Friday, July 3, 2020
Home Blog Militer Berita Militer Indonesia Jadi Beli Dua Fregat Iver Huitfeldt Denmark?

Indonesia Jadi Beli Dua Fregat Iver Huitfeldt Denmark?

Indonesia Jadi Beli Dua Fregat Iver Huitfeldt Denmark? – HobbyMiliter.com – Pemerintah Indonesia tampaknya terus maju dengan rencana pengadaan dua fregat besar untuk Angkatan Laut Indonesia (TNI-AL). Fregat  tersebut merupakan varian dari fregat kelas Iver Huitfeldt buatan Denmark dan dibangun di galangan kapal lokal PT PAL Indonesia.

Menyusul gesekan di Natuna antara Indonesia dengan lusinan nelayan China yang dikawal oleh kapal kapal Penjaga Pantai China melakukan pencurian ikan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia pada Januari tahun ini, Indonesia mengakui kurangnya kapal-kapal ocean going untuk TNI-AL dan BAKAMLA (Badan Keamanan Maritim Indonesia). Sebagai konsekuensinya, tentu saja Indonesia membutuhkan kapal kapal seukuran fregat dalam rencana modernisasi peralatan militernya.

Fregat Iver Huitfeldt
Fregat Iver Huitfeldt

Pada bulan Februari 2020, delegasi kementerian pertahanan Indonesia mengunjungi Denmark dan melakukan kunjungan ke kapal perang jenis fregat dari kelas Iver Huitfeldt, HDMS Niels Juel. Delegasi tersebut diberi pengarahan khusus mengenai teknologi dan kecanggihan kapal tersebut oleh tim dari Odense Maritime Technology (OMT) dan Tim Angkatan Laut Denmark. Foto-foto kunjungan dibagikan di media sosial oleh Kedutaan Besar Indonesia di Denmark.

BACA JUGA :  Kapal Fregat Kelas Ahmad Yani Akan Dipensiunkan Mulai 2017

Setelah itu, wakil menteri pertahanan Indonesia mengatakan pada bulan Maret bahwa PT PAL Indonesia akan ditugaskan untuk mengembangkan desain fregat untuk TNI AL. Lalu akan dilakukan pembangunan fregat tersebut 2 kapal selama 5 tahun, senilai Rp 1,1 triliun (atau 720 juta Dollar) bekerja sama dengan Denmark, untuk TNI- AL. Dengan ini kemungkinan Indonesia sudah menandatangani kontrak pembelian Fregat tersebut dengan partner Denmarknya.

Sebenanya dua fregat besar tidak akan cukup untuk meng-kover seluruh perairan Natuna, di mana pelanggaran wilayah oleh Cina sering terjadi. Paling tidak, di setiap waktu, hanya ada satu dari dua fregat baru ini akan ada di daerah operasi. Kapal satu lagi biasanya akan melakukan berbagai jadwal perawatan dan pelatihan. Tentu saja, sebenarnya dengan anggaran yang sama, jika dibelikan kapal berjenis OPV yang lebih kecil, akan lebih banyak kapal yang dapat diperoleh.

BACA JUGA :  Perdana, Indonesia Berhasil Ekspor Kapal Perang Buatan Anak Bangsa

Fregat kelas Iver Huitfeldt adalah fregat peperangan udara sepanjang 138 meter dengan berat 6.600 ton. Fregat ini dibangun oleh Odense Staalskibsvaerft untuk Angkatan Laut Kerajaan Denmark. Hingga saat ini sudah tiga kapal yang telah dibangun dan semuanya mulai aktif pada tahun 2011.

HDMS Peter Willemoes
HDMS Peter Willemoes

Desain lambung fregat kelas Iver Huitfeldt berasal dari desain lambung kapal hybrid fregat-angkut kelas Absalon. Terpasangnya 4 sel peluncur rudal vertikal Mk.41 yang mampu memuat hingga 32 rudal anti pesawat dan tersedianya 4 posisi pemasangan modul kontainer Flex Standar di tengah kapal menjadikan kapal ini sebagai fregat AAW yang sangat mumpuni.

Persenjataan lainnya antara lain dua meriam 76mm buatan OTO Melara di depan kapal guna bantuan tembakan langsung dan satu senjata CIWS Milenium 35 mm di buritan kapal. Kapal ini didesain untuk membawa helikopter anti kapal selam ukuran medium seperti Sikorsky MH-60.

Konsep kontainer Standard Flex yang dianut oleh kapal ini adalah sistem kombinasi platform standar dan senjata serta modul sistem yang bisa dibuat berbeda menyesuaikan dengan berbagai misi atau peran. Sensor dan sistem yang umum untuk semua peran dipasang secara permanen. Kemudian, kontainer khusus berisi peralatan misi misi khusus bisa dibawa sesuai dengan misi yang sedang diemban. Sebagai konsep “plug and play” yang benar-benar menawarkan fleksibilitas operasional yang unik.

BACA JUGA :  KRI Rencong 622, Kapal Legendaris TNI AL

Spesifikasi Fregat Iver Huitfeldt

  • Berat: 6600 ton (full load)
  • Panjang: 138m
  • Lebar: 19.75m
  • Draft: 5.3m
  • Mesin: 4 MTU 8000 20V M70 diesel engines. 2 shafts, CODAD
  • Kecepatan: 28 knots
  • Jarak jangkau: 9000 nautical mil atau 16500 kilometer @15 knots
  • Awak: 117 (total akomodasi 165)
  • Senjata: 4 × Mk 41 VLS bisa memuat hingga 32 rudal SM-2 IIIA ; 2 × Mk 56 VLS bisa memuat hingga 24 rudal RIM-162 ESSM ; rudal Harpoon block SSM; 1 × 35mm CIWS ; 2× OTO Melara 76 mm; 2 × dual MU90 Impact ASW torpedo launchers.
Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa - HobbyMiliter.com. Aksi koboi udara Amerika Serikat pernah terjadi tanggal 3 Juli 2003...

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer - HobbyMiliter.com. Seiring meningkatnya ketegangan, menyusul mundurnya Amerika Serikat dari kesepakatan damai yang ditandatangani era...

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang - HobbyMiliter.com. Jepang sadar betul posisi dan kondisi geografisnya sebagai negeri kepulauan. Terlebih dalam hubungan dengan...

Foto Foto Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye

Menengok Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye - HobbyMiliter.com -  Lebyazhye Air Force Base dulunya adalah pangkalan udara militer milik Angkatan Udara Rusia. Pangkalan...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua