DSME Raih Kontrak Produksi Dua Frigate FFX II Baru Untuk AL Korsel
DSME Raih Kontrak Produksi Dua Frigate FFX II Baru Untuk AL Korsel. ROKS Daegu 818, Kapal Pertama Dari FFX II.Sumber : DefPost

HobbyMiliter.com – DSME Raih Kontrak Produksi Dua Frigate FFX II Baru Untuk AL Korsel. Perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering atau DSME dikabarkan kembali memperoleh kontrak baru untuk produksi sebanyak dua unit Frigate baru bagi Angkatan Laut Korea Selatan. Sebanyak dua unit kapal perang frigate baru dari jenis FFX-II dipesan oleh pemerintah Korea Selatan untuk memperkuat Angkatan Laut Korea Selatan atau Republic of Korea Navy (ROKN).

Sebelumnya pada bulan Maret 2018 unit kapal pertama dari program FFX-II yang juga sekaligus menjadi lead ship yakni ROKS Daegu dengan nomor lambung 818, telah dinyatakan masuk dalam dinas aktif di jajaran armada Angkatan Laut Korea Selatan atau ROKN. Dengan masuknya kontrak terbaru untuk dua unit Frigate FFX II maka saat ini sudah kurang lebih enam unit kapal dipesan dengan termasuk satu unit yang telah masuk layanan dinas aktif di ROKN.

Baca juga :   Vietnam Terima Kunjungan Kapal Perang Tiongkok Di Tengah Konflik

Kontrak terbaru untuk dua unit kapal perang jenis Frigate FFX II yang diberikan kepada galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering atau DSME memiliki nilai sebesar 631,5 Milyar Won atau setara 558 Juta Dollar AS. Pemberian kontrak untuk dua unit kapal perang dari jenis Frigate tersebut diumumkan oleh perusahaan galangan kapal dalam negeri ginseng itu pada tanggal 14 November 2018 yang lalu.

Berdasarkan sepesifikasi teknis yang disediakan oleh pihak galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering atau DSME, Frigate FFX II Daegu class memiliki panjang total 122 meter, dengan lebar total 14 meter dan draught 4 meter. Bobot benaman kosong (standar) kapal ini 2.800 ton, sedangkan dalam konfigurasi tempur, bobot benaman kapal ini 3.650 ton. Sistem propulsi kapal ini menggunakan sistem CODLOG atau Combined Diesel Electric or Gas dengan kecepatan maksimal 30 knot.

Baca juga :   Hamas Bersiap Untuk Berperang Melawan Agresi Israel

Untuk persenjataan, kapal ini diperlengkapi dengan meriam utama kaliber 5 inchi MK 45 Mod 4, 16 tabung peluncur rudal vertikal Korean-Vertical Launch Systems atau K-VLS yang dapat digunakan untuk meluncurkan rudal anti serangan udara Haegung, rudal jelajah untuk sasaran darat Haeseong, serta rudal anti kapal selam Hong Sang Eo. Selain VLS buatan dalam negeri, rudal anti kapal yang dibawa oleh kapal ini juga merupakan rudal anti kapal buatan dalam negeri, yakni SSM-700K Haeseong, versi anti kapal dari rudal jelajah Haeseong. Untuk urusan peperangan anti kapal selam, terdapat dua peluncur torpedo dengan masing – masing terdiri dari 3 tabung per peluncurnya. Torpedo yang dapat diluncurkan yakni torpedo Black Shark K745 LW. Terakhir sebagai perisai pelindung bagian belakang kapal terdapat satu unit CIWS Phalanx yang dipasang pada bagian atas dari superstruktur bagian belakang kapal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here