Thursday, September 17, 2020
Home Berita Militer Dunia Militer Rusia Army 2019 : Russia Tampilkan Sistem Hanud Sosna Pada Chassis Ranpur BMP3F,...

Army 2019 : Russia Tampilkan Sistem Hanud Sosna Pada Chassis Ranpur BMP3F, Indonesia Minat?

Army 2019 : Russia Tampilkan Sistem Hanud Sosna Pada Chassis Ranpur BMP3F, Indonesia Minat? – HobbyMiliter.com – Biro desain Nudelmann pada ajang eksibisi pertahanan dan keamanan Army 2019 menampilkan varian baru dari sistem senjata pertahanan udara (disingkat sista hanud) jarak pendek Sosna.

Sistem senjata pertahanan udara jarak pendek Sosna ini ditampilkan oleh biro desain Nudelmann dalam konfigurasi yang sedikit berbeda karena dipasang pada chassis kendaraan tempur amfibi BMP3F. Ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pada kendaraan tempur amfibi BMP3F yang sejak awal diluncurkan terkenal dengan konfigurasi kubah meriam tiga laras yang mampu mengakomodir tiga jenis kaliber munisi yang berbeda dalam satu kubah.

Sistem senjata pertahanan udara jarak pendek tersebut dipamerkan pada ajang eksibisi pertahanan dan keamanan Army 2019 yang diadakan di Kubinka, dekat kota Moskow pada tanggal 25 hingga 30 Juni 2019.

BACA JUGA :  Menlu Turki: F-35 Turki Pertama Akan Dikirim Juni

Sebelum tampil diatas ranpur amfibi BMP3F, sistem senjata pertahanan udara jarak pendek (SHORAD) Sosna ini ditampilkan terpasang pada ranpur amfibi MT-LB. Penampilan diatas ranpur amfibi MT-LB tersebut dilakukan di ajang eksibisi yang sama pada tahun lalu, yakni Army 2018. Tentu, dengan dipasangnya sistem senjata hanud jarak pendek ini pada platform kendaraan tempur amfibi BMP3F dapat meningkatkan proteksi balistik terhadap kru atau pengawak sistem senjata hanud tersebut.

Ini karena platform ranpur amfibi BMP3F memiliki tingkat proteksi balistik yang lebih baik dibandingkan platform kendaraan tempur MT-LB yang sebelumnya dipakai untuk mengusung sistem hanud jarak pendek tersebut. Selain peningkatan proteksi balistik terhadap kru atau pengawak, dipasangnya sistem senjata hanud jarak pendek Sosna pada platform kendaraan tempur amfibi BMP3F ini juga membuatnya lebih mobile karena kecepatan bergerak kendaraan tempur amfibi BMP3F sedikit lebih cepat dibandingkan dengan MT-LB.

BACA JUGA :  Keberangkatan 9 KRI Komando Armada RI Kawasan Barat dalam Latihan Gabungan TNI 2013

Sistem senjata pertahanan udara jarak pendek Sosna dipersenjatai dengan dua belas unit rudal 9M340 Sosna. Konfigurasi sistem rudal hanud ini yakni dengan menempatkan enam unit peluncur pada masing-masing sisi dari kubah sistem senjata tersebut.

Rudal 9M340 Sosna merupakan rudal dua tingkat dengan konfigurasi tingkat pertama berupa booster dan tingkat kedua berupa hulu ledak berpandu yang digunakan untuk menghantam sasaran. Bagian tengah dari kubah sistem merupakan perangkat deteksi dan penjejak sasaran yang berbasis pada sensor infra-merah.

Sistem rudal hanud jarak pendek ini menggunakan sensor infra-merah untuk melakukan pelacakan dan penjejakan sasaran, sementara rudal yang diluncurkan dipandu oleh pemandu berbasis sinar laser. Sistem hanud ini jika dioperasikan tidak memicu menyalanya perangkat RWR (Radar Warning Receiver) milik lawan.

BACA JUGA :  Basarnas Gunakan Mobil Amfibi Buatan Rusia

Rudal anti serangan udara Sosna juga dapat diluncurkan dari perangkat sistem senjata tersebut meskipun kendaraan tempur platform peluncur dalam kondisi sedang bergerak. Dengan kecepatan rudal maksimal Mach 4 atau 4 kali kecepatan suara, sistem senjata pertahanan udara ini dapat menghantam sasaran yang berada pada jarak 10 kilometer jauhnya.

Dan mengingat Korps Marinir TNI AL yang telah mengoperasikan varian ranpur amfibi BMP3F versi tank amfibi, rasanya tidak ada salahnya jika Korps Marinir TNI AL melirik kemampuan sistem hanud yang satu ini untuk mengisi kekosongan unit sista hanud mobil untuk melindungi gerak maju pasukan pendarat Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Tentu ide liar ini didasari anggapan bahwa prajurit Korps Marinir TNI AL telah familiar dengan pengoperasian ranpur amfibi BMP3F.

43 COMMENTS

    • PT 76 sudah di ganti sma BMP 3F skitar 54 unit dan akam ditambah..BTR 50 sdah tinggal tanda tangan nunggu unit datang BT 3F penggantinya..smoga segera datang

  1. cocok buat TNI.. meski shorad sosna hanya jarak pendek (10km) tp lumayan berbahaya krn tdk memicu RWR pada pesawat udara yg ditembak..
    ingat film behind enemy lines, F 18 yg ditunggangi owen wilson indikator RWR nyala ada tulisan SAM saat dikejar hanud serbia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua