Monday, November 23, 2020
Home Blog Militer Referensi Contoh Kasus Pengingkaran Kewajiban Warga Negara Beserta Penyebab Dan Solusi

Contoh Kasus Pengingkaran Kewajiban Warga Negara Beserta Penyebab Dan Solusi

Contoh Kasus Pengingkaran Kewajiban Warga Negara Beserta Penyebab Dan Solusi – HobbyMiliter.com – Sebagai warga negara Indonesia, ada beberapa kewajiban yang mesti dipenuhi, namun tidak sedikit contoh kasus pengingkaran kewajiban warga negara yang terjadi.

Adapun beberapa contoh tersebut bakal dibahas lebih lanjut di artikel ini beserta dengan penyebab serta solusinya.

Contoh Kasus Pengingkaran Kewajiban Warga Negara

Berikut sebagian contoh kasus pengingkaran kewajiban warga negara yang terjadi di Indonesia.

Tidak Taat Bayar Pajak

Kalau kamu tidak taat dalam membayar pajak maka kamu mengingkari kewajiban kamu sebagai warga negara seperti yang tercantum di Undang-undang Dasar 1945 pasal 23 ayat 2. Entah itu berupa pajak kendaraan, Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB, pajak penjualan, pajak penghasilan, dan berbagai jenis pajak lainnya.

Kita wajib membayar pajak soalnya pajak tersebut merupakan salah satu sumber daya pembangunan yang bakal kita nikmati hasilnya. Contohnya seperti pembangunan jalan raya beserta semua fasilitasnya yang dibiayai salah satunya dari pajak kendaraan. Negara bakal rugi besar kalau kita tidak membayar pajak seperti seharusnya.

Melanggar Hak Asasi Orang Lain

Pelanggaran hak asasi orang lain termasuk pengingkaran kewajiban kamu sebagai warga negara seperti tercantum pada Undang-undang Dasar 1945 pasal 28 ayat 1. Semua orang memiliki hak asasi yang mesti dihargai, dihormati, serta tidak dilanggar, termasuk warga negara Indonesia.

Karena itulah tidak semestinya kita melanggar hak asasi tersebut, apapun alasannya agar tercipta suasana yang kondusif serta damai. Salah satu pelanggaran hak asasi manusia adalah membunuh orang lain yang merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia untuk hidup.

Melanggar Kewajiban Pendidikan Dasar

Pendidikan penting buat semua manusia, termasuk warga negara Indonesia. Karena itu Undang-undang Dasar 1945 di pasal 31 ayat 1 mencantumkan pendidikan dasar wajib diikuti setiap warga negara Indonesia. Maksud pendidikan dasar adalah pendidikan formal hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama atau SMP.

Pelanggaran terhadap kewajiban ini dalam arti tidak memberi keleluasaan tersebut berarti mengingkari kewajiban warga negara. Misalnya anak-anak jalanan yang tidak menginjak bangku pendidikan dasar, maka lingkungan terdekatnya, terutama orang tua telah melanggar kewajiban tersebut.

Tidak Ambil Bagian Dalam Pembelaan Negara

Salah satu kewajiban warga negara adalah wajib ikut serta di dalam usaha pertahanan serta keamanan negara seperti yang tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 30 ayat 1. Dengan kata lain kita sebagai warga negara wajib ambil bagian dalam bentuk usaha pembelaan negara apapun sesuai dengan peran kita masing-masing.

BACA JUGA :  Amerika Pinjamkan Senjata Nuklir Ke Anggota NATO, Termasuk Turki

Kewajiban ini bukan cuma berarti mesti ikut berperang demi mempertahankan kedaulatan negara ya, tapi juga termasuk di dalamnya mengabdi sesuai profesi, menjaga keamanan dan kerukunan serta ikut aktif berperan serta memajukan bangsa dan negara. Melanggar kewajiban tersebut berarti kamu mengingkari kewajiban kamu sebagai warga negara Indonesia.

Contoh pelanggaran kewajiban ini antara lain adalah menciptakan dan menyebarkan hoax yang bisa mengganggu kerukunan masyarakat, tidak bersedia ikut wajib militer, atau bahkan pelajar yang tidak sungguh-sungguh melakukan tugas dan kewajiban sebagai warga negara..

Tidak Ambil Bagian Dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Nasional

Tujuan pembangunan nasional Indonesia ada empat seperti yang tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 alinea 4, yaitu:

  • Memajukan kesejahteraan umum.
  • Mencerdaskan kehidupan bangsa.
  • Melindungi segenap bangsa Indonesia.
  • Ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia.

Sementara berbagai kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia buat ikut ambil bagian dalam mencapai tujuan pembangunan nasional tercantum di Undang-undang No. 20 tahun 2003 yang membahas kewajiban warga negara. Jadi kalau kamu melanggar kewajiban ini berarti kamu mengingkari kewajiban kamu sebagai warga negara.

Tidak Taat Peraturan Lalu Lintas

Salah satu kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia adalah menaati peraturan lalu lintas, entah kita sebagai pengendara bermotor, pejalan kaki, ataupun pengguna jalan lainnya. Pelanggaran terhadap Undang-undang Lalu Lintas juga termasuk pelanggaran kewajiban menghormati hak orang lain. Terlebih lagi kalau pelanggaran lalu lintas tersebut sampai membahayakan orang lain, maka kamu melanggar hak asasi orang tersebut.

Bentuk pelanggaran kewajiban ini antara lain mengendarai kendaraan bermotor tanpa SIM, parkir di tempat yang tidak semestinya, tidak menyalakan lampu kendaraan, melanggar lampu merah, dan berbagai pelanggaran lalu lintas lainnya.

Merusak Fasilitas Umum

Kalau kamu merusak fasilitas umum maka itu menandakan kamu mengingkari kewajiban kamu sebagai warga negara terhadap lingkungan serta alam sekitar yang sangat bermanfaat buat kita. Jadi pelanggaran kewajiban ini bisa berbalik merugikan diri kita sendiri.

BACA JUGA :  Perawatan Helikopter Mi-35P TNI AD Ke Rusia

Contoh pelanggaran kewajiban satu ini antara lain adalah mencoret halte, merusak kendaraan umum, membuang sampah tidak di tempat semestinya, ataupun para pendemo yang membakar pos polisi.

Tidak Ambil Bagian Dalam Kegiatan Lingkungan

Kewajiban satu ini misalnya turut ambil bagian dalam siskamling, membantu para korban bencana alam, serta membayar iuran warga. Kalau kamu tidak ikut siskamling berarti kamu mengingkari kewajiban mempertahankan serta membela negara, soalnya kalau tidak ikut siskamling berarti kamu tidak menjaga lingkungan.

Sementara kalau kamu tidak membantu para korban bencana alam, berarti kamu tidak melakukan kewajiban membela negara dan menghormati hak asasi orang lain. Sedangkan kalau kamu tidak membayar iuran warga sama saja kamu tidak membayar pajak yang bakal dipakai buat kesejahteraan warga sekitar, termasuk kamu.

Korupsi

Ada tiga kewajiban warga negara yang kamu ingkari atau langgar kalau kamu korupsi, yaitu kewajiban membela negara, menghormati orang lain, serta kewajiban ikut serta demi pencapaian tujuan pembangunan nasional.

Korupsi bisa merugikan negara dan juga rakyat, bahkan sampai triliun rupiah dan berdampak menghambat pencapaian tujuan pembangunan nasional.

Menyelundupkan Barang

Kalau kamu menyelundupkan barang, termasuk barang-barang terlarang seperti narkotika, ganja dan sebagainya berarti kamu mengingkari kewajiban kamu sebagai warga negara. Kalau kamu menyelundupkan barang maka kamu melanggar kewajiban ikut ambil bagian dalam mencapai tujuan pembangunan nasional dan juga kewajiban menghormati orang lain.

Sementara kalau kamu menyelundupkan barang terlarang seperti narkotika, kamu bukan cuma mengingkari kewajiban ikut ambil bagian demi pencapaian tujuan pembangunan nasional, namun tindakan tersebut bisa membahayakan hidup orang lain, dengan begitu mengingkari kewajiban terhadap hak asasi orang lain.

Penyebab Pengingkaran Kewajiban Warga Negara Terjadi

Ada dua faktor utama terjadinya berbagai contoh kasus pengingkaran kewajiban warga negara seperti tersebut di atas, yaitu:

Faktor Penyebab Internal

Faktor internal penyebab terjadinya berbagai contoh kasus pengingkaran kewajiban warga negara di atas berasal dari dalam diri manusia, antara lain karena:

  • Sifat egois atau mementingkan diri sendiri.
  • Kesadaran hukum yang rendah.
  • Sikap tidak toleran atau tidak menghargai satu sama lain.
  • Rasa nasionalisme yang rendah.
  • Kesadaran akan kewajiban yang rendah.
BACA JUGA :  4 Prinsip Serta 3 Landasan Politik Luar Negeri Indonesia

Faktor Penyebab Eksternal

Sementara faktor eksternal penyebab berbagai kasus pengingkaran tersebut berasal dari luar diri manusia, yaitu sebagai berikut:

  • Penyalahgunaan kekuasaan, entah itu dalam pemerintahan, perusahaan, maupun berbagai sistem lain dalam masyarakat.
  • Ketidaktegasan aparat penegak hukum dalam menindak pelanggaran hak.
  • Penyalahgunaan teknologi yang bisa memicu pelanggaran hak orang lain hingga munculnya kejahatan.

Solusi Terhadap Berbagai Contoh Kasus Pengingkaran Kewajiban Warga Negara

Banyak terdapat solusi biar bisa mengatasi berbagai kasus pengingkaran kewajiban warga negara tersebut. Entah itu bersifat pencegahan maupun penindakan terhadap pelanggaran yang sudah terjadi.

Solusi Pencegahan

Kasus pengingkaran kewajiban warga negara bisa dikurangi kalau semua warga negara menyadari kewajiban mereka. Nah, buat melakukan itu bisa dilakukan dengan mencegah sejak dini, seperti berikut ini:

  • Penanaman sejak dini di lingkungan keluarga, misalnya orang tua memberi contoh positif.
  • Melalui berbagai kegiatan lingkungan seperti arisan dan pertemuan warga buat dijadikan ajang sosialisasi hak serta kewajiban warga negara.
  • Melalui berbagai kegiatan sekolah yang bekerjasama dengan instansi terkait.
  • Menaati peraturan yang ditetapkan pemerintah.
  • Menjauhkan unsur SARA di dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi.
  • Memperkuat rasa persatuan serta cinta tanah air.

Solusi Penindakan

Sementara buat mengurangi ataupun mencegah terulangnya kasus pengingkaran kewajiban, ada beberapa solusi penindakan yang bisa dilakukan, seperti:

  • Memperkuat kontrol masyarakat, agar para pelaku pengingkaran kewajiban diberi sanksi sosial dan tidak berniat mengulanginya lagi.
  • Pemberian sanksi yang tegas setiap kali terjadi pengingkaran kewajiban warga negara agar tidak terulang.
  • Penegakan supremasi hukum yang tidak diskriminatif dan juga adil tanpa memandang status.
  • Penegakan demokrasi.
  • Peningkatan kualitas pelayanan publik.
  • Pengoptimalan tenaga di berbagai lembaga negara selain lembaga tinggi negara.
  • Peningkatan profesionalisme di lembaga pertahanan maupun keamanan negara.
  • Peningkatan pengawasan terhadap masyarakat.
  • Peningkatan kerja sama yang bisa memunculkan kerukunan sesama kelompok masyarakat yang harmonis.

Demikianlah beberapa contoh kasus pengingkaran kewajiban warga negara beserta penyebab serta solusi yang bisa dilakukan, entah itu buat mencegah maupun menindak saat pengingkaran kewajiban terjadi.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua