Saturday, June 25, 2022
HomeBlog MiliterReferensiInilah Kebijakan-Kebijakan Orde Baru dalam Pembangunan Indonesia

Inilah Kebijakan-Kebijakan Orde Baru dalam Pembangunan Indonesia

Inilah Kebijakan-Kebijakan Orde Baru dalam Pembangunan Indonesia – HobbyMiliter.com – Apa yang dimaksud dengan istilah Orde Baru? Orde Baru merupakan masa pemerintahan yang berlaku untuk periode tertentu, tepatnya adalah pada masa Presiden Soeharto menjadi kepala negara. Periode itu berlangsung dari Tahun 1966 sampai dengan Tahun 1998. Apabila Kita hitung periode tersebut yaitu berlangsung selama 32 tahun.

Supaya tercapai tujuan nasional Bangsa Indonesia sesuai yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, maka Pada masa Orde baru dibuatlah beberapa kebijakan pembangunan nasional. Utuk memuluskan kebijakan pembangunan tersebut, masa Orde Baru berpedoman pada Trilogi Pembangunan. Secara harfiahnya, Trilogi berasal dari dua kata, yaitu tri dan logi. Tri artinya tiga dan logi artinya kesatuan yang saling berhubungan.

Jadi Trilogi itu adalah tiga aspek pembanguan yang satu sama lain saling mendukung.
Trilogi yang dimaksud yaitu pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional. Program Trilogi ini ternyata sudah diatur dalam Garis-garis Besar Haluan Negara atau disingkat dengan GBHN. Adapun pemetaannya, dipetakan dalam Repelita atau Rencana Pembangunan Lima tahun. Adapun pengaplikasiannya, dibagi menjadi dua tahap pembangunan yaitu Pelita atau Pembangunan Lima Tahun dan Pembangunan Jangka Panjang selama 25 Tahun.

BACA JUGA :  Serangan udara Russia menghancurkan Markas ISIL di Suriah

Dalam Bidang Pertanian dan Perkebunan

Konsep Revolusi Hijau diusung oleh pemerintah pada masa Order Baru untuk meningkatkan pembangunan dalam bidang pertanian dan perkebunan. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah berupaya untuk mengoptimalkan peran Koperasi Unit Desa atau disingkat dengan KUD. Karena koperasi tersebut sangat dekat sekali kedudukannya untuk langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Disisi lain, Bulog atau Badan Usaha Logistik juga didirikan oleh pemerintah pada saat itu yang tujuannya adalah untuk mengontol dan menstabilkan stok beras agar kebutuhan pangan masyarakat, terutama beras dapat terpenuhi.

Program selanjutnya yang berkenaan dengan bidan pertanian dan perkebunan adalah program PPL atau Penyuluhan Pertanian Lapangan. Program ini sangat penting bagi masyarakat agar mereka dapat memperoleh edukasi tentang teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi hasil pertanian mereka. Dengan meningkatnya produksi, maka keuntungan yang didapatpun akan semakin meningkat. Dengan begitu, kesejahteraan petani dan stok bahan stok bahan hasil pertanian akan terpenuhi.

BACA JUGA :  Dua Unit Sukhoi SU35 Akan Tampil Di HUT TNI Oktober Tahun Ini

Kebijakan dalam Bidang Pendidikan

Di bidang pendidikan, program pembangunan pada masa Masa Orde Baru dibagi menjadi Tiga Pelita. Pelita Pertama, pemerintah memfokuskan diri untuk memberantas masalah buta huruf yang saat itu masih menjadi masalah yang cukup serius. Negara pun tidak akan berkembang dengan pesat apabila masih banyak warga negaranya yang belum bisa membaca atau menulis. Oleh karena itu, Sekolah Inpres atau sekolah yang setara dengan SD hadir di berbagai pelosok negeri untuk menjawab masalah tersebut.

Pada Pelita Kedua, pemerintah berupaya untuk melakukan pemerataan pendidikan. Pemerataan pendidikan yang dimaksud adalah adanya pendidikan yang bisa dirasakan manfaatnya oleh semua orang di seluruh pelosok negeri. Tidak heran memang, jika pada masa itu menjamur sekolah Inpres atau “sekolah kecil” sampai ke pelosok-pelosok nusantara.

BACA JUGA :  Filipina Resmi Terima Korvet Po Hang Hibah Dari Korsel

Pada Pelita Ketiga, pemerintah memprediksi bahwa masalah buta harus lambat laut telah teratasi sehingga mereka mulai merintis program wajib belajar yang levelnya lebih tinggi dari Sekolah Dasar. Ya, program tersebut dinamakan dengan program Wajib Belajar 9 Tahun. Artinya, warga negara dituntut agar anak-anaknya dapat menyelesaikan proses belajar sampai dengan tingkatan SMP (Sekolah Menengah Pertama).

Kebijakan dalam Bidang Kesehatan

Di bidang kesehatan, kebijakan-kebijakan Orde Baru antara lain menerapkan beberapa kebijakan yaitu program pengadaan Puskesmas dan Posyandu, serta program KB atau Keluarga Berencana. Program pendirian Puskesmas dimaksudkan supaya masyarakat mudah dalam memperoleh layanan kesehatan. Sebagaimana yang sampai saat ini juga diterapkan, Puskesmas yang keberadaannya sangat dekat dengan masyarakat selalu menjadi center atau pusat mereka dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

75-amerika-serikat-luncurkan-drone-gray-eagle

Amerika Serikat Akan Luncurkan Drone MQ-1C Gray Eagle Ke Korsel

0
Hobbymiliter.com - Amerika Serikat berencana untuk meluncurkan pesawat tanpa awak MQ-1C Gray Eagle terbaru untuk berjaga-jaga di daerah Korea Selatan. Drone ini memiliki kemampuan untuk...

Recent Comments