Saturday, June 19, 2021
HomeBlog Militer6 Bukti Peran Indonesia Dalam Perdamaian Dunia

6 Bukti Peran Indonesia Dalam Perdamaian Dunia

6 Bukti Peran Indonesia Dalam Perdamaian Dunia – HobbyMiliter.com – Peran Indonesia dalam perdamaian dunia sudah terbukti bahkan sejak kemerdekaan tahun 1945. Komitmen Indonesia dalam menerapkan Pembukaan undang-undang Dasar 1945 alinea keempat seakan terbukti lewat beberapa aksinya.

Peran Indonesia Dalam Perdamaian Dunia

Ada beberapa peran Indonesia dalam perdamaian dunia yang diperlihatkan sejak dulu. Berikut beberapa diantaranya.

Indonesia Sebagai Pencetus Konferensi Asia Afrika 1955

Salah satu bukti peran Indonesia dalam perdamaian dunia adalah Indonesia termasuk dalam salah satu pelopor pencetus Konferensi Asia Afrika 1955 yang memiliki tujuan menghimpun persatuan negara-negara Asia-Afrika yang baru memperoleh kemerdekaan, mempromosikan serta meningkatkan kerjasama antar negara, termasuk juga di dalamnya menentang berbagai bentuk penjajahan.

Sebelum KAA diadakan, lima negara pelopor tercetusnya KAA melakukan dua kali pertemuan sebagai berikut:

  • Pertemuan pertama berlangsung pada tanggal 28 April hingga 2 Mei 1952 di Kolombo, Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo, mengusulkan diadakannya Konferensi Asia-Afrika. Sementara keempat pelopor lainnya adalah Jawaharlal Nehru dari India, Mohammad Ali Bogra dari Pakistan, Sir John Kotelawala dari Sri Lanka, dan U Nu dari Burma.
  • Pertemuan kedua kelima perwakilan negara berlangsung di Istana Bogor pada tanggal 29 Desember 1952 dengan bahasan pematangan konsep KAA, tujuan persidangan, serta negara mana saja yang bakal diundang.

Konferensi Asia-Afrika sendiri dilaksanakan tanggal 18 hingga 25 April 1955 di Bandung, Indonesia dan menghasilkan prinsip utama GNB atau Gerakan Non Blok yaitu Dasa Sila Bandung.

Indonesia Mengirimkan Kontingen Garuda Atau KONGA

Bentuk peran Indonesia dalam perdamaian dunia lainnya adalah dengan menyetujui berpartisipasi dan menyumbangkan pasukan pada komando PBB yaitu United Nations Emergency Forces atau UNEF yang merupakan pasukan khusus PBB yang dibentuk tanggal 5 November 1956 demi memelihara perdamaian di Timur Tengah.

Partisipasi Indonesia ditunjukkan dengan pembentukan pasukan Indonesia pada tanggal 28 Desember 1956 yang disebut Pasukan Garuda yang kemudian dikirim ke Timur Tengah bulan Januari 1957.

Hingga kini Pasukan Garuda masih aktif berperan serta dalam menjaga perdamaian dunia, berikut beberapa peran serta Pasukan Garuda selama ini:

  • Pasukan Garuda atau Kontingen Garuda II dan III dikirimkan dengan tujuan menjaga perdamaian di Kongo.
  • Pasukan Garuda IV, V, dan VII dikirim buat menjaga stabilitas Indocina akibat Perang Vietnam.
  • Pasukan Garuda VI dan VII dikirim ke Timur Tengah.
  • Pasukan Garuda IX dikirim ke Perbatasan Irak dan Kuwait.
  • Pasukan Garuda XII dikirim ke Kamboja.
  • Pasukan Garuda XIII dikirim ke Somalia.
  • Pasukan Garuda XIV dikirim ke Bosnia-Herzegovina.

Indonesia Merupakan Pelopor Gerakan Non Blok

Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur mengakibatkan negara-negara kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang baru merdeka jadi target perebutan pertarungan pengaruh hingga banyak konflik seperti Perang Korea dan Perang Vietnam terjadi.

Karena itulah para pemimpin Asia dan Afrika sepakat membuat gerakan biar tidak terpengaruh persaingan tersebut. Alasan itulah yang membuat negara-negara tersebut berhimpun dan memutuskan tidak beraliansi dengan negara-negara berkekuatan besar mana pun. Indonesia diwakili Presiden Soekarno mendeklarasikan keinginannya buat tidak terlibat konfrontasi Perang Dingin tersebut. Karena itu Indonesia termasuk salah satu pelopor dari pembentukan gerakan tersebut yang kemudian dikenal dengan Gerakan Non Blok.

Gerakan Non Blok sampai saat ini sudah beranggotakan 120 negara. Partisipasi Indonesia di Gerakan Non Blok merupakan bukti peran Indonesia dalam perdamaian dunia walau secara tidak langsung.

Indonesia Merupakan Pelopor ASEAN

ASEAN yang merupakan organisasi bersifat non-politik dan militer dibentuk pada akhir tahun 1967 dengan tujuan mempererat hubungan sosial, ekonomi, politik, serta keamanan di kawasan Asia Tenggara. Negara anggota ASEAN berjumlah 10 negara ditambah dengan 5 negara perluasan.

Sejarah pembentukan ASEAN berawal dari pertemuan lima negara di Bangkok yang diwakili Adam Malik dari Indonesia, Tun Abdul Razak dari Malaysia, S. Rajaratnam dari Singapura, Narciso Ramos dari Filipina, serta Thanat Khoman dari tuan rumah Thailand. Hasil dari pertemuan tersebut adalah Deklarasi Bangkok yang berisi persetujuan kelima negara buat membentuk organisasi kerjasama regional yang disebut Association of Southeast Asian Nations yang disingkat menjadi ASEAN.

Adapun isi dari Deklarasi Bangkok tersebut adalah merupakan tujuan ASEAN, yaitu:

  • Mempercepat kemajuan sosial, perkembangan kebudayaan serta pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.
  • Memajukan perdamaian serta stabilitas regional di Asia Tenggara.
  • Saling membantu serta memajukan kerjasama aktif di antara negara-negara anggota di bidang ekonomi, budaya, sosial, ilmu pengetahuan, teknik, serta administrasi.
  • Menjalin kerjasama lebih luas di bidang industri, pertanian, pengangkutan, perdagangan, komunikasi dan juga dalam usaha meningkatkan standar hidup rakyat.
  • Memajukan studi mengenai berbagai masalah yang ada di kawasan Asia Tenggara.
  • Saling membantu di antara negara-negara anggota dalam bentuk fasilitas penelitian dan latihan.
  • Meningkatkan serta memelihara kerjasama dengan berbagai organisasi, entah itu regional maupun internasional.

Peran Indonesia dalam perdamaian dunia lewat ASEAN dibuktikan dengan inisiatif Indonesia menyelesaikan masalah Indocina dengan mengadakan konferensi yang dihadiri Malaysia, Vietnam Selatan, Laos, Filipina, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Australia, Singapura, serta Selandia Baru. Selain itu Indonesia juga bekerja sama dengan Malaysia menjaga perdamaian dengan memberantas komunis di perbatasan Indonesia dan Malaysia. 

Indonesia pun sempat terpilih menjadi ketua ASEAN pada tahun 2011 semasa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mendorong tiga prioritas saat itu, yaitu:

  • Pemeliharaan kondisi keamanan kawasan Asia-Pasifik yang stabil.
  • Mencetuskan visi ASEAN buat 10 tahun ke depan dengan tema “ASEAN Community in a Global Community of Nations.
  • Berusaha mencapai kemajuan signifikan dalam pencapaian ASEAN 2015.

Indonesia Berperan Aktif Di PBB

Peran Indonesia dalam perdamaian dunia selanjutnya adalah dengan menjadi anggota resmi PBB tanggal 28 September 1950. Walau sempat keluar karena perselisihan dengan Malaysia, namun Indonesia kembali menjadi anggota PBB tanggal 28 September 1966 semasa Orde Baru.

Bentuk nyata peran Indonesia dalam perdamaian dunia melalui PBB antara lain adalah dengan tiga kali menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

  • Periode pertama berlangsung dari tahun 1973 hingga 1974.
  • Periode kedua berlangsung dari tahun 1995 hingga 1996.
  • Periode ketiga berlangsung dari tahun 2007 hingga 2008.

Indonesia Merupakan Pendiri Pusat Perdamaian Dan Keamanan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 7 April 2014 di Sentul, Bogor meresmikan pendirian Pusat Perdamaian dan Keamanan atau Indonesia Peace and Security Center atau disingkat IPSC.

IPSC sendiri berlokasi di Sentul, Bogor dan disebut Canti Dharma yang merupakan fasilitas perkantoran dan pelatihan berbagai institusi keamanan, lembaga atau kementerian, entah itu militer maupun sipil.

Kawasan itu dikelola Badan Instalasi Strategis Nasional atau Bainstranas dan Kementerian Pertahanan Indonesia. Sementara instansi, lembaga serta kementerian yang ada di kawasan itu antara lain adalah:

  • Pusat Olahraga Militer.
  • Pusat Pasukan Siaga TNI.
  • Pusat Misi pemeliharaan Perdamaian TNI.
  • Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana, Bencana Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
  • Universitas Pertahanan Indonesia.
  • Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  • Pusat Pelatihan Penanggulangan Terorisme dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Demikian paparan singkat mengenai peran Indonesia dalam perdamaian dunia. Semoga kedepannya Indonesia terus mempertahankan serta memperluas perannya tersebut.

Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua