Saturday, September 19, 2020
Home Berita Militer Berita Militer Dunia Singapura Tampilkan NGAFV Dihadapan Publik Untuk Pertama Kalinya

Singapura Tampilkan NGAFV Dihadapan Publik Untuk Pertama Kalinya

Singapura Tampilkan NGAFV Dihadapan Publik Untuk Pertama Kalinya – HobbyMiliter.com – Singapura menampilkan prototype kendaraan tempur terbaru hasil produksi dalam negerinya pada ajang eksibisi Army Open House 2017 yang di helat pada akhir bulan Mei 2017.

Kendaraan tempur tersebut diberi nama Next-Generation Armoured Fighting Vehicle atau dapat disingkat NGAFV. NGAFV di plot untuk dapat menggantikan unit – unit kendaraan tempur (ranpur) M113-A2 Ultra yang telah berdinas dalam tubuh Angkatan Darat Singapura sejak medio awal 1970an.

Adapun sebanyak dua model ditampilkan dalam demonstrasi kapabilitas di ajang eksibisi Army Open House 2017 tersebut. Dua model NGAFV tersebut yakni model Combat untuk melaksanakan misi – misis tempur baik mengangkut pasukan serta memberikan perlindungan dan bantuan tembakan dengan meriam kaliber kecil yang terpasang di sistem kubah senjata dengan kendali remote (Remote Weapon Systems, red) dan model Recovery Vehicle yang dilengkapi crane untuk menunjang misi khusus yakni melakukan recovery atau resupply bagi kendaraan yang mengalami masalah mesin serta menyelamatkan kendaraan yang terjerembab dalam kubangan lumpur.

BACA JUGA :  KP Orca 2, Kapal Patroli Pengawas Perikanan KKP

Keluarga kendaraan tempur NGAFV memiliki spesifikasi umum yakni panjang 6,9 meter ; lebar 3,28 meter ; serta tinggi total 3,2 meter. Versi combat dapat mengangkut sebanyak 8 orang pasukan bersenjata lengkap. Secara umum NGAFV diawaki oleh 3 orang yakni Komandan, Driver (Pengemudi), serta Gunner (Pengawak Sistem Senjata Bela Diri).

Kendaraan tempur ini dilengkapi dengan mesin diesel MTU 8V-199 TE20 yang sanggup menghasilkan daya sebesar 710 horsepower. Kendaraan tempur generasi terbaru ini sanggup dipacu hingga kecepatan maksimal 70 km / jam dan dapat beroperasi hingga jarak jangkau operasional maksimal sejauh 500 km.

BACA JUGA :  Timor Leste Beli Kapal Patroli Austal Guardian Class dari Australia

Pada prototype NGAFV versi combat yang ditampilkan dalam ajang eksibisi tersebut, terlihat sebuah Remote Weapon System atau RWS dengan kanon MK44 kaliber 30 milimeter besutan Orbital ATK Armament Systems, sepucuk senapan mesin ringan kaliber 7,62 milimeter sebagai senjata coaxial, dan 8 unit pelontar granat asap kaliber 76 milimeter.

Sebelumnya pada bulan Maret 2017 lalu, Kementerian Pertahanan Singapura mengumumkan kontrak produksi NGAFV yang dipercayakan pada grup industri strategis pertahanan dalam negeri Singapura, ST Kinetics. Namun demikian masih belum diketahui berapa banyak jumlah kendaraan yang akan diproduksi untuk kebutuhan Angkatan Darat Singapura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua