korea Utara
Rudal Scud Korea Utara; Sudah dimodifikasi dalam negeri.

Pada saat Soviet bubar, Rusia menerima sekitar 300 kendaraan peluncur rudal Scud dari Soviet dan ribuan stok rudalnya. Nama “Scud” sendiri adalah kode NATO untuk rudal dengan kode asli Soviet R-11 (versi awal) dan R-17 (versi selanjutnya) ini.

Spesifikasi Rudal Scud

Tinggi : 11.25 meter
Diameter : 0.88 meter
Bahan Bakar : Liquid,
Hulu Ledak : Tunggal; nuklir (5 – 80 KT), Kimia dan konvensional (985 Kg).
Jarak Jangkau : 180 Km (Scud A), 300 Km (Scud B), 600 Km (Scud C) dan 700 Km (Scud D)

BACA JUGA :  KCR 60M TNI AL Kehilangan Kemampuan Serangan Jarak Jauh

Rudal Scarab Rusia (SS-21)

Rudal Tochka Rusia
Rudal Tochka Rusia

Rudal SS-21 Scarab ini memiliki kode asli Soviet OTR-21 Tochka atau 9K79. Sejatinya, rudal balistik Rusia ini adalah rudal balistik regional jarak pendek pengganti SS-1 Scud. Rudal ini diluncurkan dari kendaraan peluncur rudal sehingga bisa bergerak mobile dan bisa lebih survive dari serangan dadakan musuh serta bisa digelar dengan cepat sebagai kekuatan rudal balistik taktis bersama aset darat lainnya.

Rudal balistik Rusia SS-21 Scarab ini didesain untuk melakukan serangan taktis berpresisi tinggi pada target target taktis lawan seperti control post, jembatan, fasilitas penyimpanan, konsentrasi pasukan dan pangkalan udara.

Rudal Tochka Rusia
Rudal Tochka Rusia

Pasukan yang dipersenjatai rudal balistik Rusia SS-21 Scarab ini digelar dalam kesatuan setingkat brigade. Biasanya satu brigade SS-21 Scarab memiliki 18 kendaraan peluncur dengan kemampuan berenang sungai (amfibi terbatas), dimana setiap peluncur memiliki 1 rudal siap tembak dan 2 rudal cadangan dalam kendaraan pengangkut. Sehingga satu Brigade total memiliki kekuatan 54 rudal.

Rudal Tochka Rusia
Rudal Tochka Rusia

Rudal balistik Rusia SS-21 Scarab ini memiliki jarak jangkau 70 kilometer untuk versi awal dan 185 kilometer untuk versi terakhir. Sewaktu Uni Soviet bubar, Rusia menerima sekitar 220 kendaraan peluncur dan beberapa ribu rudal.

Pada tahun 2004, armada rudal Scarab Rusia diberikan upgrade dan perpanjangan umur, agar bisa bertahan sampai 2020++ hingga rudal Iskander memasuki masa produksi dan operasional secara penuh. Seluruh brigade rudal Scarab akan diremajakan dan digantikan rudal Iskander.

Rudal Tochka Ukraina
Rudal Tochka Ukraina

Spesifikasi Rudal Tochka

Tinggi : 6.4 meter
Diameter : 0.65 meter
Bahan Bakar : solid fuel
Hulu Ledak : Tunggal; nuklir (100 KT), Kimia, EMP dan konvensional (485 Kg).
Jarak Jangkau : 70 Km (Scarab A), 120 Km (Scarab B) dan 185 Km (Scarab C)

Rudal Rusia SS-26 Stone alias Rudal Iskander

Rudal Iskander Rusia
Rudal Iskander Rusia

SS-26 Stone atau di rusia dikenal sebagai rudal Iskander adalah generasi terbaru rudal balistik jarak menengah dari Rusia. Rudal dengan kode asli 9K720 ini memiliki jarak jangkau mulai dari 50 hingga 500 kilometer.

Rudal Iskander Rusia ini dapat dipersenjatai dengan warhead cluster bomb, air explosive warhead (seperti MOAB-nya Amerika), HE warhead dan hingga nuclear warhead. Selain itu, versi terbarunya juga dapat diperlengkapi dengan earth penetrator warhead yang bisa menembus bungker bawah tanah dan meledak setelah di dalam tanah serta kabarnya bisa diperlengkapi warhead electromagnetic pulse untuk misi anti radar.

Rudal Iskander Rusia
Rudal Iskander Rusia

Iskander adalah rudal balistik rusia yang didesain setelah bubarnya Soviet. Uji coba pertama dilakukan pada tahun 1996, 22 tahun yang lalu. Penempatan rudal Iskander ini di wilayah Rusia di Kaliningrad (wilayah Rusia di Baltik yang terpisah dari wilayah Rusia dan dikelilingi negara negara NATO) telah menimbulkan protes dari tetangga tetangganya.

Terakhir, diketahui bahwa Rusia juga telah menempatkan sistem rudal Iskander ini di wilayah operasinya di Suriah. Iskander diprediksi akan menggantikan seluruh armada rudal balistik jarak pendek dan menengah Rusia. Rusia sendiri saat ini sudah mengekspor rudal tersebut ke Armenia dan Algeria, serta sedang menawarkan rudal Iskander ini ke Vietnam.

Rudal Iskander Rusia
Rudal Iskander Rusia

Spesifikasi Rudal Iskander

Tinggi : 7.3 meter
Diameter : 0.92 meter
Bahan Bakar : Solid Fuel
Hulu Ledak : Tunggal; nuklir (5 – 80 KT), Kimia, EMP, Thermobaric dan konvensional (700 Kg).
Jarak Jangkau : 500 Km
Catatan: Berbeda dengan Scud dan Scarab yang benar benar rudal balistik. Iskander mempunyai kemampuan manuver pada fase akhir penerbangannya, serta dilengkapi dengan decoy. Hal ini dimaksudkan agar bisa menghindari sergapan pertahanan udara lawan.

BACA JUGA :  Sejarah Kerajaan Kediri, Kerajaan Bercorak Hindu Yang Terkenal Di Nusantara

Rudal Balistik Rusia SS-27 Topol

Rudal Topol Rusia
Rudal Topol Rusia

SS-27 Topol adalah rudal raksasa. Kode NATOnya adalah rudal SS-27 Sickle dan kode Rusianya adalah rudal RT-2PM2 Topol. Topol adalah rudal balistik antar benua. Topol memiliki tiga tingkat roket, menggunakan bahan bakar padat, bisa dideploy dalam silo maupun dalam peluncur bergerak.

Topol memiliki sistem peluncuran cold lauched yang artinya sebuah booster diperlukan untuk menembakkan rudal, sebelum akhirnya mesin roket rudalnya menyala setelah booster mengangkat rudal ke udara.

Topol dapat diperlengkapi dengan warhead nuklir tunggal dengan kekuatan 800 Kiloton. Dan bisa juga diperlengkapi dengan MIRV dengan kekuatan yang lebih kecil. Rudal ini dapat membawa 4 hingga 6 MIRV beserta dengan decoy warheadnya.

Jarak jangkau minimum rudal balistik Rusia ini adalah 2000 kilometer dan jarak jangkau maksimalnya sekitar 11000 kilometer. Jika diluncurkan dari Vladivostok, wilayah Rusia di tepi samudera Pasifik, rudal ini dapat mencapai daratan Amerika.

Rudal Topol Rusia
Rudal Topol Rusia

Saat ini, sekitar 70 rudal Topol telah memperkuat Angkatan Roket Strategis Rusia. 60 diantaranya ditempatkan dalam silo silo rahasia yang tersebar di seluruh wilayah Rusia dan 18 ditempatkan dalam peluncur bergerak yang bisa melakukan serangan balasan secara rahasia dari tempat tempat yang tidak terduga.

Rudal ini pertama diujicoba pada 20 Desember 1994, dimana warhead tunggal berhasil jatuh di target yang berada 4000 kilometer jauhnya. Namun pada ujicoba ke lima di tahun 1998, rudal meledak saat diluncurkan. Untung saja muatannya berupa warhead test.

Rudal Topol Rusia
Rudal Topol Rusia

Semenjak 2010, produksi rudal balistik Topol asal Rusia ini sudah dihentikan. Rusia memilih memberikan prioritas utama dana dan sumber daya pada rudal balistik yang lebih baru untuk meremajakan rudal rudal balistik peninggalan Soviet yang sudah mulai afkir dan harus dipensiunkan.

Rudal ini ditempatkan dalam satuan resimen dimana setiap resimen bertanggung jawab atas 10 rudal, baik dalam silo maupun mobile.

Spesifikasi Rudal Topol

Tinggi : 21.5 meter
Diameter : 1.8 meter
Bahan Bakar : Solid Fuel, roket tiga tingkat
Hulu Ledak : Tunggal; nuklir (800 KT).
Jarak Jangkau : 11000 Km
Catatan: Sudah dimodernisasi menjadi Topol-M.

Rudal SS-19 Stiletto

Rudal Stiletto Rusia
Rudal Stiletto Rusia

Rudal balistik SS-19 Stiletto ini adalah salah satu andalan Uni Soviet ketika negara itu runtuh. Bubarnya Uni Soviet membuat Ukraina, yang tadinya merupakan negara bagian dari Uni Soviet, mendadak memiliki sekitar 130 rudal pembawa maut ini.

Rusia, dengan bantuan desakan diplomasi Amerika pun kemudian menekan Ukraina agar memusnahkan dan menyerahkan armada rudal nuklir beserta hulu ledaknya ke Rusia. Amerika mendesak dengan mengancam seluruh anggota NATO akan menarik pengakuan kedaulatan Ukraina jika tidak menyerahkan senjata nuklir tersebut dan menandatangani perjanjian NPT.

Sebaliknya, jika Ukraina bersedia menyerahkan seluruh hulu ledak nuklir yang dimilikinya, Amerika, bersama anggota NATO lainnya akan mengakui kedaulatan Ukraina. Dan Amerika juga akan memberikan kredit pembangunan bagi Ukraina. Lebih jauh lagi, Amerika dan Rusia bersama sama akan menjamin keamanan dan keutuhan negara Ukraina. Hal itu dituangkan dalam perjanjian internasional yang ditandatangani bersama oleh Amerika, Rusia, Inggris dan Ukraina di Budapest Bulgaria.

Rudal Stiletto Rusia
Rudal Stiletto Rusia

Karena itu, Ukraina kini menuduh Rusia mengkhianatinya dalam kasus pengambilalihan Crimea dan separatisme di wilayah Donetsk. Rusia dianggap tidak menghormati perjanjian Budapest setelah Ukraina menyerahkan sekitar 1300 hulu ledak nuklirnya.

BACA JUGA :  Prototype Pesawat Tanker Ilyushin IL78 Laksanakan Penerbangan Perdana

Spesifikasi Rudal Stiletto

Tinggi : 27 meter
Diameter : 2.5 meter
Bahan Bakar : Liquid Fuel, roket dua tingkat
Hulu Ledak : 1-6 MIRV; nuklir (500 KT – 5 MT).
Jarak Jangkau : 10000 Km

Rudal Balistik Rusia SS-18 Satan

Rudal Satan Rusia
Rudal Satan Rusia

SS-18 Satan adalah rudal balistik nuklir antar benua andalan Rusia. Rudal ini sebanding dengan rudal balistik Amerika Minuteman. Rudal dengan kode asli R-36 ini dikembangkan ketika perang dingin masih berlangsung.

Rudal Satan dikembangkan mulai akhir tahun 60an. Versi awalnya dikodekan NATO sebagai SS-9 Scarp. Namun karena versi versi belakangan yang dikembangkan Rusia menjadi lebih canggih dan praktis memiliki kemampuan yang berbeda, NATO memberi kode baru kepada rudal ini, SS-18 Satan.

Rudal Satan generasi terakhir masih memperkuat satuan rudal antar benua Rusia, dan perlahan akan digantikan oleh rudal Sarmat. Rudal Satan mampu membawa hingga 10 hulu ledak dan decoy. Sehingga mampu membawa kiamat bagi 10 wilayah berbeda di negara sasarannya dengan kekuatan sekitar 20KT.

Rudal rudal yang sudah dipensiunkan, beberapa dikonversi menjadi roket pembawa satelit. Sebagai pembawa satelit, roket (sudah bukan rudal lagi namanya) ini dinamakan Depnr dan mampu membawa muatan seberat 4,5 ton ke Low Earth Orbit.

Spesifikasi Rudal Satan

Tinggi : 32.2 meter
Diameter : 3.05 meter
Bahan Bakar : Liquid Fuel, roket dua tingkat
Hulu Ledak : 10 MIRV; nuklir (500 KT – 750 KT per MIRV).
Jarak Jangkau : 16000 Km

Rudal Balistik Rusia RS-28 Sarmat

Rudal Sarmat Rusia
Rudal Sarmat Rusia

Rudal Sarmat adalah rudal balistik Rusia terbaru. Rudal ini saat ini masih dalam pengembangan dan diperkirakan baru akan operasional setelah tahun 2020. Rudal Sarmat adalah salah satu dari 6 proyek senjata strategis baru Rusia yang diluncurkan oleh Presiden Vladimir Putin pada 1 Maret 2018.

Keputusan mengembangkan rudal Sarmat didasari oleh beberapa hal. Pertama adalah menuanya rudal Satan yang menjadi andalan kekuatan rudal balistik Rusia selama ini. Kedua, semakin majunya sistem pertahanan anti rudal balistik milik Amerika yang di boost pengembangannya sejak jaman pemerintahan Obama, sistem ini diperkirakan dapat mengatasi serangan rudal Satan dengan cukup mudah.

Terakhir adalah untuk menghilangkan ketergantungan teknologi mesin roket dan desain sistem rudal balistik dari perusahaan perusahaan Ukraina seperti Biro Desain Rudal Yuzhnoye yang memproduksi mesin mesin rudal balistik Rusia dan PA Yuzhmash yang merupakan pabrik asli dari rudal Satan dan Topol.

Rudal Sarmat Rusia
Rudal Sarmat Rusia

Rudal Satan dapat dimuati warhead konvensional Avangard. Hulu ledak non nuklir ini dapat dikendalikan, memiliki kecepatan hypersonik dan menghancurkan target dengan energi kinetik. Jika rudal Sarmat sudah operasional, dengan warhead Avangard, Rusia dapat mengincar target di seluruh dunia tanpa memicu perang nuklir.

Untuk menyiasati perkembangan sistem pertahanan anti rudal balistik Amerika, rudal Sarmat dibekali hingga 24 MIRV, dimana diantaranya bisa dimuati decoy. Selain itu, rudal ini diperkirakan juga mampu menempuh lintasan balistik via kutub selatan, dimana Amerika Serikat hingga hari ini tidak memiliki sistem anti rudal balistik yang menghadap ke selatan.

Rudal Sarmat juga didesain memiliki waktu nyala mesin roket yang sangat singkat dibanding dengan rudal ICBM lainnya. Hal ini dimaksudkan agar peluncurannya semakin sukar dideteksi oleh satelit mata mata peringatan dini Amerika Serikat yang bekerja dengan mendeteksi pancaran emisi infra merah panas mesin roket tersebut.

Spesifikasi Rudal Sarmat

Tinggi : 36.3 meter
Diameter : 3 meter
Bahan Bakar : Liquid Fuel, roket dua tingkat
Hulu Ledak : 10-24 MIRV; nuklir (500 KT – 750 KT per MIRV).
Jarak Jangkau : 10900 Km

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

3 COMMENTS

  1. Scud sebenarnya hanya ada dua versi resmi R-11 atau “Scud A” dan R-17 atau “Scud B”. Tapi sistem indeks dari Soviet kadang membingungkan, kayak Scud B ini, misilnya disebut 9P117 tapi sistemnya lengkap (dari kendaraan peluncur, misil, kendaraan pengangkut bahan bakar dan oxidizer, survei, komando sampai kendaraan meteorologi) disebut 9K72 “Elbrus”. Penamaan Scud A, B, C dan D bukan nama resmi. Yang ada hanya dua di atas. Entah mau varian yang bisa diangkut heli 9K73 (R-17V) sampai versi paling akhir 9K720 (9P117-VTO “Aerofon” misilnya) tetap masuk keluarga “Scud B”. Sisanya yang C dan D ya bisa bisanya saja Pentagon ato pers yang bikin nama.
    Circular Error Probability/Probable adalah standar ukuran akurasi senjata balistik (umumnya) menuju sasaran. Kalo dikatakan CEP 3 km artinya, misal, dari 10 rudal ditembakkan, 5 masuk dalam area 3 km itu dan sisanya nyasar entah ke mana ato apa, pokoknya gak sampek sasaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua