Thursday, August 6, 2020
Home Alutsista Rudal Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa

Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa

Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa – HobbyMiliter.com. Dinamisnya pertempuran udara membuat payung udara yang mumpuni tidak bisa hanya mengandalkan eksistensi pesawat tempur canggih saja. Kepemilikan alat utama sistem senjata (alutsista) rudal pertahanan udara yang berlapis lengkap mulai dari hanud titik/jarak pendek hingga hanud menengah/jauh sudah merupakan kebutuhan standar. Contohnya S300, Patriot dan Aster 30.

Dan seiring perkembangan teknologi rudal itu sendiri, kini ancaman yang datang tak hanya berupa pesawat lawan melainkan juga rudal baik rudal jelajah (cruise missile) maupun rudal balistik mandala atau TBM (theater ballistic missile) seperti yang belum lama ini terjadi di Suriah.

Belum lama ini populasi sistem rudal anti pesawat jarak menengah/menengah-jauh bertambah tatkala tahun 2010 Perancis resmi mengoperasionalkan alutsista rudal anti pesawat berlabel SAMP/T MAMBA. Eksistensi alutsista anyar ini juga otomatis meramaikan bursa pasar rudal hanud jarak jauh yang selama ini didominasi buatan AS dan Rusia saja.

Kendaraan Modul Radar ARABEL SAMP/T, mampu dimuat oleh C-130 Hercules
Kendaraan Modul Radar ARABEL SAMP/T, mampu dimuat oleh C-130 Hercules

SAMP/T (Sol-Air Moyenne Portee/Terrestre) atau sistem senjata darat ke udara jarak menengah dengan platform luncur di darat (land-based) tersebut sesungguhnya merupakan pengembangan dari rudal hanud jarak jauh Aster 30 yang awalnya didesain sebagai alutsista hanud menengah/menengah-jauh pada kapal perang kelas perusak (destroyer). Kapal perusak tercanggih Inggris dari kelas Type 45 (Daring class) merupakan salah satu pemakai Aster 30. Nama MAMBA sendiri merupakan nama resmi yang disematkan oleh Perancis.

SAMP/T MAMBA merupakan alutsista rudal anti pesawat yang cukup panjang pengembangannya. Pemilihan Aster 30 Block I sebagai basis dinilai tepat, lantaran meminimalkan resiko saat engineering development. Desain Aster 30 yang modular juga memudahkan perubahan dari platform luncur kapal perang (permukaan) ke mode peluncur darat. Dengan demikian pembuatnya bisa fokus pada kapabilitas yang ingin dijejalkan penggunanya seiring dengan perkembangan situasi, yaitu kemampuan anti rudal balistik mandala (anti-TBM) sekaligus anti rudal jelajah.

BACA JUGA :  TNI AD Hadiri Demonstrasi Senjata Loitering Glide Bomb WS-43 di China

Meski sama-sama berupa rudal, sesungguhnya tantangan yang dihadirkan keduanya berbeda amat jauh dan bertolak belakang. Yang satu berkecepatan tinggi/relatif amat tinggi dengan ketinggian mulai menengah hingga tinggi, bahkan melampaui batas atmosfer, satunya lagi berkecepatan tidak terlalu tinggi namun beroperasi di ketinggian amat rendah dan terbang amat rendah mengikuti kontur muka bumi.

Alutsista rudal hanud buatan Eurosam (patungan antara MBDA Missile Systems dan Thales) ini telah melalui serangkaian uji tembak langsung (live firing) mulai dari 2005 (oleh pabrikan), disusul evaluasi awal oleh Perancis dan Italia (2008), yang dilanjutkan dengan uji tembak dengan sasaran rudal balistik mandala (2010). Pasca resmi operasional, Perancis bahkan sudah melakukan uji tembak sendiri tahun 2011 lalu dengan hasil memuaskan.

Tinggi Rudal Aster 30 Block 1 yang dijadikan sebagai pemukul di SAMP/T MAMBA
Tinggi Rudal Aster 30 Block 1 yang dijadikan sebagai pemukul di SAMP/T MAMBA

Alutsista hanud yang disebut-sebut sebagai setara dengan rudal Patriot (buatan AS) dan S300/400/500 (buatan Rusia) ini semua sub sistem utamanya merupakan buatan Eropa, dan digadang-gadang sebagai salah satu alutsista hanud tercanggih yang ada di pasaran saat ini.

Tiap baterai MAMBA dilengkapi radar bermobilitas ARABEL yang merupakan radar jenis 3D phased array dan mampu menjejak hingga 100 target simultan di berbagai ketinggian, dan mampu mengunci 10 di antaranya untuk kemudian disasar dengan rudal siap tembak yang dikemas dalam satu kontainer berisi delapan rudal yang bisa ditembakkan salvo. Tidak sampai beberapa detik kemudian komputer akan beralih mengunci 10 target berikutnya dan menembakkan salvo kedua, dan seterusnya sampai semua target tereliminasi.

Semua sistem MAMBA dirancang bersifat modular guna memudahkan peningkatan kemampuan (upgradeable) di kemudian hari. Seperti halnya alutsista hanud terintegrasi pada umumnya, MAMBA terdiri dari tiga subsistem utama yaitu radar, modul kendali penindakan (engagement module) dan peluncur rudal.

BACA JUGA :  GDELS Tampilkan Tank Medium ASCOD MMBT Di Eurosatory 2018

Sesuai sifatnya yang bermobilitas tinggi, ketiganya terpasang pada truk berkemampuan off-road buatan Renault, dan tiap modul dapat diangkut dengan pesawat angkut sekelas C-130 Hercules tanpa perlu diurai/dipreteli. Sehingga untuk memindahkan 1 baterai ke garis depan hanya perlu menggerakan 2-3 Hercules dalam 2 sorti penerbangan saja. Poin terakhir inilah yang tidak dimiliki sista hanud lain yang berkemampuan anti-TBM. Baik Patriot maupun S300/400/500 series tiap modulnya memerlukan sarana angkut berat minimal sekelas C-17 Globemaster III atau Ilyushin Il-76.

Soal kinerja aksi, MAMBA jelas mampu bersaing dengan para rivalnya dari AS maupun Rusia, meski untuk urusan jangkauan tembak Rusia masih di atas angin. Mamba mampu mencegat pesawat terbang atau rudal balistik mandala sejauh 120 km, atau dengan ketinggian maksimum 20.000 m. Sementara untuk rudal jelajah yang terbang di ketinggian amat rendah, mampu dihadang pada jarak sekitar 35 km.

Namun untuk negara yang bukan termasuk member MTCR (Perjanjian Pembatasan Transfer Tenologi Rudal) seperti Indonesia, Rusia pun tidak bisa menjual S-Series dengan rudal yang memiliki range melebihi 300Km. Sedang pada prakteknya, melakukan idetifikasi target pada jarak lebih dari 200 Km itu sangat sulit, apakah target yang terlihat diradar itu pesawat tempur ataukah sipil, dan jika pesawat tempur, masih sulit menentukan misinya, apakah friendly, sekedar ferry, ataupun memang musuh.

Kendaraan modul peluncur rudal. Setiap kendaraan membawa 8 rudal siap tembak, dan dalam 1 baterai terdiri dari 6 kendaraan peluncur.
Kendaraan modul peluncur rudal. Setiap kendaraan membawa 8 rudal siap tembak, dan dalam 1 baterai terdiri dari 6 kendaraan peluncur.

SAMP/T MAMBA sejauh ini memang baru dipakai dua pemesan utamanya yaitu Perancis (10 baterai), Italia (3 baterai) serta Singapura (2 baterai dan 200 rudal, menggunakan truk MAN), namun amat terbuka untuk ditawarkan ke negara lain yang berminat. Sejauh ini Perancis sudah menerima seluruh baterai pesanannya dan bahkan pihak Kementerian Pertahanan Perancis sudah terang-terangan menyatakan kepuasannya atas kapabilitas yang dihadirkan MAMBA. Perkara jumlah yang diakuisisi Perancis dan Italia masih sedikit, semua sudah bisa menebak, krisis finansial Eropa lah yang membatasi pembelian dalam kuantitas besar.

BACA JUGA :  Airbus Dan DCNS Kembangkan UAV VTOL Untuk AL Perancis

Bagaimana dengan Indonesia? Seperti kita tahu, sejak pensiunnya rudal S75 Dvina (NATO: SA-2 Guideline) dari jajaran operasional TNI di akhir 70-an, praktis Indonesia belum memiliki lagi rudal sekelas itu. NASAMS yang akan datang dalam waktu dekat pun baru sebatas kemampuan Rapier yang sudah pensiun.

Wacana kepemilikan rudal jarak menengah/jauh untuk Indonesia sendiri sudah mengemuka sejak beberapa tahun terakhir. Yang jelas, eksistensi SAMP/T Mamba menambah jumlah pilihan yang tersedia untuk dipertimbangkan, mengingat kedekatan industri aeronautics Eropa dengan PTDI dapat dijadikan sebagai sarana untuk memperoleh alutsista tersebut sekaligus Transfer of Technology-nya.

Tinggi Rudal Aster 30 Block 1 yang dijadikan sebagai pemukul di SAMP/T MAMBA
Tinggi Rudal Aster 30 Block 1 yang dijadikan sebagai pemukul di SAMP/T MAMBA

Spesifikasi SAMP/T MAMBA

Pembuat EUROSAM – Perancis
Pengguna Perancis, Italia dan Singapura
Operasional Pertama 2010 – Perancis
Dimensi dan Bobot Panjang: 4.9m; Diameter: 0.18 m: Bobot luncur: 450 kg
Tenaga Pendorong roket berbahan bakar padat dua tingkat
Range ±3 – 120+ km
Ketinggian Maksimum 35000 Km
Kecepatan Maksimum ±4,5 Mach (sekitar 1.400 m/detik)
Sistem Radar Eurosam ARABEL, mampu menjejak 100 target, lalu memandu rudal ke arah 10 target secara simultan.
Konfigurasi Baterai Satu baterai SAMP/T Mamba umumnya terdiri dari:
1 unit engagement module
1 unit mobile radar ARABEL
4-6 ground vertical launch module (masing-masing membawa 8 rudal)
2-4 truk pembawa rudal cadangan untuk reload
Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua