Thursday, July 9, 2020
Home Blog Militer Melirik Anggaran MEF Tahap 2 (periode 2015-2019)

Melirik Anggaran MEF Tahap 2 (periode 2015-2019)

HobbyMiliter.com – Melirik Anggaran MEF Tahap 2 (periode 2015-2019). Pemerintahan dari Presiden Joko Widodo sudah berjalan hampir 2 tahun. Saat itu juga para pemerhati pertahanan masih cemas dengan keberlanjutan dari program MEF (Minimum Essensial Forces) tahap 2. Sampai saat ini belum ada berita pasti tentang pengadaan alutsista yang baru. Tapi kami memperoleh beberapa data resmi dari Pemerintah mengenai keberlanjutan dari MEF tahap 2.

Data yang didapat berupa rencana anggaran dana yang akan dialokasikan untuk keperluan alutsista di tahun 2015 hingga 2019, data ini didapat dari Bappenas. Pada umumnya, sumber dana ini didapat dari pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri.

BACA JUGA :  Pesawat Marinir AS MV-22 Osprey Jatuh Di Okinawa

Pinjaman Luar negeri

Anggaran MEF 5Anggaran MEF 6

Dari data diatas, Anggaran dana Kemenhan secara keseluruhan mendapatkan kurang lebih US $ 7,7 miliar, dengan bagian terbanyak untuk TNI AU yaitu lebih dari US $3 miliar. Ditinjau dari banyaknya dana, sepertinya TNI AU akan mengimpor pesawat fighter seharga 1,2 miliar dolar dan pesawat Angkut seharga 1 miliar dollar. Lalu TNI AL juga lebih memfokuskan anggarannya untuk alutsista penyerang yaitu kapal selam seharga 1,2 miliar dolar dan kapal perang seharga kurang lebih 1 miliar dolar. Disamping itu TNI AD juga menargetkan untuk helikopter dan beberapa artileri medan.

BACA JUGA :  Malaysia Ajukan Permintaan RFI Untuk Jet Tempur FA50

Pinjaman dalam Negeri

Anggaran MEF 1Anggaran MEF 2Anggaran MEF 3Anggaran MEF 4

Jika untuk anggaran dana dari pinjaman dalam negeri maka terbesar adalah TNI AL dengan anggaran dana mencapai Rp.7 trilyun. Mayoritas digunakan untuk pengadaan KCR-60. Ditambah juga dengan pengadaan kapal OPV seharga Rp.2 trilyun. Disusul oleh TNI AD di kloter kedua dengan anggaran dana untuk pengadaan kendaraan tempur.

Lalu selanjutnya TNI AU menganggarkan sekitar Rp.3 trilyun, sebagian besar digunakan untuk membeli NC-212 versi terbaru. Bisa dibilang untuk pinjaman dalam negeri mayoritas ditujukan untuk alutsista dalam negeri.

BACA JUGA :  AS Setujui Penjualan Helikopter Serang Ringan AH-6i Untuk Thailand

Data-data dari Bappenas ini tidak seluruhnya mencantumkan secara spesifik jenis alutsista yang akan dibeli, terutama pada dana yang didapat dari pinjaman luar negeri. Tapi dengan anggaran dana yang ada, kita masih memiliki harapan untuk pembangunan kekuatan TNI.

1 COMMENT

  1. Dengan jumlah belasan ribu pulau, banyaknya pulau kosong, pemerintah untuk dapat melakukan pengawasan maka mulai dari sekarang melakukan program transmigrasi ke pulau2 kosong dan dipinggiran perbatasan, dengan memperhatikan geografis daerah tersebut, tapi sebelumnya sudah dipersiapkan terlebih dahulu jalan aksesnya dari pemukiman penduduk ke sarana prasarana umum misalnya sekolah, pasar, rumah sakit, yg dapat menampung pesawat yg muat 60-90 orang, dan apabila daerah transmigran ada sungai atau laut, maka dibangun dermaga, yang bisa menamoung setidaknya 3 kapal perang, 1 kapal pelni ukuran kapal motor awu sekaligus terdapat benteng pertahanan dengan membentuk teluk buatan dengan maksud melindungi kapal nelayan dari terjangan ombak dan badai, membangun mercusuar, membangun pos TNI, mess, puskesmas, bungker, paling tidak distandbykan 2 unit pesawat tempur, drone yg dipersenjatai. Bangun sarana dan prasarana pembangkit Listrik arus air laut dan tenaga angin serta tenaga surya, atau mekakukan pengadaan mesin genset yg berukuran besar, membangun depo pertamina mini, menempatkan alat pertahanan udara, menempatkan di beberapa titik peluncur roket, dan menempatkan beberapa RPG Dan peLuncur rudal anti tank serta rudal ralam jumlah besar, membangun shelter, menempatkan kendaraan bermotor yg dipersenjatai, menempatkan arteleri, membangun stasiun satelit darat, bekerjasama dengan service provider telekomunikasi, misalnya Telkom, indosat, dan lain 2 untuk pembanguanan menara pemencar sekaligus penerima jaringan, membangun bengkel persenjataan, sehingga jika ada alutsista yg rusak tdk harus dibawa ke jawa,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov - HobbyMiliter.com. Admiral Kuznetsov saat ini merupakan kapal induk satu satunya milik Rusia. Itupun sebetulnya dalam klasifikasi kapal Angkatan...

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik - HobbyMiliter.com. Sudah sejak lama, peperangan elektronik dilakukan oleh manusia. Mulai dari penerjunan pelat pelat logam...

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara - HobbyMiliter.com. Perang udara semakin kompleks dengan melibatkan kekuatan teknologi maju dan penguasaan informasi. Konsep early warning...

Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa

Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa - HobbyMiliter.com. Dinamisnya pertempuran udara membuat payung udara yang mumpuni tidak bisa hanya mengandalkan eksistensi pesawat tempur...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua