Sunday, August 9, 2020
Home Militer Alutsista Mengenal X-36, Pesawat Tempur Tanpa Awak Experimental NASA

Mengenal X-36, Pesawat Tempur Tanpa Awak Experimental NASA

Mengenal X-36, Pesawat Tempur Tanpa Awak Experimental NASA – HobbyMiliter.com – Di sekitaran akhir tahun 1940-an hingga awal tahun 1950-an beberapa pabrik pesawat membangun prototype pesawat eksperimental dengan desain semi-tailless alias tanpa ekor tegak. Jaman itu, era setelah perang Dunia ke 2, teknologi mesin jet mengalami peningkatan secara drastis, hal yang mengakibatkan terjadinya pencapaian rekor kecepatan hingga melebihi kecepatan suara alias mach 1. Sementara itu, teknologi airframe masih tertinggal.

Airframe pesawat di jaman itu harus bekerja keras melawan vibrasi dan kelemahan struktural ketika terbang mendekati kecepatan suara, antara Mach 0.8 hingga Mach 1. Cukup banyak pesawat yang pecah dan meledak diudara ketika mencoba terbang melebihi kecepatan suara. Di Indonesia pun beberapa kali pesawat TNI AU dan AURI tempo dulu mengalami hal tersebut.

Uji Terbang X-36

Maka, beberapa desainer pesawat tempur berpikir mengenai bagaimana cara menstabilkan pesawat di kecepatan tinggi. Salah satu yang dipelajari antara lain desain pesawat dengan konsep semi-tailless alias tanpa ekor. Namun teknologi pesawat terbang belum secanggih sekarang untuk membuat sebuah pesawat terbang tanpa ekor bisa dikendalikan dengan aman.

BACA JUGA :  Jet Pengebom Rusia, Tupolev Tu-22M3 Hancurkan Sejumlah Kamp ISIS

Desainer pesawat kembali melirik konsep pesawat tailless di era 70-an dan 80-an. Mereka cukup terbantu dengan ditemukannya teknologi sistem kontrol pesawat terbang Fly-by-Wire. Sistem yang melibatkan komputer ini dapat mengatur sistem Fly-by-Wire untuk menstabilkan pesawat tanpa ekor ketika sedang terbang.

Menurut penelitian dan ujicoba di jaman tersebut, pesawat terbang tailless ternyata lebih stealth dari desain tradisional, maklum saja dengan tidak adanya ekor tegak, sinyal radar yang dipantulkan kembali semakin sedikit dibandingkan dengan desain tradisional. Selain itu, karena drag/hambatan terbangnya semakin sedikit dengan tidak adanya ekor, radius tempur pesawat meningkat serta konsumsi bahan bakar menurun. Dalam beberapa kasus malahan diketahui, pesawat tanpa ekor jauh lebih lincah manuver udaranya dibandingkan dengan  desain standar.

Pesawat tempur tanpa awak X-36 adalah proyek technology demonstrator. Technology demonstrator adalah prototype pesawat yang dibuat untuk mempelajari teknologi tertentu dan memang tidak pernah dimaksudkan untuk dibuat secara massal. X-36 sendiri hanya dibuat sebanyak 2 unit. Kedua unit technology demonstrator sendiri dibuat lebih kecil dari pada pesawat tempur ukuran normal. Ukurannya hanya 28% saja dari ukuran normal.

Ukuran dimensi X-36 hanya 28% dari ukuran normal
Ukuran dimensi X-36 hanya 28% dari ukuran normal

Dalam melakukan manuver jungkir balik khas pesawat tempur yang sedang melakukan dogfight, X-36 mengandalkan dua macam teknologi yang diujicoba padanya. Pertama adalah teknologi “split ailerons” dan yang kedua adalah teknologi mesin dengan thrust-vectoring nozzle.

BACA JUGA :  2S31 Vena, Mortir Swagerak asal Rusia

Untuk menambah kelincahan dan kestabilan penerbangan, NASA mendisain X-36 dengan canard. Menurut NASA, karakter terbang X-36 yang tidak stabil karena tidak adanya ekor pesawat, diatasi dengan baik oleh sistem kontrol otomatis dalam perangkat Fly-by-Wire nya yang secara otomatis menyesuaikan kondisi pesawat.

tumblr_nehaebDvcI1ttka3go6_1280
Tanpa ekor tegak

NASA memulai desain X-36 di tahun 1993. Pembuatan unit pesawatnya dimulai di pertengahan era 90-an. Kontraktor yang memenangkan kontrak pembuatan pesawat tempur tanpa awak ini adalah Boeing.

Karena ukurannya hanya 28% dari pesawat tempur normal, maka pesawat tempur eksperimental ini dibuat tanpa awak. Para pilotnya mengendalikan pesawat experimental ini dari darat. Mereka duduk di simulator kokpit dan erhubung ke X-36 dengan datalink khusus. Di kokpit, pilot dapat melihat suasana sekitar pesawat dengan kamera di pesawat. X-36 terbang pertama kali di tahun 1997, di era dimana X-35, prototype pesawat tempur stealth F-35.

.Ketika diisi penuh dengan bahan bakar, X-35 memiliki bobot sekitar 560 kilogram. X-36 ditenagai oleh mesin jet ringan bertenaga sekitar 700 kilogram. menurut Boeing, X-36 merupakan proyek yang berbiaya kecil. Biaya yang dikeluarkan untu pengembangan, perakitan dan test terbang bisa dibilang sangat kecil.

BACA JUGA :  AGM-88 HARM, Rudal Anti Radar Andalan NATO

Boeing mengatakan bahwa ongkos proyek X-36 ini sangatlah murah. Total biaya yang dikeluarkan untuk RnD pengembangan, pembuatan pesawat dan uji tes terbang X-36 hanyalah sekitar 20 Juta Dollar, hal tersebut sekitar sepersepuluh biaya normal jika dilakukan dengan membuat pesawat ukuran sebenarnya.

Walapun hasilnya memuaskan, pengembangan pesawat ini menjadi pesawat tempur sebenarnya yang operasional tidak dilakukan. Hal tersebut disebabkan karena memang tujuan awal pesawat ini dibuat hanyalah sebagai technology demonstrator saja. X-36 kini sudah pensiun dan sudah menjadi penghuni museum.

x-36-EC97-44064-11

Spesifikasi X-36

Panjang: 5,550 meter
Lebar:  3,18 meter
Tinggi: 0,9462 meter
Berat kosong: 494 kilogram
Max takeoff weight: 576 kilogram
Kapasitas bahan bakar: 82 kilogram
Mesin: 1 × Williams International F112 turbofan

Kecepatan Maksimum:  450 km/h (dibatasi secara software)
Approach speed: 204 km/h
Ketinggian terbang: 6.200 meter
g limit: +5
Thrust/weight: 0.56

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua