Diawal tahun 1972, aktivitas MiG mulai meningkat, setiap malam sejumlah MiG-21 diterbangkan dari Kep, Yen Bai, Phuc Yen dan landasan Quan lang. Mereka beberapa kali berusaha menembak jatuh pesawat-pesawar B-52 diatas Laos.

Pada tanggal 18 Januari 1972, Duke diperintah untuk bersiap menggawal sekelompok penyerangan ke Quang Lang, Duke antusias sekali menyambutnya. Dia menggambil maskot kaki kelincinya, mengusap usap dan mulai menyusun rencana misi tersebut. Duke memang membawa potongan bulu dan kuku itu selama dua tahun terakhir ini. Benda itu Duke peroleh dari seorang teman di Universitas Missouri. Dia selalu mengelusnya setiap akan melakuka misi, sambil berkata, “ kali ini saya akan berhasil menjatuhkan MiG.”

Dalam misi ini rencana mereka akan terbang ke selatan, dan dari sana berbelok ke utara melalui Laos. Mereka merencanakan akan tampil di Laos dengan formasi besar.

Dengan 35 pesawat mereka terbang ke arah Vietnam Selatan dan Laos.

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Ketika Commander Eggert menyebut point alpha, cek point yang pertama, seluruh persenjataan dipersiapkan. Sepertiga dari flight tersebut memisahkan diri, diikuti sepertiganya lagi 30 detik kemudian. Memang ini taktik yang disengaja agar bisa menyerang serentak dari arah barat daya dan utara.

Point bravo masih 4 menit ke utara, ketika radio menyebut “Point Bravo”, rasanya tekanan darah Duke naik, seakan terasa baru bangun dari tidur panjang. Dari kejauhan sekitar 20 mil, Duke sudah melihat Quan Lang.

“Gomers” sudah mencium kedatangan mereka. Brian dan Duke sudah mulai ditembakai dengan 57 mm. Untuk menghindarinya, mereka terbang dengan ketinggian berbeda-beda. “Showtime, SAM dibawah!” (Showtime adalah call-sign radio VF-96) begitu kotak kecil hebat yang mendeteksi radar SAM menggingatkan mereka.

Duke dan kawan kawan berada di tengah dua sarang SAM, mereka pun melesat di atas tanah lapang kosong, menuju ke arah selatan tempat posisi mereka antara Quang Lang dan daerah musuh di sebelah utara, unuk memotong segala usaha penyerangn MiG tersebut.

BACA JUGA :  Foto Pabrik Pembuat Tank Sekutu di Perang Dunia II
MiG 21 Vietnam. Pesawat canggih pada masanya.
MiG 21 Vietnam. Pesawat canggih pada masanya. F-4 Phantom vs MiG-21.

Lapangan terbang itu sudah mereka lewati, sarang SAM sudah mendeteksi mereka dan mereka sudah melihat batangan misil musuh mulai terangkat di landasannya, debu dan kotoran berterbangan ketika Bosster misil menembak ke udara. Nyala api putih tampak menyertai misil dengan kecepatan mach 3 plus.

Saat Brian melakukan turn hard port, misil itu mengikutinya, pertanda misil tersebut sudah mengunci posisi pesawat. Tetapi Brian dan Jerry sama sekali tidak bisa melihatnya. Ketika misil sudah mulai mendekat, Duke memerintahkan untk melakukan manuver break turn of maximum G. SAM melesat nyaris mengenai pesawat Brian dan gagal meledakannya.

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam. F-4 Phantom vs MiG-21.

A-7 Corsair juga melakukan tugas dengan baik diposisinya. Burung –burung penyerang ini berhasil menghajar sebagian senjata–senjata anti pesawat.

Sarang SAM di sebelah selatan mengkonsentrasikan sasarannya pada kawanan Duke, dua diantaranya sudah membidik ke arah mereka. Duke dan Brian segera berpencar (MIGCAP menjadi misi kedua untuk membebaskan diri). Sekitar 18 SAM ditembakan, masing-masing dua dari setiap sarang. Flight Duke nyaris nyaris menjadi sasaran empuk sebuah misil akibat salah perhitungan.

Sekilas, Duke dan kawan kawannya ini cukup berhasil menimbulkan serangan gencar, Kelompok A-7 berhasil menemukan tempat penyimpanan MiG yang tersembunyi jauh di daerah pedalaman pegunungan sebelah selatan. Mereka berhasil melumpuhkan sarang SAM di sebelah utara dengan Bom-bom Rockeye.

Showtime!! Ilustrasi penembakan MiG.
Showtime!! Ilustrasi penembakan MiG dalam dogfight antara F-4 Phantom vs MiG-21.

“Irish, ada dua boogies (istilah untuk pesawat tidak dikenal) ke arah utara di depan, tapi saya mengidentifikasi mereka“ seru Letnan Duke suatu hari saat sebuah misi berlangsung. Duke memperkirakan mereka adalah MiG-21 (karena pada saat itu, Duke sudah dua tahun tidak melihat MiG).

BACA JUGA :  Jet Tempur F-35 Belanda Cegat Tiga Pesawat Militer Russia Disekitar Polandia

Tetap dalam posisi menukik, Duke menambah kecepatan sampai 650 knot dan bertahan sambil berusaha mengambil posisi paling baik di belakang pesawat tak dikenal tersebut. Ketika mereka mendekat, memang terlihat dua MiG-21 bersayap delta. Pesawat paling cantik, yang pernah dia lihat. Leader musuh berada pada ketinggian 500 kaki di sebuah canyon sedangkan wingman-nya berada pada sebelah kanannya di ketinggian 700-1000 kaki.

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

“Showtime,“ teriak Duke memperingatkan, “bandit-bandit biru (kode untuk MiG-21) di sebelah utara lapangan terbang!” Brian mendengar seruan tersebut dan mengarahkan pesawatnya ke wilayah di belakang mereka. Willie dan Duke berada di ketinggan 200 kaki, dengan kecepatan 650 knot Dengan terus mengawasi leader pesawat lawan.

“Duke, dia sudah tertangkap radar! tembak! tembak! tembak!” Dalam situasi ini semestinya Duke menembakan misil Sparrow yang memiliki radar. Tetapi karena pengalaman buruk sebelumya dengan misil ini, Duke lebih memilih sidewinder. Saatnya F-4 Phantom vs MiG-21.

“Fox two!” (seruan pilot bagi pesawat lain agar bisa berhati-hati, karena sidewinder tidak mengenal lawan atau kawan) begitu misil kiri meninggalkan relnya. Seperti biasa MiG melakukan manuver G maksimum, putaran tajam. Duke menanjak dan mememutar F-4 Phantomnya ke arah perut bagian samping MiG tersebut. Saat berbalik, Duke melihat wingman musuh melarikan diri dan membiarkan flight leadernya sendiri menghadapi Duke sendirian.

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Duke dapat melihat kepala musuh melihat kanan kiri ke sekitar kokpit, nampaknya dia tidak terlatih baik, dia melakukan kesalahan fatal dengan membuang-buang energinya dalam manuver the break turn. Sayap pesawat musuh hampir menyenggol batu karang dasar lembah ketika sidewinder pertama berusaha mengimbangi manuver G turn yang dilakukan musuh. Misil gagal mengimbanginya sehingga meledak di luar jalur terbang musuh.

BACA JUGA :  Pesawat Tanker A330 MRTT Untuk AU Korea Selatan Jalani Test Penerimaan

Phantom mereka berada pada posisi terbaik di ketinggian 200 kaki dengan kecepatan 500 knot, timbul rasa panik, ketika Duke merasa akan crash. Duke menarik aileron kiri dan full rudder sementara mendorong stik kedepan. Kini, dia berada pada posisi berhadapan dengan MiG tersebut, yang tengah memiringkan sayap untuk berbalik. Irish mengingatkan Duke untuk memperhatikan ketinggian mereka. MiG tidak tampak di belakang Phantom itu.

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Dia berada tidak lebih dari 3700 kaki di depan Duke. Duke pun melakukan manuver zero degrees angle off. Posisi baik untuk melepas misil ke dua. Sehingga begitu pesawat tempur musuh sama tinggi, misil Sidewinder berhasil menghantamnya dengan telak. Akibatnya benar benar spektakuler. Seluruh ekor pesawat MiG itu putus dan sisa pesawat itu terpental, crash didarat dan menimbulkan bola api raksasa. One Kill!

Saat melewati puing–puing pesawat yang berceceran di desa sekitarnya itu seraasa seperti mimpi bagi Duke. Dia merasa lega bisa memukul musuh, perasaan yang tidak bisa digambarkan. Untuk pertama kalinya setelah 18 bulan tidak melihat MiG, seorang pilot pesawat tempur AS berhasil menhancurkan sebuah MiG. Irish berteriak kegirangan.

Dogfight dengan musuh.
Dogfight dengan musuh.

Duke menarik stik dan kembali kearah Laos. Lapangan terbang Quang lang kembali kembali muncul dengan sarang-sarang SAM nya yang khas. Tiga sarang SAM berhasil dihancurkan, dua tempat kedudukan meriam AAA rusak, landasan pacu kena bom, gua-gua tempat penyimpanan pesawat MiG berhasil dihancurkan dan sebuah MiG-21 berhasil ditembak jatuh. Lagi lagi F-4 menang dalam perseteruan antara F-4 Phantom vs MiG-21.

Ketika kembali ke USS Constellation, mereka disambut dengan kegembiraan. Tangan melambai-lambai dan dan tanda V diacung-acungkan. Sebuah sepanduk yang ditulis cepat terpampang. “Selamat kepada Letnan Driscoll dan Letnan Cunningham.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here