Monday, November 23, 2020
Home Blog Militer Referensi Asas, Sifat, Landasan Serta Konsep Ketahanan Nasional

Asas, Sifat, Landasan Serta Konsep Ketahanan Nasional

Asas, Sifat, Landasan Serta Konsep Ketahanan Nasional – HobbyMiliter.com – Konsep ketahanan nasional sudah dikenal dan menjadi milik nasional sejak awal tahun 1960 walau masih belum diberikan definisi tertentu untuk mengartikannya. Ketahanan nasional sendiri memiliki beberapa unsur, seperti ketangguhan, keuletan, identitas, integritas, ancaman, hambatan, tantangan, serta gangguan.

Perkembangan Konsep Ketahanan Nasional di Indonesia

Di awal tahun 1960 konsep ketahanan nasional digunakan terkait pembahasan masalah pembinaan teritorial dan juga masalah pertahanan keamanan pada umumnya. Hingga walau banyak instansi maupun individu yang memakai istilah ini, namun satu-satunya lembaga yang serius mempelajari serta membahas masalah terkait ketahanan nasional adalah Lembaga Pertahanan Nasional atau disingkat Lemhanas yang didirikan tahun 1965.

Sejak saat itu hingga sekarang sudah dihasilkan tiga pengertian konsep ketahanan nasional dari Lemhanas, yaitu:

  • Konsep ketahanan nasional tahun 1968

Merupakan daya tahan serta keuletan kita dalam menghadapi segala kekuatan, entah yang datang dari luar maupun dalam, yang secara langsung maupun tidak langsung bisa membahayakan kelangsungan hidup bernegara dan berbangsa Indonesia.

  • Konsep ketahanan nasional tahun 1969

Sebagai penyempurnaan dari konsep pertama, ketahanan nasional diartikan sebagai daya tahan serta keuletan suatu bangsa yang mencakup kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam upaya menghadapi segala ancaman, entah datang dari luar maupun dalam yang secara langsung maupun tidak langsung bisa membahayakan kelangsungan hidup bernegara Indonesia.

Asas-asas Ketahanan Nasional

Asas ketahanan nasional mengandung makna tata laku yang didasari oleh berbagai nilai yang terkandung dalam Pancasila, Undang-undang Dasar 1945 serta wawasan nusantara. Lembaga Ketahanan Nasional atau Lemhanas memaparkan asas-asas ketahanan nasional seperti dibahas di bawah.

Asas Pertama: Kesejahteraan dan Keamanan

Sebagai hal paling mendasar yang mesti didapat bangsa Indonesia sebagai warga negara, asas kesejahteraan dan keamanan ini dijadikan sebagai tolak ukur penentu mantap atau tidaknya ketahanan nasional dalam suatu negara.

Kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai intrinsik yang ada di sistem kehidupan nasional, dimana tanpa adanya kedua hal tersebut, sistem kehidupan nasional tidak bisa berlangsung.

BACA JUGA :  Situs Nuklir Aktif, Korut Bersiap Lancarkan Ujicoba Nuklir Terbarunya

Asas Kedua: Komprehensif atau Menyeluruh Terpadu

Sistem kehidupan nasional meliputi seluruh aspek kehidupan bangsa yang berwujud persatuan dan perpaduan yang seimbang, selaras serta serasi dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. Ketahanan nasional itu sendiri mencakup ketahanan dalam seluruh aspek kehidupan bangsa yang saling berkaitan satu sama lain serta bersifat serasi, selaras, utuh, menyeluruh dan terpadu.

Asas Ketiga Kekeluargaan

Asas ketiga ini mengandung makna kearifan, kebersamaan, keadilan, kesamaan, tenggang rasa, gotong royong serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hidup dengan asas kekeluargaan berarti menyadari perbedaan dimana perbedaan tersebut mesti dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan demi terjaganya persatuan bangsa Indonesia serta menghindari berkembangnya konflik yang bisa menghancurkan.

Asas Keempat: Mawas Ke Dalam dan Ke Luar

Sistem kehidupan nasional adalah perpaduan seluruh aspek kehidupan bangsa dan negara yang saling berinteraksi satu sama lain dan juga dengan lingkungan sekeliling. Proses interaksi tersebut bisa menimbulkan berbagai dampak entah itu bersifat positif maupun negatif. Tujuan asas keempat ini adalah untuk menumbuhkan kondisi serta sifat kehidupan nasional yang berdasarkan pada berbagai nilai kemandirian serta dalam rangka meningkatkan kualitas kemandirian bangsa Indonesia.

Sifat-sifat Ketahanan Nasional

Sementara berbagai sifat dari ketahanan nasional antara lain adalah seperti diuraikan lebih lanjut di pembahasan di bawah ini.

Sifat Pertama: Mandiri

Ketahanan nasional mempercayai kekuatan serta kemampuan bangsanya untuk melindungi negara dari segala macam ancaman maupun gangguan. Bangsa memegang teguh prinsip tidak mudah menyerah serta fokus pada integritas, identitas dan juga kepribadian bangsa disertai juga dengan persatuan yang terjalin.

Sifat Kedua: Dinamis

Ketahanan nasional tidak pernah tetap atau konstan pada satu kondisi saja, namun selalu mengalami perubahan, entah bisa meningkat ataupun menurun tergantung pada kondisi dan juga situasi yang dialami bangsa tersebut. Karena itulah, ketahanan nasional mesti selalu berorientasi pada masa depan dengan kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.

BACA JUGA :  Rusia Peringatkan Warganya Berhati-hati Atas Penculikan ISIS Di Turki

Sifat Ketiga: Manunggal

Ketahanan nasional bersifat integratif, yaitu mewujudkan kesatuan serta perpaduan yang seimbang, selaras, dan juga serasi dalam segenap aspek kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan juga berbangsa.

Sifat Keempat: Wibawa

Sifat manunggal dari ketahanan nasional bisa membawa kewibawaan pada bangsa hingga akan diperhitungkan, dihormati serta disegani pihak lain. Selain itu juga memiliki daya tangkal besar dimana apabila semakin membaik maka kewibawaan juga akan semakin baik.

Sifat Kelima: Konsultasi dan Kerjasama

Ketahanan nasional bersifat saling mendengarkan pendapat orang lain dan bekerja sama melindungi bangsa dan negara dengan tidak bersikap antagonis dan mengutamakan persatuan dibanding individualitas atau melakukan sendiri-sendiri.

Landasan Ketahanan Nasional

Landasan ketahanan nasional terdiri dari tiga landasan utama yang akan dipaparkan lebih lanjut di uraian singkat di bawah.

Landasan Pertama: Idiil

Landasan idiil dari ketahanan nasional adalah Pancasila yang merupakan falsafah, ideologi serta dasar negara NKRI yang berisi berbagai nilai etika serta moral yang mesti diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan juga bernegara. Perwujudan Pancasila sebagai nilai etika dan moral bangsa adalah dalam pola pikir, sikap serta tindakan atau perilaku tiap warga negara yang mengabdikan diri dalam penyelenggaraan pertahanan dan keamanan negara sesuai kedudukan masing-masing.

Berbagai nilai tersebut diantaranya mencakup keselarasan, keseimbangan, keserasian, serta persatuan dan kesatuan disertai dengan kekeluargaan, kerakyatan, dan juga kebersamaan. Hingga saat ini berbagai nilai yang terkandung dalam Pancasila sudah terbukti, teruji dan juga diyakini kebenarannya sebagai pemersatu bangsa dalam membangun serta menata kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik serta memiliki daya saing.

Landasan Kedua: Konstitusional

Sementara landasan kedua atau landasan konstitusional dari ketahanan nasional adalah Undang-undang Dasar 1945 yang merupakan sumber dari segala sumber hukum. Undang-undang Dasar 1945 ini memberikan landasan, panduan, serta arah dalam pengembangan sistem serta penyelenggaraan pertahanan dan keamanan negara.

BACA JUGA :  China Diam-Diam Luncurkan Rudal Presisi Baru AR-1B

Pembukaan beserta pasal-pasal dalam Undang-undang Dasar 1945 merangkumi substansi pertahanan negara yang meliputi pandangan bangsa Indonesia dalam melihat diri serta lingkungan, tujuan negara, sistem pertahanan negara dan juga keterlibatan warga negara.

Sikap bangsa Indonesia yang menentang segala bentuk penjajahan juga tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945, dimana bangsa Indonesia akan terus berjuang demi mencegah serta mengatasi berbagai upaya penindasan dan penindasan yang bertentangan dengan nilai keadilan.

Pertahanan negara tidak terpisahkan dari kemerdekaan bangsa Indonesia, karena kemerdekaan tersebut merupakan hasil perjuangan pergerakan bangsa melalui pengorbanan jiwa serta raga. Atas dasar itulah, bangsa Indonesia memegang prinsip bahwa kemerdekaan merupakan kehormatan bangsa yang mesti senantiasa dijaga serta dipertahankan.

Akan tetapi keputusan mewajibkan warga negara turut serta dalam upaya pertahanan negara mesti didukung perangkat undang-undang sebagai pelaksanaan Undang-undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional. Undang-undang Dasar 1945 pasal 28 mengatur tentang hal tersebut.

Landasan Ketiga: Visional

Landasan visional dari ketahanan nasional adalah wawasan nusantara yang merupakan cara  pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang utuh. Wawasan Nusantara dilihat dari geopolitik dimana Indonesia yang memiliki wilayah berupa gugusan Kepulauan Nusantara dan semua isinya merupakan satu kesatuan wadah serta sarana demi membangun dan menata diri menjadi bangsa dengan daya saing tinggi.

Kepulauan Nusantara yang terwujud sebagai satu kesatuan pertahanan mengandung makna bahwa segala bentuk ancaman terhadap wilayah Indonesia tertentu pada hakikatnya dianggap sebagai ancaman terhadap kedaulatan nasional yang mesti dihadapi bersama dengan mengerahkan segenap daya serta kemampuan segenap bangsa.

Karena itulah konsep ketahanan nasional mesti dipahami serta dimengerti dengan baik, agar persatuan dan kesatuan bangsa dan negara terjaga serta bisa dipertahankan dari berbagai ancaman maupun gangguan yang bisa menimbulkan perpecahan.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua