Friday, August 14, 2020
Home Profil Satuan Brimob, Unit Paramiliter POLRI

Profil Satuan Brimob, Unit Paramiliter POLRI

Korps Brigade Mobil atau sering disingkat Korps Brimob lahir, tumbuh dan berkembang di tengah kancah perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Satuan paramiliter kepolisian ini beberapa kali mengalami perombakan tata organisasi dan sebaran kekuatan. Dewasa ini Brimob terdiri dari dua satuan berkualifikasi pelopor dan satu satuan lawan teror.

Korps Brigade Mobil merupakan ‘turunan’ satuan paramiliter kepolisian Gewepende Politie (Polisi Bersenjata) bentukan rezim kolonial Hindia Belanda (1912). Peran institusi penegak hukum ini lalu dialihkan kepada Veld Politie (Polisi Lapangan) sebagai penjaga ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat (sesuai hukum kolonial) dan mencegah terjadinya aksi insurjensi di setiap wilayah koloni. Awal Maret 1942 Veld Politie dibubarkan rezim militer Jepang ketika Jepang masuk ke Indonesia. Sebagai gantinya pada bulan April 1944 dibentuk satuan paramiliter kepolisian Tokubetsu Keisatsu Tai (Polisi Istimewa) sebagai pendamping Keisatsu Tai (Polisi Umum).

BACA JUGA :  Indonesia dan Korea Selatan Setujui Kontrak Pengembangan Jet Tempur Senilai 17 Triliun

Mayoritas anggota Tokubetsu Keisatsu Tai adalah warga pribumi eks anggota Veld Politie. Kebijakan ini ditempuh rezim militer Jepang guna mengambil hati warga pribumi serta menghemat tenaga dan waktu rezim militer Jepang karena tidak perlu mendidik tenaga anggota kepolisian yang baru.

Namun belakangan karena kebutuhan akan aparat penegak hukum di tengah masyarakat kian meningkat maka rezim militer Jepang merekrut lebih banyak pemuda jadi anggota polisi. Khusus Tokubetsu Keisatsu Tai, mereka juga digembleng ilmu kemiliteran agar kapan saja siap dikerahkan jadi pasukan cadangan mendukung balatentara Jepang menghadapi serbuan pasukan Sekutu.

BACA JUGA :  Anggaran Militer APBN 2017 Dicukur Hampir Setengah Dari Usulan Jokowi

Sebaran kekuatan Tokubetsu Keisatsu Tai selaras dengan jumlah keresidenan semasa Hindia Belanda. Pada tiap keresidenan kendali operasi satuan ini ada di tangan kepala polisi daerah. Jumlah anggota per unit di tingkat keresidenan 60 – 150 orang tergantung luas wilayah tanggung jawabnya. Satuan ini dipimpin seorang Itto Keibu (setara Inspektur Satu).

Khusus untuk wilayah penting semisal Jakarta, Bandung dan sekitarnya ataupun Surabaya, jumlah anggota Tokubetsu Keisatsu Tai bisa sampai 200 orang. Perlengkapan operasi Tokubetsu Keisatsu Tai mencakup hampir semua aset Veld Polite plus beberapa kendaraan beroda dua serta kendaraan berlapis baja ringan hibah rezim militer Jepang.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua