Kisah F-4 Phantom vs MiG-21 di Perang Vietnam – HobbyMiliter.com. Dia adalah Letnan Randall “ duke “ Cunningham jr. Dia adalah salah satu dari dua ace Amerika dalam perang Vietnam. Dia juga satu-satunya ace AL AS dalam perang ini. Dia adalah salah satu ace yang menghadapi gerilya udara AU Vietnam Utara.

Selama periode  tahun 1965 -1968 nasib pertempuran  udara di Vietnam Utara, perbandingkan kill-to-loss AL adalah 2,42 : 1  sementara AU 2,25 :1. Ini berarti bila penerbang AS berhasil menembak  jatuh dua MIG , mereka kehilangan sebuah pesawat tempur. Selama pertempuran udara  periode ke dua di tahun 1972, kill ratio AL , meningkat 12:1  dan AU makin menurun : 1,88 :1! Hal ini tentu ada latar belakangnya.

Menjelang berakhirnya Perang Korea dan bahkan jauh sebelumnya, maneuver pertempuran udara  ( dulunya dikenal sebagai  dogfighting, baseling dan redogging ) merupakan  merupakan bagian besar dalam latihan pilot penempur, termasuk diantaranya adalah penggunaan  kanon dalam  pesawat. Tapi akhir  1950, konsepwestern  air forces yang canggih menggubah semua itu. Misil menggantikan kanon dan maneuver pertempuran udara  tidak begitu di utamakan  lagi.

Aksi F-4 Phantom Berburu MiG di Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Sehingga peperangan udara selanjutnya akan dilakaukan pembom jarak jauh, pesawat tempur bertugas hanya sebagai  adalahinterceptorsyang terbang cepat , tinggi dan dilengkapi senjata misil  dan radar canggih. Musuh diburu lewatscopedan pilot juga tidak akan pernah melihat pesawat sasaran. Inilah yang melahirkan F-4 Phantom II, F-6 Delta Dart dll.

Karena konsep ini, hasil penyerangan udara AS ke Vietnam Utara pada Operation Rolling Thunder, menjadi tamparan yang menyedihkan. Baik bagi AL maupun AU  AS, dari 1965 -1968, mereka menembak jatuh sekitar 110 MIG dalam berbagai pertempuran  udara, tapi kehilangn 48 pesawat sebagai tumbalnya. Tentu saja perbandingan 2,29 :1 merupakan malapetaka dibanding hasil dalam Perang Korea yang mencapai 10:1.

Pihak AL bekerja keras mencari tahu dimana letak kelemahan tersebut, mereka tiba pada kesimpulan bahwa para pilot tidak terlatih untukcombat maneuvering battle. Atas dasar hasilk penelitian tersebut, pada bulan September 1968, dibentuklah Navy Fighter Weapon School, di NAS Miramar dekat San Diego. ”Top Gun” pun lahir. Antisipasi AL ini memang terbayar dalam Linebacker Operationspada tahun 1972, sehingga ketika Letnan Randall “duke“ Cunningham Jr. berangkat unuk bertempur, pilot tersebut sedikitnya sudah melakukan lebih dari 200 simulasi dogfight.

Letnan Randall H. Cunningham (kedua dari kiri) dan Letnan William P. Driscoll (ketiga dari kiri).
Letnan Randall H. Cunningham (kedua dari kiri) dan Letnan William P. Driscoll (ketiga dari kiri).

Pada penugasan pertamanya di atas kapal induk USS America, Duke Cunningham tidak mengalami banyak masalah, karena Presiden Jhonshon melarang kegiatan pengeboman di seluruh wilayah Vietnam Utara selama 9 bulan antara 1969 – 1970. Skadronnya hanya mendapatkan 12 kali tembakan dalam penugasan pertamanya.

Duke kembali ke Vietnam dalam penugasan ke duanya diatas kapal induk USS Constellation. Duke meninggalkan pelabuhan san Diego untuk melakukna pelayaran yang kedua pada pagi hari tanggal 1 oktober 1971 dengan kapal UUS Constellation (“connie”). Strike operation ini belum-belum sudah member kejutan. Unit unit AAA (Anti Aircraft Artilery -meriam anti pesawat ) dan lokasi SAM (surface to air missiles) pada peta operasi yang ditandai dengan paku warna – warni ada begitu banyak, sampai sampai menyerupai gambar pohon natal. Padahal setahun sebelumnya ketika penugasan pertamanya, peta itu boleh dikatakan tampil nyaris tanpa paku-paku tersebut. 9 bulan tanpa serangan udara tersebut telah dimanfaatkan Vietnam Utara dengan begitu baik.

Memang di awal perang, Vietnam Utara memindahkan cukup banyak SAM ke wilayah selatan dan ke Laos. Kebanyakan meriam yang pernah membentengi daerah utara dipindah ke selatan.

Aksi F-4 Phantom Berburu
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Jalur pemindahan yang dipakai adalah Ho Chi Minh Trail. Para ‘Gomers’ -begitu julukan bagi orang-orang Vietnam Utara, mengakngkut peralatan satu persatu, sampai membentuk satu jaringan kompleks logistik yang besar, truk digantikan sepeda. Bulldozer membuat ratusan jalan dibawah tutupan kanopi hutan belantara. Tank serta pasukan sedikit demi sedikit memasuki daerah selatan, dan para tentara Vietnam Utara pun dibekali grannat lebih dari yang mereka butuhkan.

Duke disiapkan untuk menghadapi ancaman MiG, tanpa memperhitungkan akan banyak mengalami tembakan kanon kecil, seperti 23 mm, 37 mm,57 mm, 85 mm, 100 mm, 120 mm, juga SAM. Sehingga dalam misi ini dia disiapkan untuk menjatuhkan lebih banyak bom.

Misi pertamanya adalah menuju daerah sasaran dekat lembah Tchepone, Laos. ‘Gomers’ banyak yang sudah menyusup kesana. Truk-truk yang menggangkut suplai berbaris di jalan, dan pertahanan musuh telah jauh ditinggkatkan untuk melindungi jalur suplai yang membanjir dari Rusia dan China yang diangkut dengn kapal dan diantar ke selatan dengan truk, mobil, sepeda, bahkan berjalan kaki.

Aksi F-4 Phantom Berburu
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Empat F-4 Phantom II, empat A-6 Intruder dan empat A-7 Corsair akan berjumpa dengan pesawat pengontrol udara (FAC, Forward Air Controller) terlebih dahulu, sebuah OV-10 yang ber call–sign “Covey 632“. Ke-4 formasi kecil tersebut akan lebih mudah melakukan maneuver bila mereka sampai ditembak. Sejak pesawat AS kesulitan menyerang langsung lewat wilayah udara Vietnam, mereka menggambil jalur koridor utara pangkalan udara Da Nang, baru masuk Laos.

Ini merupakan misi pertempuran pertama bagi Letnan Brian Grant, wingman Duke, dia bersama dengan Letnan Jerry “sea cow” Sullivan petugas RIO (Radar Intercept Operator) berpenggalaman ditempat duduk belakang. Sedangkan bagi petugas RIO yang menemani Duke, Letnan Bill “irish”/ willlie” Driscoll, ini merupakan tempat penggalaman tempur pertamanya. US Navy biasanya menempatkan pilot tempur berpenggalaman dengan RIO yang tidak berpenggalaman dan sebaliknya.

Aksi F-4 Phantom Berburu
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

F-4 mereka sudah siap. Para awak darat sudah melakukan tugasnya dengan baik, kini giliran para pilot ini. Kanopi menutup saat mesin jet dihidupkan, system AC mulai hidup meniupi wajah pilot yang berkeringat, akibat panasnya semburan mesin jet dan cuaca tropis, cek final terakhir dilakukan secara cepat oleh cat officer yang langsung memberikan sinyal pada catapult operator, untuk ‘melepaskan’ pesawat tersebut.

Dalam waktu beberapa detik, pesawat F- 4 berbobot 56.000 ton melesat dengn cepat. G-force yang demikian besar sempat membuat penglihatan Duke buram, namun dia benar-benar melesat dengan mulus bagai elang, di udara panas bulan November itu.

Barisan hutan belantara nampaknya luas menghampar dibawah Duke saat mendekati titik pertemuan. Mereka berusaha terbang diatas 300 kaki, menghindari masuk radius AAA kaliber kecil. Tak lama, mata mereka sudah menangkap kilasan putih sayap bagian atas Covey yang telah menanti mereka.

BACA JUGA :  Mikoyan Gurevich MiG-31 Foxhound, Pesawat Tempur Rusia Tercepat Saat Ini
OV-10 Bronco, pesawat yang digunakan oleh Convey 362.
OV-10 Bronco, pesawat yang digunakan oleh Convey 362.

“Showtime, ada tiga truk parkir sepanjang jalan,“ laporan dari Covey. Berputar di ketinggian 15.000 kaki, Duke dan wingmannya mengamati Covey mulai beraksi. Pesawat baling –baling itu menukik tajam, mengarah ke barisan truk sambil menembakan sebuah roket. Tapi roket itu meledak 10 meter sebelah selatan truk-truk tersebut. Ketika Covey bersiap unuk melakukan penembakan kedua, moncong AAA 37mm tampak muncul membidik OV-10. “Covey awas, mereka menembak anda !!” seru Duke.

Covey tetap mengincar sasaranya dan berhasil menembakan sebuah roket persis di tengah barisan truk tersebut. Dengan lega Covey menarikan hidung ke atas “okay navy,“ suara Covey diradio.“ Kedudukan 6 banding nol, AU enam AL..” Branco itu tiba-tiba berubah menjadi gumpalan api ketika sebuah peluru 37 mm tepat mengenainya. Duke terperangah takut. baru kali ini pesawat ditembak jatuh tepat didepan matanya, rasa tak berdaya merasukinya. Covey tampak jatuh menimpa hutan belantara dan meledak.

Aksi F-4 Phantom Berburu
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

“Ada tembakan meriam! “ seru dua A-7 ikut bergabung dengan penerbang mereka. Dalam beberapa detik ledakan kedua tampak membahana di hutan belantara. Duke dan Brian berputar, menghindar. Sedih rasanya ketika mereka terbang melintasi pesawat yang tertembak tadi. Tapi apa daya, bahan bakar mereka tinggal sedikit, sehingga mereka terpaksa kembali ke USS Constellation.

F-4 Phantom di atas geladak USS Constellation.
F-4 Phantom di atas geladak USS Constellation.

Hari-hari pertama pertempuran masih terus berjalan dan menjadi rutin bagi kedua skadron F-4 di USS Constellation, Skadron Duke si VF-96 dan VF-92 untuk ditunjuk melakukan misi utama pemboman, photo escort, fleet combat air patrol dan flak suppression. Kebanyakan sorti phantom jatuh pada dua jenis misi terakhir itu.

Ketegangan makin meningkat. Setiap misi makin terasa tegang disbanding sebelumnya, karena musuh makin banyak membawa masuk AAA dan SAM ke Laos dan selatan Vietnam. Pada suatu malam para pilot penempur mulai lagi membuka buka peta Vietnam Utara, untuk pertama kalinya untuk setelah tiga tahun, setelah Washington menghentikannya. Mereka akan melakukan penyerangan ke Vietnam Utara lagi. Tentu saja kali ini AS akan menggunakan secara penuh kekuatan udaranya.

US Navy diperintahkan untuk mengkonsentrasikan penyerangan ke daerah pantai, daerah-daerah patroli MiG, dan penyimpangan suplai. Foto-foto Recce memperlihatkan tempat-tempat penyimpanan suplai di setiap daerah sasaran, berupa jutaan gallon bahan bakar minyak, tank- tank SAM, tempat-tempat peluncuran serta situs peluncuran militer.

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Diawal tahun 1972, aktivitas MiG mulai meningkat, setiap malam sejumlah MiG-21 diterbangkan dari Kep, Yen Bai, Phuc Yen dan landasan Quan lang. Mereka beberapa kali berusaha menembak jatuh pesawat-pesawar B-52 diatas Laos.

Pada tanggal 18 Januari 1972, Duke diperintah untuk bersiap menggawal sekelompok penyerangan ke Quang Lang, Duke antusias sekali menyambutnya. Dia menggambil maskot kaki kelincinya, mengusap usap dan mulai menyusun rencana misi tersebut. Duke memang membawa potongan bulu dan kuku itu selama dua tahun terakhir ini. Benda itu Duke peroleh dari seorang teman di Universitas Missouri. Dia selalu mengelusnya setiap akan melakuka misi, sambil berkata, “ kali ini saya akan berhasil menjatuhkan MiG.”

Dalam misi ini rencana mereka akan terbang ke selatan, dan dari sana berbelok ke utara melalui Laos. Mereka merencanakan akan tampil di Laos dengan formasi besar.

Dengan 35 pesawat mereka terbang ke arah Vietnam Selatan dan Laos.

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Ketika Commander Eggert menyebut point alpha, cek point yang pertama, seluruh persenjataan dipersiapkan. Sepertiga dari flight tersebut memisahkan diri, diikuti sepertiganya lagi 30 detik kemudian. Memang ini taktik yang disengaja agar bisa menyerang serentak dari arah barat daya dan utara.

Point bravo masih 4 menit ke utara, ketika radio menyebut “Point Bravo”, rasanya tekanan darah Duke naik, seakan terasa baru bangun dari tidur panjang. Dari kejauhan sekitar 20 mil, Duke sudah melihat Quan Lang.

“Gomers” sudah mencium kedatangan mereka. Brian dan Duke sudah mulai ditembakai dengan 57 mm. Untuk menghindarinya, mereka terbang dengan ketinggian berbeda-beda. “Showtime, SAM dibawah!” (Showtime adalah call-sign radio VF-96) begitu kotak kecil hebat yang mendeteksi radar SAM menggingatkan mereka.

Duke dan kawan kawan berada di tengah dua sarang SAM, mereka pun melesat di atas tanah lapang kosong, menuju ke arah selatan tempat posisi mereka antara Quang Lang dan daerah musuh di sebelah utara, unuk memotong segala usaha penyerangn MiG tersebut.

MiG 21 Vietnam. Pesawat canggih pada masanya.
MiG 21 Vietnam. Pesawat canggih pada masanya. F-4 Phantom vs MiG-21.

Lapangan terbang itu sudah mereka lewati, sarang SAM sudah mendeteksi mereka dan mereka sudah melihat batangan misil musuh mulai terangkat di landasannya, debu dan kotoran berterbangan ketika Bosster misil menembak ke udara. Nyala api putih tampak menyertai misil dengan kecepatan mach 3 plus.

Saat Brian melakukan turn hard port, misil itu mengikutinya, pertanda misil tersebut sudah mengunci posisi pesawat. Tetapi Brian dan Jerry sama sekali tidak bisa melihatnya. Ketika misil sudah mulai mendekat, Duke memerintahkan untk melakukan manuver break turn of maximum G. SAM melesat nyaris mengenai pesawat Brian dan gagal meledakannya.

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam. F-4 Phantom vs MiG-21.

A-7 Corsair juga melakukan tugas dengan baik diposisinya. Burung –burung penyerang ini berhasil menghajar sebagian senjata–senjata anti pesawat.

Sarang SAM di sebelah selatan mengkonsentrasikan sasarannya pada kawanan Duke, dua diantaranya sudah membidik ke arah mereka. Duke dan Brian segera berpencar (MIGCAP menjadi misi kedua untuk membebaskan diri). Sekitar 18 SAM ditembakan, masing-masing dua dari setiap sarang. Flight Duke nyaris nyaris menjadi sasaran empuk sebuah misil akibat salah perhitungan.

Sekilas, Duke dan kawan kawannya ini cukup berhasil menimbulkan serangan gencar, Kelompok A-7 berhasil menemukan tempat penyimpanan MiG yang tersembunyi jauh di daerah pedalaman pegunungan sebelah selatan. Mereka berhasil melumpuhkan sarang SAM di sebelah utara dengan Bom-bom Rockeye.

Showtime!! Ilustrasi penembakan MiG.
Showtime!! Ilustrasi penembakan MiG dalam dogfight antara F-4 Phantom vs MiG-21.

“Irish, ada dua boogies (istilah untuk pesawat tidak dikenal) ke arah utara di depan, tapi saya mengidentifikasi mereka“ seru Letnan Duke suatu hari saat sebuah misi berlangsung. Duke memperkirakan mereka adalah MiG-21 (karena pada saat itu, Duke sudah dua tahun tidak melihat MiG).

Tetap dalam posisi menukik, Duke menambah kecepatan sampai 650 knot dan bertahan sambil berusaha mengambil posisi paling baik di belakang pesawat tak dikenal tersebut. Ketika mereka mendekat, memang terlihat dua MiG-21 bersayap delta. Pesawat paling cantik, yang pernah dia lihat. Leader musuh berada pada ketinggian 500 kaki di sebuah canyon sedangkan wingman-nya berada pada sebelah kanannya di ketinggian 700-1000 kaki.

BACA JUGA :  Inilah Sistem Pemandu Rudal Yang Sering Digunakan Arhanud TNI
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

“Showtime,“ teriak Duke memperingatkan, “bandit-bandit biru (kode untuk MiG-21) di sebelah utara lapangan terbang!” Brian mendengar seruan tersebut dan mengarahkan pesawatnya ke wilayah di belakang mereka. Willie dan Duke berada di ketinggan 200 kaki, dengan kecepatan 650 knot Dengan terus mengawasi leader pesawat lawan.

“Duke, dia sudah tertangkap radar! tembak! tembak! tembak!” Dalam situasi ini semestinya Duke menembakan misil Sparrow yang memiliki radar. Tetapi karena pengalaman buruk sebelumya dengan misil ini, Duke lebih memilih sidewinder. Saatnya F-4 Phantom vs MiG-21.

“Fox two!” (seruan pilot bagi pesawat lain agar bisa berhati-hati, karena sidewinder tidak mengenal lawan atau kawan) begitu misil kiri meninggalkan relnya. Seperti biasa MiG melakukan manuver G maksimum, putaran tajam. Duke menanjak dan mememutar F-4 Phantomnya ke arah perut bagian samping MiG tersebut. Saat berbalik, Duke melihat wingman musuh melarikan diri dan membiarkan flight leadernya sendiri menghadapi Duke sendirian.

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Duke dapat melihat kepala musuh melihat kanan kiri ke sekitar kokpit, nampaknya dia tidak terlatih baik, dia melakukan kesalahan fatal dengan membuang-buang energinya dalam manuver the break turn. Sayap pesawat musuh hampir menyenggol batu karang dasar lembah ketika sidewinder pertama berusaha mengimbangi manuver G turn yang dilakukan musuh. Misil gagal mengimbanginya sehingga meledak di luar jalur terbang musuh.

Phantom mereka berada pada posisi terbaik di ketinggian 200 kaki dengan kecepatan 500 knot, timbul rasa panik, ketika Duke merasa akan crash. Duke menarik aileron kiri dan full rudder sementara mendorong stik kedepan. Kini, dia berada pada posisi berhadapan dengan MiG tersebut, yang tengah memiringkan sayap untuk berbalik. Irish mengingatkan Duke untuk memperhatikan ketinggian mereka. MiG tidak tampak di belakang Phantom itu.

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Dia berada tidak lebih dari 3700 kaki di depan Duke. Duke pun melakukan manuver zero degrees angle off. Posisi baik untuk melepas misil ke dua. Sehingga begitu pesawat tempur musuh sama tinggi, misil Sidewinder berhasil menghantamnya dengan telak. Akibatnya benar benar spektakuler. Seluruh ekor pesawat MiG itu putus dan sisa pesawat itu terpental, crash didarat dan menimbulkan bola api raksasa. One Kill!

Saat melewati puing–puing pesawat yang berceceran di desa sekitarnya itu seraasa seperti mimpi bagi Duke. Dia merasa lega bisa memukul musuh, perasaan yang tidak bisa digambarkan. Untuk pertama kalinya setelah 18 bulan tidak melihat MiG, seorang pilot pesawat tempur AS berhasil menhancurkan sebuah MiG. Irish berteriak kegirangan.

Dogfight dengan musuh.
Dogfight dengan musuh.

Duke menarik stik dan kembali kearah Laos. Lapangan terbang Quang lang kembali kembali muncul dengan sarang-sarang SAM nya yang khas. Tiga sarang SAM berhasil dihancurkan, dua tempat kedudukan meriam AAA rusak, landasan pacu kena bom, gua-gua tempat penyimpanan pesawat MiG berhasil dihancurkan dan sebuah MiG-21 berhasil ditembak jatuh. Lagi lagi F-4 menang dalam perseteruan antara F-4 Phantom vs MiG-21.

Ketika kembali ke USS Constellation, mereka disambut dengan kegembiraan. Tangan melambai-lambai dan dan tanda V diacung-acungkan. Sebuah sepanduk yang ditulis cepat terpampang. “Selamat kepada Letnan Driscoll dan Letnan Cunningham.”

Dek penuh dengan manusia ketika mereka berdua mengangkat kanopi pesawat kami. Willie White, salah satu personel persenjataan kesayangan Duke segera naik ke F-4 Phantom mereka dan menyalami Duke. “Mr. Cunnoingham, akhirnya kita berhasil memperoleh MiG!” Dia dan ribuan lainya selama dua tahun bekrja keras di tengah terik matahari, mengangkut misil Sparrow dan Sidewinder serta bom-bom lain ke kapal, yang memungkinkn para pilot melakukan misi dengan baik. Dengan kata lain, diperlukan 5000 orang untuk berhasil menembak MiG-21 tadi!! Salah satu kesuksesan pertempuran antara F-4 Phantom vs MiG-21 telah terjadi.

F-4 Phantom lepas landas dari USS Constellation.
F-4 Phantom lepas landas dari USS Constellation.

Kapal induk UUS constellation dijadwalakan kembali ke pangkalan pada akhir Maret 1972. Setelah misi terakhir di teluk Tonkin, beberapa dari mereka kembali ke rumah dengan pesawat-pesawat khusus. Duke sudah meiliki dua combat tours di bawah sabuknya dan berpikir tidak akan pernah melihat Vietnam lagi. Namun serangan komunis telah merubah segalanya. Duke kembali dikirim mengikuti operasi yang dilakukan di kota An loc, 70 mil barat daya Saigon.

Di hari Minggu 30 maret 1972, pukul 14.30, 40 pesawat tempur US NAVY terbang menuju Haiphong untuk menyerang tempat parkir truk-truk suplay, sarang sarang SAM, tempat penembakan AAA, daerah gudang dan sasaran militer lainnya. Pada hari itu sekitar 250 SAM diluncurkan untuk menghadapi serbuan Amerika ini, tapi hanya dua pesawat tempur yangg kena, bukan 15 seperti yang dilaporkan oleh radio Hanoi. Hanya empat pesawat MiG yang terbang hari itu, dan tiga diantaranya berhasil ditembak jatuh.

Duke Cunningham adalah salah satu dari 40 pilot pesawat yang menyerang Happy Valley, suatu daerah diselatan Haiphong. Pesawat pesawat A-6 dan A-7 berhasil mengancurkan daerah rel kereta api dan daerah penyimpanan suplay sedangkan kawanan F-4 diperintahkan menghajar tempat-tempat penembakan meriam dengan bom Rockeye. Pokoknya senjata lawan tidak sempat ‘buka mulut’, Duke dan Brian langsung menghajarnya.

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam. F-4 Phantom vs MiG-21.

Mereka kembali ke USS Constellation setelah kelompok penyerang kedua berangkat. Masing-masing mereka harus menghafal lokasi sasaran yang tersembunyi di antara ribuan anak sungai dan teluk –teluk kecil yang berbentuk mirip jari tangan, yang membentuk daerah pelabuhan Haipong. Kali ini Duke masuk ke pusat aksi tersebut. Mereka menembaki daerah gudang penyimpanan tempat kapal-kapal rusia yang sedang menurunkan kebutuhan–kebutuhan untuk perang. Mereka berdua berada di antara enam pangkalan udara berisi MiG, dan radar musuh sudah menangkap pesawat mereka. Enam misil SAM ditembakan dan meledak setelah beberapa mil di belakang. Duke terlibat dalam perang misil dan bom rockeye cukup mengagumkan. Di ratusan misil misil kecil bagai anak panah dan mampu menebus pesawat, Rockeye berhasil melindungi pesawat kami. 

Selama perang di Asia Tenggara, kapal-kapal asing memenuhi pelabuhan utara. Mengirimkan berbagai keperluan militer lewat Haipong dan pelabuhan besar lain. Duke terbang melintasi kapal-kapal Cina dan Rusia yang membawa SAM, bahan bakar, tank, petikemas berisi pesawat MiG dll. Vietnam Utara menumpuk senjata, untuk meladeni Amerika. Perang antara F-4 Phantom vs MiG-21 tinggal menunggu waktu lagi.

BACA JUGA :  KAI T-50TH LIFT Thailand
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Tapi itu semua berubah pada tanggal 8 Mei 1972, ketika Presiden Nixon memberitahukan soal peranjauan pelabuhan pelabuhan Vietnam Utara. Operasi LineBacker akan ditingkatkan. Serangan B-52 akan lebih banyak diarahkan ke pusat-pusat industry militer, peranjauan akan mulai dilakukan tanggal 9 Mei. Saat itu sekitar 20-30 kapal berlabuh di luar pelabuhan dengan muatan sangat penuh.

Sebelum peranjauan, penyerangan ke Haipong selalu mengalami serangan sejumlah besar SAM (sekitar 200). Setelah peranjauan, serangan paling banyak sekitar empat sampai lima kali saja. Peranjauan sudah cukup berhasil memutus supply SAM dari Russia. Kerugian Vietnam Utara sekitar 85 % suplai dari luar, yaitu hampir 250.000 ton perbulan. Dihalangi jatuh ke tangan musuh. Pertempuran antara F-4 Phantom vs MiG-21 diperkirakan akan semakin sering terjadi.

Tanggal 10 Mei 1972, Duke kembali ditugaskan untuk malakukan serangan ke daerah lintasan rel kereta api, Haipong, yang menjadi penghubung ke Ban Kroi, Mugia dan jalan-jalan kecil di pegunungan Napi. Daerah itu berdekatan dengan beberapa lapangan terbang pangkalan MiG dan diperkirakan memiliki pertahanan udara yang sangat kuat karena dikelilingi oleh barisan meriam meriam AAA dari 23 mm-120 mm.

Duke dan Brian berada di atas barisan pesawat penyerang yang terdiri dari A-6 dan A-7. Duke melintas di atas daerah sasaran. Mereka langsung mendapat serangan tembakan dari baterai baterai meriam AAA lawan. Komandan Hendry Blackburn terkena tembakan 85 mm, namun serangan mereka berhasil menembak sasaran dengan sempurna. Sehingga mereka pun bersiap melakukan serangan ke dua, Brian dan Duke diperintah ke sasaran baru, sebuah daerah penyimpanan suplai yang besar dan tak jauh dari rel kereta api. 

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Dua misil SAM melesat ditembakan kearah mereka, tapi gagal mengenainya. Mereka pun diperintahkan untuk segera menjatuhkan bom dan kabur. Duke sedikit lega karena bom mereka cukup tepat sasaran. Tiba tiba Brian berteriak, “Duke, awas ada MiG-17 diposisi pukul 7,00!”. Tampak dua MiG-17 terbang ke arah kanan F-4 Brian. Tiba tiba sebuah MiG-17 dibelakang Duke mulai menembak.

Sekilas Duke melihat MiG tersebut berusaha mendekatk dengan kecepatan tinggi. Tetapi Brian menawarkan diri untuk menghadapinya. Sehingga Duke bisa mengalihkan perhatiannya pada MiG yang satunya. Duke melepaskan misil Sidewinder. Sidewinder tersebut berhasil menjadikan mengenainya dan menjadikan MiG-17 tersebut hancur berkeping-keping. Semua hal itu berlangsung hanya sektar 15 detik.

Dalam kesempatan sebelumnya, Brian berhasil menghalau MiG lain, yang kemudian mendekati Duke. Saat itu dua MiG lain tengah mengincar Brian. Dengan menambah kecepatan menjadi 600 knot, MiG yang mengincar Duke pun tertinggal. Duke menanjak ke ketinggian 15000 kaki dan bersiap kembali masuk ke dalam pertempuran. Dari ketinggian Ia menyaksikan sebuah MiG-17 berhasil diledakkan .

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Tiba-tiba mereka dikepung sekitar delapan MiG-17. Kedelapan MiG tersebut berhadapan dengan tiga F-4. Tiba-tiba muncul sebuah Phantom lain yang membuyarkan serangan Duke. Ternyata Dwight Timm dan Jim Fox muncul dari kejauhan di ketinggian 2000 kaki. Mereka sedang dikejar oleh sebuah MiG 17 dan dibelakang nya ada lagi sebuah MiG -21. Jadi tidak hanya F-4 Phantom vs MiG-21, tapi juga vs MiG-17. Yang paling berbahaya, sebuah MiG lain berada di dekat perutnya. Pesawat musuh tersebut sudah bersiap menembaknya. 

Timm tidak menyadari bahaya ini. Dalam sekejap mereka terkepung. Tiba-tiba,“ Duke, lihat!” Duke melihat ke atas dan tampak dua kilatan, bukan pesawat, hanya kilatan karena mereka begitu tinggi. “Pasti bukan MiG-17!” pikir Duke. Benar saja, ternyata itu MiG-19, Cuma repotnya, Duke tetep harus berada di belakang Timm dan MiG nya. Hingga tiba suatu kesempatan Duke pun menekan tombol, ” fox two!“ Misil Duke berhasil menembak MiG-17 tersebut.

F-4 Phantom meluncurkan Sidewinder.
F-4 Phantom meluncurkan Sidewinder.

Sementara itu 4 MiG-21 berputar mendekati Mereka. Di sekeliling Duke yang terlihat semuanya MiG, tidak ada F-4. Dukebersiap ketika sebuah A-7 muncul. Tetapi A-7 Corsair bukan tandingan MiG sehingga Duke buru-buru mengusirnya. Tapi A-7 tersebut kembali lagi dengan membawa dua buah MiG dibelakangnya. Akhirnya MiG – MiG itu berhasil dipukul mundur oleh Matt Connelly. Ketika mereka bergerak mengarah ke pantai di ketinggian 10.000 kaki, Duke melihat sebuah pesawat yang mendekati mereka.

Sebuah pesawat MiG -17! Pesawat musuh tersebut menganggkat hidung dan mulai melepaskan tembakan, yang pelurunya melesat melewati F-4. Duke berusaha berada pada posisi lebih tinggi dari musuh. Sementara MiG itu mulai menembaki mereka lagi, kawanan F-4 tersebut nyaris terkena. Duke pun segera memutar pesawat F-4 Phantomnya untuk bisa berada di sisi lain pesawat musuh tersebut.

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Suatu saat ketika MiG sedang menggangkat tinggi hidungnya, mereka berada dua mil darinya dan bergerak dengan kecepatan 600 knot. Kondisi cukup rumit ketika Duke menghadapi MiG satu ini. “willie, kita habisi saja dia!’’ Duke mulai penasaran .

“Hantam saja. Duke. Saya dibelakang anda!” Irish memberi semangat. Untuk ketiga kalinya mereka kembali berhadapan. Jarang-jarang pilot Amerika berhadapan dengan pilot MiG dalam posisi vertikal. Biasanya mereka selalu berada dalam posisi horizontal. Atau kalau tidak mereka melarikan diri.

MiG-17 mulai menembak. Hidung Phantom saat itu berada 60 derajat di atas horizon dengan kecepatan menurun ke 150 knot. Duke harus bergerak dengan full burner untuk mempertahankan posisinya. Diatasnya, pilot musuh berusaha roll dengan punggung dibawah. Karena terlalu dekat, Duke tidak bisamenembak pesawat itu

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Tapi rupanya terlalu lama. Dia kemudian membubung tinggi dan mulai bersiap kembali menukik kearah Duke yang terus mengikutinya.”FOX Two!” sebuah misil meluncur dari rel di sayapnya menuju ke MiG sasarannya. Tampak sedikit kilatnya.

Duke pikir misil itu tidak mengenai sasarannya. Tetapi ketika Duke akan menembakan sidewinder yang terakhir tiba-tiba tampak ledakan api dan asap hitam mengebul dari MiG-17 tersebut. Pesawat itu seakan kehilangan kontrol. Dia terus meluncur turun sampai crash didaratan.

Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam
Aksi F-4 Phantom Berburu MIG di Perang Vietnam

Belakangan mereka memngetahui kalau pilot pesawat tempur MiG hebat itu adalah seseorang yang dijuluki “Kolonel Tomb” dari AU Vietnam Utara yang telah menyandang 13 kills atas pesawat Amerika. Inilah MiG yang ketiga yang Duke tembak hari itu .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here