Indonesia Tarik Helikopter Bolkow Dari Tugas Dinas PBB
Indonesia Tarik Helikopter Bolkow Dari Tugas Dinas PBB. Helikopter NBO-105 Bolkow Saat Ditugaskan Dalam RIMPAC 2014.Sumber : jane's

HobbyMiliter.com – Indonesia Tarik Helikopter Bolkow Dari Tugas Dinas PBB. Indonesia akhirnya memutuskan menarik unit helikopter NBO-105 Bolkow dari tugas dinas nya di pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon. Penarikan unit helikopter tersebut dari misi perdamaian itu kuat dugaan didasari karena kekhawatiran bahwa helikopter tersebut tidak memadai untuk melaksanakan misi – misi dari pasukan penjaga perdamaian tersebut di masa yang akan datang. Saat ini, TNI Angkatan Laut juga dikabarkan telah menghentikan penugasan atas helikopter NBO-105 Bolkow tersebut dari misi United Nations Interim Force In Lebanon atau UNIFIL.

Baca juga :   Update Progress Pengerjaan PKR 2, KRI I Gusti Ngurah Rai 332

Sejumlah masalah teknis diduga mendasari keputusan penarikan unit helikopter NBO-105 dari tugas misi pasukan penjaga perdamaian UNIFIL. Ini termasuk dengan isu ketidak mampuan dari helikopter tersebut untuk memproduksi Recognised Maritime Picture atau foto hasil misi intai maritim yang dapat dikenali oleh kapal – kapal dari negara – negara lain dan juga isu mengenai daya tahan dari unit helikopter tersebut ketika sedang menjalani misi patroli bersama negara – negara lain nya yang juga ikut ambil bagian dalam misi unit Maritime Task Force atau Satuan Tugas Maritim pasukan penjaga perdamaian UNIFIL tersebut.

Baca juga :   Tiongkok Peringatkan Jepang: Anda Tidak Punya Hak Atas Laut Cina Selatan

Indonesia sendiri telah sejak tahun 2009 ikut ambil bagian dalam Satuan Tugas Maritim unit pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon. Secara rutin, TNI Angkatan Laut mengirimkan kapal perang jenis Korvet kelas SIGMA Diponegoro dan atau Light Frigate kelas Bung Tomo dalam misi Maritime Task Force atau MTF UNIFIL. Dalam setiap penugasan selalu dibawa satu unit helikopter NBO-105 Bolkow yang merupakan inventaris dari Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut atau Puspenerbal. Dalam tugasnya dilapangan, helikopter ini dapat berfungsi sebagai perpanjangan “mata” bagi kapal agar dapat mengetahui apa saja yang terjadi didepan mereka atau di sekeliling mereka secara visual. Selain itu unit helikopter juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengirimkan alat – alat dan personil dalam misi – misi latihan bersama antar kapal perang dari berbagai negara yang terlibat dalam misi MTF UNIFIL.

Baca juga :   Mengenal Sistem Radar Zoopark-1 Rusia, Pengawas Gencatan Di Suriah

Indonesia sendiri tercatat mengoperasikan 6 unit helikopter NBO-105 Bolkow. Helikopter – helikopter ini ditempatkan sebagai bagian dari Skuadron Udara 400/Anti Kapal Selam yang bermarkas di Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here