Friday, July 3, 2020
Home Blog Militer Berita Militer Bell V-22 Osprey PENERBAD Untuk Skadron Heli Angkut Berat TNI AD?

Bell V-22 Osprey PENERBAD Untuk Skadron Heli Angkut Berat TNI AD?

Bell V-22 Osprey PENERBAD Untuk Skadron Heli Angkut Berat TNI AD? – HobbyMiliter.com – Dalam sejarahnya, militer Indonesia pernah memiliki skadron helikopter angkut berat di era 60-an sampai awal 70-an. Skadron tersebut, yang merupakan skadron udara Angkatan Udara Republik Indonesia, diperkuat oleh helikopter angkut berat Mil Mi-6 buatan Uni Soviet. Militer Indonesia mengoperasikan helikopter tersebut hingga era 70-an dan dipensiunkan karena kelangkaan sukucadang.

Beberapa tahun yang lalu terdengar kabar bahwa, selain sedang melakukan pengadaan helikopter serbu canggih AH-64E Apache Guardian, Penerbad TNI AD juga mengincar pengadaan helikopter angkut sedang UH-Blackhawk buatan Sikorsky dan juga helikopter angkut berat CH-47 Chinook buatan Boeing. Pada perkembangannya, hingga saat ini helikopter serang AH-64E Apache Guardian TNI AD sudah datang, namun untuk pengadaan skadron angkut berat Penerbad TNI AD, masih belum terdengar rencana realisasinya.

BACA JUGA :  China Luncurkan Unit Pertama Kapal Perang Type 075 LHD

mv22-tnp-ad-ext-02

 

Di pasaran, ada beberapa helikopter angkut berat yang dipasarkan. Antara lain Mil Mi-26 asal Rusia, CH-47 Chinook, CH-54 Super Stallion dan V-22 Osprey. Khusus V-22 Osprey, sebenarnya pesawat ini bukanlah 100 persen masuk ke dalam kategori helikopter. V-22 Osprey adalah sebuah pesawat tilt-rotor. Pesawat tilt-rotor adalah sebuah jenis pesawat yang menggabungkan daya angkut, kecepatan dan jarak jangkau sebuah pesawat angkut normal dengan fungsionalitas lepas landas vertikalnya helikopter.

Bell baru baru ini mengeluarkan gambar V-22 Osprey dengan livery camo dan roundel TNI AD, lengkap dengan bendera merah putih di ekor pesawat. Hal ini menyiratkan bahwa Bell juga tertarik mengikuti tender (jika ada) pengadaan helikopter angkut berat Penerbad TNI AD.

BACA JUGA :  Operasi Militer Malaysia Pertama: Malayan Emergency

Jika nantinya terpilih, adanya alutsista V-22 Osprey di Penerbad TNI AD merupakan lompatan besar bagi kekuatan militer Indonesia. Dalam hal jarak jangkau misalnya, dari Lanudad Ahmad Yani Semarang, jika lepas landas vertikal dengan mode helikopter, V-22 Osprey bisa mengantarkan pasukan khusus  dalam operasi klandestin sejauh 800 kilometer, kira kira sampai di Sumbawa. Jika lepas landas dengan metode rolling take-off seperti pesawat angkut biasa, maka V-22 Osprey bisa menjangkau jauh sekali hingga wilayah Laut Natuna Utara. Bahkan bisa mencapai pesisir barat laut Australia.

Jarak Jangkau V-22 Osprey.
Jarak Jangkau V-22 Osprey. – Dhimas Afihandarin/Stealthflanker

Lebih lagi, jika versi MV-22 Osprey yang dipilih, maka jarak jangkau menjadi tidak terhingga. MV-22 memiliki fasilitas pengisian bahan bakar di udara yang cocok dengan pesawat tanker udara milik TNI AU.  Secara teknis, bisa saja pesawat terbang dari Sabang, melakukan pengisian bahan bakar di udara, dan mendarat di Merauke.

BACA JUGA :  Antisipasi Gejolak Timor Leste, TNI Siagakan 2 Batalyon di Perbatasan

Dari sisi daya angkut, V-22 Osprey bisa mengangkut 24 hingga 32 orang pasukan, atau 9 ton kargo di kabin dan masih ditambah bisa mengangkut nyaris 7 ton external kargo yang digantung di sling dibawah pesawat seperti layaknya helikopter. Sebagai perbandingan, CH-47 bisa mengangkut 10 ton kargo dengan range 370 kilometer.

Dengan Bell V-22 Osprey PENERBAD untuk skadron heli angkut berat TNI AD?, kapabilitas penerbad dalam menangani logistik barang maupun perputaran pasukan di seantero Indonesia dipastikan meningkat. Apakah pembaca setuju?

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa - HobbyMiliter.com. Aksi koboi udara Amerika Serikat pernah terjadi tanggal 3 Juli 2003...

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer - HobbyMiliter.com. Seiring meningkatnya ketegangan, menyusul mundurnya Amerika Serikat dari kesepakatan damai yang ditandatangani era...

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang - HobbyMiliter.com. Jepang sadar betul posisi dan kondisi geografisnya sebagai negeri kepulauan. Terlebih dalam hubungan dengan...

Foto Foto Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye

Menengok Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye - HobbyMiliter.com -  Lebyazhye Air Force Base dulunya adalah pangkalan udara militer milik Angkatan Udara Rusia. Pangkalan...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua