KRI Nagapasa Akan Dilengkapi Sistem Penghalau Torpedo ZOKA Buatan Turki
KRI Nagapasa Akan Dilengkapi Sistem Penghalau Torpedo ZOKA Buatan Turki. Ilustrasi Efektor Sistem Penghalau Torpedo ZOKA Buatan Aselsan Turki.Sumber : Aselsan

HobbyMiliter.com – KRI Nagapasa Akan Dilengkapi Sistem Penghalau Torpedo ZOKA Buatan Turki. Kapal selam terbaru yang kini telah dimiliki dan dioperasikan oleh Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut (TNI-AL), KRI Nagapasa dengan nomor lambung 403 dan KRI Ardadedali dengan nomor lambung 404, akan diperlengkapi dengan perangkat sistem penghalau torpedo atau torpedo countermeasure ZOKA buatan perusahaan industri pertahanan strategis asal Turki, Aselsan. Demikian seperti terungkap dalam konfirmasi dari pihak produsen sistem penghalau torpedo asal Turki tersebut kepada media informasi pertahanan dan keamanan internasional Jane’s yang diberitakan pada tanggal 14 Maret 2019. Meski pihak Aselsan selaku produsen sistem penghalau torpedo tersebut menolak untuk menyebutkan kapal selam mana yang akan di perlengkapi oleh sistem penghalau torpedo tersebut, namun kemungkinan besar kapal selam yang akan diperlengkapi oleh sistem penghalau torpedo tersebut adalah unit – unit kapal selam dari kelas Nagapasa.

Baca juga :   Menteri Turki Tuduh Washington Dalang Dibalik Kudeta Ankara, John Kerry Geram

Sistem penghalau torpedo jenis ZOKA yang diproduksi oleh Aselsan ini akan memperlengkapi keseluruhan kapal selam kelas Nagapasa yakni sebanyak tiga unit. Beberapa kemampuan dari sistem penghalau torpedo jenis ZOKA ini yakni mampu beroperasi pada mode aktif, mode pasif, dan mode kombinasi aktif-pasif. Terdiri dari perangkat jammer dan decoy akustik, sistem ini dapat bekerja menghalau torpedo musuh yang mendekat kearah kapal selam kita. Perangkat jammer yang ada pada sistem penghalau torpedo ZOKA dirancang untuk mampu memancarkan gelombang suara yang men-saturasi frekuensi operasi akustik dari torpedo yang ditembakkan oleh lawan. Gelombang suara ini sekaligus akan membuat perangkat jammer seolah menjadi kapal selam kita dan mengarahkan torpedo dari kapal lawan untuk menuju ke arah perangkat penghalau tersebut, yang berpura-pura menjadi kapal selam kita. Sementara perangkat decoy akustik yang dimiliki oleh sistem ZOKA mampu untuk mensimulasikan karakteristik akustik dan hidrografik dari kapal selam kita, karakteristik akustik dan hidrografik ini berbeda antara satu jenis kapal selam dengan yang lainnya. Oleh karena itu, sistem ini menyediakan kemampuan agar pengguna dapat mengatur karakteristik akustik dan hidrografik tersebut sesuai dengan data karakteristik hidrograik dan akustik yang dimiliki oleh kapal selam yang ingin di tirukan.

Baca juga :   Boeing dan Korean Air Ubah Helikopter Tua Militer Korsel Jadi Drone

Saat ini, Indonesia tercatat telah mulai mengoperasikan dua unit kapal selam dari kelas Nagapasa. Kedua kapal selam tersebut yakni KRI Nagapasa dengan nomor lambung 403 dan KRI Ardadedali dengan nomor lambung 404, merupakan kapal selam dari jenis DSME U-209/1400. Kedua kapal selam ini diproduksi di Korea Selatan oleh perusahaan galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering atau disingkat DSME dalam rangka memenuhi kebutuhan pesanan pemerintah RI sebanyak 3 unit kapal selam. Kapal selam ketiga, yang kemungkinan akan diberi nama KRI Alugoro dengan nomor lambung 405, saat ini sedang dalam proses perakitan di fasilitas galangan kapal selam di PT. PAL Indonesia (Persero) di Surabaya, Jawa Timur. Saat ini, Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk proses peluncuran kapal selam ketiga dari kelas Nagapasa tersebut.

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here