Thursday, July 9, 2020
Home PTDI Indonesia Kembangkan Pesawat N245 dan R80

PTDI Indonesia Kembangkan Pesawat N245 dan R80

Hobbymiliter.com – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) adalah industri pesawat terbang yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan di kawasan Asia Tenggara. PTDI menjadi kebanggaan Indonesia karena telah berhasil membuat pesawat-pesawat berkualitas dan diakui dunia, di antara nya adalah C212-400, NC212, NC235, C212-400, NC212i, N219 dan sebagainya. Dan kali ini, mereka tengah mengembangkan pesawat N245 dan R80.

Pesawat N245 merupakan pengembangan dari pesawat CN-235 yang juga diproduksi PT Dirgantara Indonesia / PT DI, dengan memperpanjang badan pesawat sehingga kapasitas angkutn bertambah dari 44 menjadi 50 penumpang. PT DI juga akan mengganti mesinnya, dari general electric (GE) pada CN-235 menjadi turboprop buatan Pratt & Whitney pada N245.

BACA JUGA :  AS Serukan Agar Turki Berhenti Serang Pasukan Kurdistan

“Kami akan menambah sedikit panjang CN-235 dan menghilangkan ramp door sehingga bobotnya lebih ringan. Bobot yang lebih ringan memungkinkan kami menambah enam tempat duduk lagi,” ujar Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI Andi, Alisjahbana di stan PT DI, Singapore Air Show 2016, Changi, Singapura, (17/2/2016).

Pesawat N245 nantinya menjadi kompetitor langsung dari pesawat ATR 42 buatan Perancis-Italia, yang saat ini menjadi satu-satunya pesawat bermesin turboprop dengan kapasitas 50 penumpang.

Proyek pengembangan pesawat N245 telah dimulai dengan desain awal yang melibatkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). “Prosesnya kemungkinan butuh waktu tiga tahun,” ujarnya.

BACA JUGA :  Turki Akan Bangun Satelit Secara Mandiri

Selain N245, pesawat lain buatan Indonesia yang segera menyusul adalah R80 yang sedang dikembangkan PT Regio Aviasi Industri (RAI).

Menurut Komisaris PT RAI Ilham Habibie, saat ini tahapan desain konseptual pesawat telah rampung 80 persen. Setelah desain konseptual selesai, tahapan desain detail, dimulai tahun depan.

“Saat ini tinggal satu-dua pengujian di windtunnel di Puspiptek, Serpong,” ujar putra mantan Presiden BJ Habibie, di Singapore Air Show 2016.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov - HobbyMiliter.com. Admiral Kuznetsov saat ini merupakan kapal induk satu satunya milik Rusia. Itupun sebetulnya dalam klasifikasi kapal Angkatan...

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik - HobbyMiliter.com. Sudah sejak lama, peperangan elektronik dilakukan oleh manusia. Mulai dari penerjunan pelat pelat logam...

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara - HobbyMiliter.com. Perang udara semakin kompleks dengan melibatkan kekuatan teknologi maju dan penguasaan informasi. Konsep early warning...

Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa

Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa - HobbyMiliter.com. Dinamisnya pertempuran udara membuat payung udara yang mumpuni tidak bisa hanya mengandalkan eksistensi pesawat tempur...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua