Tuesday, November 24, 2020
Home Alutsista Ranpur Singapura Terjunkan NGAFV Sebagai Pengganti M113

Singapura Terjunkan NGAFV Sebagai Pengganti M113

Singapura Terjunkan Next Generation AFV (NGAFV) Sebagai Pengganti M113 – HobbyMiliter.com – M113 kini masih populer digunakan untuk menumpas militan pro ISIS di Filipina Selatan, sedangkan bagi Indonesia, M113 merupakan alutsista yang baru diperkenalkan sejak 2 tahun yang lalu, dan saat ini menjadi alutsista andalan Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis TNI AD.

Tapi beda ceritanya dengan Singapura, negara malah sudah berencana mengganti M113, yang di kalangan militer Singapura biasa dikenal ULTRA M113. Mungkin kelihatannya agak terkesan sombong, tapi Singapura berpendapat kalau M113 yang telah dioperasikan sejak dekade 70-an telah layak untuk pensiun. Dan untuk penggantinya, Kementerian Pertahanan Singapura mulai tahun 2006 sudah merancang kendaraan tempur versi baru, dan pastinya hasil pabrikan nasional yang lebih kuat serta canggih.

next-generation1

Tanpa banyak perhitungan dan janji-janji palsu, sekitar pertengahan tahun 2016 yang lalu, Singapore Technologies Engineering sudauh mengeluarkan prototipe kendaraan tempur yang dikenal sebagai Next Generation AFV (Armoured Fighting Vehicle). Dan setelah melalui berbagai proses uji coba, pada akhirnya pada tanggal 22 Maret 2017, Kemhan Singapura resmi menandatangai kontrak produksi Next Generation (NG) AFV, dimana pengiriman gelombang pertama untuk AD Singapura akan dilaksanakan di tahun 2019.

BACA JUGA :  Sejarah Latar Belakang Pemberontakan PKI Madiun 1948: Penyebab, Tujuan Serta Gagasan Utamanya

Disamping M113 yang menurut Singapura sudah waktunya pensiun, Singapore Armed Forces (SAF) sebenarnya saat ini juga tidak kekurangan kendaraan tempur dengan kemampuan AFV serta IFV (Infantry Fighting Vehicle). Dari segi IFV kini Singapura memiliki Bionix II pabrikan ST (Singapore Technologies) Kinetics. Kendaraan Tempur beroda rantai ini membawa kanon Bushmaster II berkaliber 30 mm.

Kanon NG AFV ini dipasang pada kubah yang terhubung dengan senapan mesin coaxial berkaliber 7,62 mm. Kendaraan ini mampu mengangkut hingga 7 personel, Untuk varian APC, bisa diisi hingga 9 personel infanteri. AD Singapura menggunakan 200 unit Bionix II, selain itu juga ada Bionix 25 yang beroperasi sebanyak 200 unit pula.

next-generation2

Selain AFV/IFV, Singapura masih memiliki dalam varian Panser, yaitu AV81 Terrex 8×8, panser yang terbilang paling canggih di seluruh Asia Tenggara. Variannya pun sangat beragam, mulai dari varian dasar APC (Armoured Personnel Carrier), varian pembawa mortir 120 mm, varian recovery untuk membantu reparasi, varian medis, varian IFV (Infantry Fighting Vehicle), varian ATGM (Anti Tank Guided Missile), serta varian engineer untuk melakukan dukungan satuan zeni tempur.

BACA JUGA :  Rusia Peringatkan Warganya Berhati-hati Atas Penculikan ISIS Di Turki

Dari itu semua, varian IFV serta ATGM merupakan senjata utama wheeled fire support vehicle. Varian IFV memiliki kubah dengan sistem RCWS (Remote Control Weapon System) EOS R-600 yang menyandang kanon MK44 Bushmaster II berkaliber 30 mm.

Diprediksi bahwa kekuatan militernya di tahun 2019, aspek AFV/IFV Singapura akan tefokus pada Bionix II, AV81 Terrex serta Next Generation AFV. Lalu apa yang menjadi kelebihan NG-AFV? Dilihat dari rancangannya, terlihat kendaraan tempur ini menggunakan konsep kendaraan lapis baja yang terhubung dengan jaringan data terpadu (Network Centric Warfare), sehingga siap untuk pertempuran di masa depan.

Dari segi perlindungan, NG AFV ternyata memakai armor yang sama persis dengan yang dipakai pada MBT (Main Battle Tank) Leopard 2SG, yaitu merujuk pada standar STANAG 4569 level 4 dan bisa menangkal terjangan proyektil berkaliber 12,7 hingga 14,5 mm. Di bagian bawahnya juga digunakan perlindungan dari ledakan ranjau.

Dari segi persenjataan, pada varian kanon mengadaptasi Bushmaster II autocannon berkaliber 30 mm, ditambah senapan mesin coaxial 7,62 mm. Kanonnya hampir sama seperti pada Bionix II, lengkap beserta laser range finder dan thermal camera.

next-generation3

Network Centric Warfare serta Battlefield Management System menjadi cirri khas pada NG AFV. Contohnya untuk mengontrol kanon RCWS, operator ranpur bisa melihat situasi sekitar (situational awareness) melalui kamera yang mampu memantau seluas 360 derajat. Tak hanya itu, pengemudi ranpur juga bisa memantau situasi di luar kendaraan melalui kamera (180 derajat).

BACA JUGA :  Isi Teks Tugas Pokok TNI

Penggunaan kamera untuk pengemudi NGAFV Singapura ditempatkan di bagian depan (di atas mesin). Visualisasi dari kamera pengemudi serta komandan, berjalan secara realtime dan bisa dilihat oleh pos komando melalui jaringan secomm dan satelit.

Dari segi mesin penggerak, NGAFV Singapura menggunakn mesin diesel buatan Caterpillar. Tenaga mesin ini mencapai 700 hp, power weight ratio 24,5 hp/ton dan ranpur bisa meluncur dengan kecepatan maksimum 70 km per jam. Dengan perlindungan yang cukup kuat, ternyata berpengaruh pada bobot NGAFV Singapura, yaitu mencapai 29 ton.

Sedangkan bobot ranpur amfibi BMF-3F saja hanya 18 ton. Untuk segi ukuran, NG-AFV juga lebih besar dibandingkan Bionix II. Dimensi dari NG AFV mencapai 6,9 x 3,28 x 3,2 meter, sedangkan Bionix II hanya 5,9 x 2,7 x 2,6 meter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua