Friday, January 15, 2021
Home Antisipasi Gejolak Timor Leste, TNI Siagakan 2 Batalyon di Perbatasan

Antisipasi Gejolak Timor Leste, TNI Siagakan 2 Batalyon di Perbatasan

Hobbymiliter.com –  Pada 22-23 Maret 2016, ribuan warga Timor Leste melakukan unjuk rasa menuntut perundingan ulang antara Timor Leste dan Australia terkait dengan batas laut Timor dan pengelolaan bersama sumber daya alam di laut.

Unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan di depan kantor Kedutaan Besar Australia di Dili ini, diikuti oleh ribuan warga Timor Leste yang terdiri dari para pegawai negeri sipil (PNS), siswa sekolah menengah atas (SMA), hingga lembaga swadaya masyarakat. Sehingga sempat membuat pemerintah di negara tersebut menjadi lumpuh total.

BACA JUGA :  Kehadiran Tentara Saudi Di Suriah Bisa Memicu Perang Dunia Baru

Para demonstran menuntut perundingan ulang terkait batas wilayah Laut Timor dengan pihak Australia. “Gerakan massa ini sebagai bagian untuk mendukung upaya diplomasi yang sedang dilakukan pemerintah Timor Leste yang diwakili Xanana Gusmão,” ujar Pelaksana Harian ACBN Nuno Corvelo Lolaran, Rabu, 23 Maret 2016.

Garis batas wilayah kelautan Australia di Laut Timor, dinilai pendemo terlalu masuk area kelautan Timor Leste atau tidak sesuai dengan hukum internasional terkait dengan batas laut territorial. Australia dinilai telah mengekspansi atau mengokupasi wilayah kelautan Timor Leste.

BACA JUGA :  Terus Kritik Erdogan, Harian Zaman Di Turki Diambilalih Paksa Pemerintah

TNI Turun Tangan

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Tentara Nasional Indonesia pun menyiagakan dua batalyon (1.200 personel) untuk mengamankan wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

“Ada gejolak atau tidak kami tetap siaga untuk mengamankan wilayah perbatasan kedua negara,” ujar Perwira Korem 161 Wira Sakti Kupang, Kapten Ida Bagus Diana, Rabu, 23 Maret 2016.

Pengamanan di perbatasan, dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Dua batalyon yang siaga di perbatasan, dibagi lagi menjadi 2 sektor, Barat dan Timur. Untuk sektor Barat dijaga Armed 11 Kostrad, dan sektor Timur Yonif 725 Woroagi.

BACA JUGA :  Pesawat Amfibi AG600 Tampil Di Zhuhai Airshow 2016

Dua batalyon ini, berjaga di empat kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste, yakni Belu, Malaka, Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Kupang.

Perwira Korem 161 Wira Sakti Kupang tidak mau berkomentar soal unjuk rasa besar besaran di Dili. “Kami hanya monitor perkembangan di negara tetangga,” katanya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Rudal Tomahawk Generasi Kelima, Apa Istimewanya?

HobbyMiliter.com - Pada tanggal 30 November 2020, Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy,red) dikabarkan telah berhasil melaksanakan ujicoba peluncuran rudal jelajah Tomahawk varian terbaru...

Purwarupa MPF Medium Tank AS Masuki Tahap Ujicoba Pasukan

HobbyMiliter.com – Purwarupa kendaraan tempur medium tank MPF atau Mobile Protected Firepower dari dua pabrikan kendaraan tempur yang sedang bersaing untuk memenangkan kontrak pengadaan...

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua