Tuesday, June 28, 2022
HomeBlog MiliterInilah Sistem Pemandu Rudal Yang Sering Digunakan Arhanud TNI

Inilah Sistem Pemandu Rudal Yang Sering Digunakan Arhanud TNI

HobbyMiliter.com – Inilah Sistem Pemandu Rudal Yang Sering Digunakan Arhanud TNI. Karena memiliki tujuan untuk memburu dan menghantam pesawat tempur, maka sudah sewajarnya apabila rudal hanud (pertahanan udara) memiliki kemampuan untuk meluncur dengan kecepatan supersonic. Bo Almqvist, seorang Vice President dari Strategic Business Project Dynamics Saab India, dalam pemaparannya di Aero India tahun 2017 menjelaskan, bahwa pada dasarnya ada dua jenis sistem pemandu (guidance) yang sering diterapkan pada rudal hanud. Jenis pertama yaitu menggunakan radar atau Infra Red homing missiles, lalu jenis yang Kedua yaitu menggunakan Command to Line of Sight Systems. Rudal yang menggunakan sistem pemandu radar atau IR Infra Red homing missiles, sering dijumpai pada rudal hanud jarak dekat serta mayoritas dari rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System). Sensor pemandu biasanya ditempatkan di bagian depan rudal. Rudal dengan sistem ini pun telah banyak digunakan oleh TNI, seperti salah satunya rudal QW-3 produksi China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC), rudal Mistral produksi MBDA, serta rudal Chiron buatan LIG Nex1 yang melengkapi Denhanud Paskhas TNI AU.

BACA JUGA :  Rayuan Eurofighter Typhoon Kepada TNI AU

sistem pemandu rudal 3

Lalu jenis yang kedua yaitu menggunakan sistem pandu Command to Line of Sight Systems, biasanya sensor ditempatkan di bagian belakang rudal. Rudal jenis kedua ini juga banyak dimiliki oleh TNI, salah satunya Arhanud TNI AD yang menggunakan rudal VSHORAD (Very Short Air Defence System) RBS-70 MK2 buatan Saab, rudal ini tak menggunakan  fire and forget, tapi bergerak dengan cara dipandu (diarahkan) menggunakan teknologi laser agar mengenai target yang diiunginkan. Lalu rudah hanud BAMSE (Bofors Advanced Missile System Evaluation) yang pernah ditawarkan ke Indonesia, juga menggunakan system pandu Fire Control Radar (FCR) Automatic Command to Line Of Sight (ACLOS). Perbedaannya adalah kalau RBS-70 menggunakan VSHORAD dengan jarak jangkau maksimum 8 km, sedangkan BAMSE mampu mengejar target sampai jarak 25 km.

BACA JUGA :  Beauties of 60's

sistem pemandu rudal 2

Lalu bagimana dengan rudal-rudal lain yang tak kalah canggih? Contohnya S-300, Sky Dragon 50, dan NASAMS? Apabila dilihat dari cara kerjanya, maka kemungkinan besar menggunakan sistem pemandu jenis pertama. Bo Almqvist juga menyebutkan kalau Command to Line of Sight Systems dianggap tahan terhadap jamming jika dibandingkan dengan jenis pertama, jenis kedua juga memiliki kemampuan self destruction, serta memiliki presisi yang lebih tinggi.

sistem pemandu rudal 4

Perbedaan paling mendasar dari kedua system adalah sistem pandu radar atau Infra Red homing missiles, menggunakan main intelligent system yang terdapat pada rudal. Sedangkan pada sistem pandu Command to Line of Sight Systems, menggunakan main intelligent system yang berada di ground system atau pengendali di darat. Kedua system memiliki kelebihan tersendiri, maka tak sudah sewajarnya Arhanud TNI AD menggunakan kedua sistem pemandu dalam arsenal rudal hanud.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Terror attack in Uri

Anggota Parlemen AS Usulkan UU Untuk Jadikan Pakistan Negara Teroris

0
Hobbymiliter.com - Dua anggota Kongres AS, Ted Poe dan Dana Rohrabacher secara resmi mengusulkan rancangan undang-undang untuk menjadikan Pakistan sebagai negara teroris. Rancangan undang-undang...

Recent Comments