Panser Amfibi BTR-4M Pesanan Korps Marinir TNI AL Tiba Di Indonesia

3
8967
BTR4M Kormar
Proses bongkar muatan atau unloading kendaraan tempur BTR-4 M pesanan Korps Marinir TNI AL yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, sore tadi. Sumber : IMF / Istimewa.

Sore tadi, kapal barang MV. Texel yang membawa Panser Intai Amfibi BTR4M Bucephalus pesanan Korps Marinir TNI AL tiba di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Panser Intai Amfibi BTR4 ini tiba setelah kurang lebih satu bulan menempuh perjalanan via jalur laut. Adapun jumlah unit yang tiba di Indonesia hari ini yakni sebanyak 5 unit, dengan 2 unit diantaranya dilengkapi persenjataan berupa turret RCWS (Remote Controlled Weapon System) dengan meriam kaliber 30 milimeter, senapan mesin kaliber 7,62 milimeter, pelontar granat kaliber 30 milimeter AGS-17, serta 2 tabung peluncur rudal anti tank atau biasa disebut Anti-Tank Guided Missile (ATGM) Baryer.

 

BACA JUGA :  Kisah Misteri Hilangnya KC-135 USAF di Segitiga Bermuda

Adapun panser intai amfibi BTR4M ini merupakan kendaraan tempur produksi Ukraina. Ukraina, yang merupakan negara pecahan Uni Soviet, tentu mengadopsi konsep desain fisik kendaraan tempur ini dari keluarga kendaraan tempur BTR70/80 yang dibuat dan digunakan oleh Rusia. Namun jangan salah, kendaraan tempur BTR4M ini dibuat dengan mengacu pada standar kualitas alutsista blok Barat.

 

Adapun BTR4M pesanan Indonesia ditenagai dengan mesin Deutz BF6M 1015 CP buatan Jerman. Daya yang dapat dihasilkan mesin ini yakni 490 horse power (HP) atau setara dengan 490 tenaga kuda. Ranpur ini dapat dipacu hingga kecepatan 100 kilometer per jam pada jalan aspal dan 70 kilometer per jam pada medan offroad.

 

BACA JUGA :  Proses Perakitan NC-295 di PTDI, Bandung

Selain BTR4M yang baru datang hari ini, Korps Marinir TNI AL telah cukup lama mengoperasikan kendaraan tempur dengan suspensi roda 8×8. Kendaraan tempur tersebut yakni BTR80A yang dibeli dari Rusia, yang saat ini dikirim untuk mendukung misi pasukan penjaga perdamaian Kontingen Garuda dibawah bendera PBB.

3 COMMENTS

  1. setau gw kormar sedang memikirkan kembali pengadaan BTR-4 karena ada permasalahan pada saat tes amphibi, bila dengan kecepatan penuh BTR-4 cenderung nyungsep ke air

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here