Thursday, July 9, 2020
Home Berita Militer Dunia Militer Rusia Army 2019 : Russia Tampilkan Sistem Hanud Sosna Pada Chassis Ranpur BMP3F,...

Army 2019 : Russia Tampilkan Sistem Hanud Sosna Pada Chassis Ranpur BMP3F, Indonesia Minat?

Army 2019 : Russia Tampilkan Sistem Hanud Sosna Pada Chassis Ranpur BMP3F, Indonesia Minat? – HobbyMiliter.com – Biro desain Nudelmann pada ajang eksibisi pertahanan dan keamanan Army 2019 menampilkan varian baru dari sistem senjata pertahanan udara (disingkat sista hanud) jarak pendek Sosna.

Sistem senjata pertahanan udara jarak pendek Sosna ini ditampilkan oleh biro desain Nudelmann dalam konfigurasi yang sedikit berbeda karena dipasang pada chassis kendaraan tempur amfibi BMP3F. Ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pada kendaraan tempur amfibi BMP3F yang sejak awal diluncurkan terkenal dengan konfigurasi kubah meriam tiga laras yang mampu mengakomodir tiga jenis kaliber munisi yang berbeda dalam satu kubah.

Sistem senjata pertahanan udara jarak pendek tersebut dipamerkan pada ajang eksibisi pertahanan dan keamanan Army 2019 yang diadakan di Kubinka, dekat kota Moskow pada tanggal 25 hingga 30 Juni 2019.

BACA JUGA :  Obama Ancam Putin: Kami Paling Jago Soal Perang Cyber

Sebelum tampil diatas ranpur amfibi BMP3F, sistem senjata pertahanan udara jarak pendek (SHORAD) Sosna ini ditampilkan terpasang pada ranpur amfibi MT-LB. Penampilan diatas ranpur amfibi MT-LB tersebut dilakukan di ajang eksibisi yang sama pada tahun lalu, yakni Army 2018. Tentu, dengan dipasangnya sistem senjata hanud jarak pendek ini pada platform kendaraan tempur amfibi BMP3F dapat meningkatkan proteksi balistik terhadap kru atau pengawak sistem senjata hanud tersebut.

Ini karena platform ranpur amfibi BMP3F memiliki tingkat proteksi balistik yang lebih baik dibandingkan platform kendaraan tempur MT-LB yang sebelumnya dipakai untuk mengusung sistem hanud jarak pendek tersebut. Selain peningkatan proteksi balistik terhadap kru atau pengawak, dipasangnya sistem senjata hanud jarak pendek Sosna pada platform kendaraan tempur amfibi BMP3F ini juga membuatnya lebih mobile karena kecepatan bergerak kendaraan tempur amfibi BMP3F sedikit lebih cepat dibandingkan dengan MT-LB.

BACA JUGA :  Harga F-35A Berpotensi Turun

Sistem senjata pertahanan udara jarak pendek Sosna dipersenjatai dengan dua belas unit rudal 9M340 Sosna. Konfigurasi sistem rudal hanud ini yakni dengan menempatkan enam unit peluncur pada masing-masing sisi dari kubah sistem senjata tersebut.

Rudal 9M340 Sosna merupakan rudal dua tingkat dengan konfigurasi tingkat pertama berupa booster dan tingkat kedua berupa hulu ledak berpandu yang digunakan untuk menghantam sasaran. Bagian tengah dari kubah sistem merupakan perangkat deteksi dan penjejak sasaran yang berbasis pada sensor infra-merah.

Sistem rudal hanud jarak pendek ini menggunakan sensor infra-merah untuk melakukan pelacakan dan penjejakan sasaran, sementara rudal yang diluncurkan dipandu oleh pemandu berbasis sinar laser. Sistem hanud ini jika dioperasikan tidak memicu menyalanya perangkat RWR (Radar Warning Receiver) milik lawan.

BACA JUGA :  Video Uji Tembak Artileri Caesar 155mm TNI AD

Rudal anti serangan udara Sosna juga dapat diluncurkan dari perangkat sistem senjata tersebut meskipun kendaraan tempur platform peluncur dalam kondisi sedang bergerak. Dengan kecepatan rudal maksimal Mach 4 atau 4 kali kecepatan suara, sistem senjata pertahanan udara ini dapat menghantam sasaran yang berada pada jarak 10 kilometer jauhnya.

Dan mengingat Korps Marinir TNI AL yang telah mengoperasikan varian ranpur amfibi BMP3F versi tank amfibi, rasanya tidak ada salahnya jika Korps Marinir TNI AL melirik kemampuan sistem hanud yang satu ini untuk mengisi kekosongan unit sista hanud mobil untuk melindungi gerak maju pasukan pendarat Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Tentu ide liar ini didasari anggapan bahwa prajurit Korps Marinir TNI AL telah familiar dengan pengoperasian ranpur amfibi BMP3F.

43 COMMENTS

    • PT 76 sudah di ganti sma BMP 3F skitar 54 unit dan akam ditambah..BTR 50 sdah tinggal tanda tangan nunggu unit datang BT 3F penggantinya..smoga segera datang

  1. cocok buat TNI.. meski shorad sosna hanya jarak pendek (10km) tp lumayan berbahaya krn tdk memicu RWR pada pesawat udara yg ditembak..
    ingat film behind enemy lines, F 18 yg ditunggangi owen wilson indikator RWR nyala ada tulisan SAM saat dikejar hanud serbia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov - HobbyMiliter.com. Admiral Kuznetsov saat ini merupakan kapal induk satu satunya milik Rusia. Itupun sebetulnya dalam klasifikasi kapal Angkatan...

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik - HobbyMiliter.com. Sudah sejak lama, peperangan elektronik dilakukan oleh manusia. Mulai dari penerjunan pelat pelat logam...

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara - HobbyMiliter.com. Perang udara semakin kompleks dengan melibatkan kekuatan teknologi maju dan penguasaan informasi. Konsep early warning...

Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa

Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa - HobbyMiliter.com. Dinamisnya pertempuran udara membuat payung udara yang mumpuni tidak bisa hanya mengandalkan eksistensi pesawat tempur...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua