Wednesday, September 23, 2020
Home Blog Militer RX-550: Roket Balistik Buatan LAPAN

RX-550: Roket Balistik Buatan LAPAN

HobbyMiliter.com – RX-550: Roket Balistik Buatan LAPAN. Kondisi geografis Indonesia terbilang cukup strategis, sehingga tak heran apabila banyak Negara mengincar Sumber Daya Alam kita. Oleh karena itu kita harus terus memperkuat pertahanan dan keamanan Nasional, salah satunya adalah memperkuat persenjataan. Indonesia telah berusaha melakukan pengadaan alutsista secara mandiri. Satu diantaranya adalah pengadaan missile atau peluru kendali jarak menengah dan jarak jauh. Pengembangan di bidang missile ini sangat penting, melihat keuangan Indonesia yang relatif tak sehebat negara-negara maju.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah melakukan penelitian dan pengembangan roket nasional semenjak tahun 1964. Indonesia merupakan negara kedua di kawasan Asia dan Afrika yang telah meluncurkan roketnya sendiri (roket Kartika), setelah Jepang. Tapi sangat disayangkan Indonesia belum mampu alih-teknologi sehingga kerapkali berakhir sebagai konsumen.

Dengan berbekal dana hingga Rp 5 miliar, Lapan terus berusaha mewujudkan Roket Xperimental 550 (RX-550). Proyek ini dimulai di tahun 2011, tapi sangat disayangkan RX-550 masih harus menjalani berbagai uji statis yang disebabkan oleh beberapa kendala. Jika RX-550 ini bisa sukses, maka LAPAN akan mampu mengembangkan missile jarak jauh atau rudal balistik untuk memperkuat pertahanan udara nasional. Lalu langkah selanjutnya adalah menyiapkan sistem kontrol untuk rudal balistik ini.

BACA JUGA :  Radar Meteor 50DX: Radar Cuaca Pendukung Operasi TNI AU

RX-550 diklaim sebagai roket paling besar yang pernah LAPAN kembangkan, yaitu kaliber sekitar 550 mm. Roket ini menggunakan bahan bakar hydroxyl toluen poly butadiene (HPTB) ini yang memiliki daya jangkauan sekitar 533 km dan mampu terbang dnegan ketinggian 150 Km. Roket ini juga bisa mengorbit layaknya satelit dengan panjang sampai 10 meter pada komponen level pertama dan level kedua. Kecepatan maksimumnya berhasil menembus angka Mach 7.67, terlebih lagi roket ini mampu ditumpangi payload hingga 300 kg, yang artinya untuk keperluan militer roket ini mampu membawa hulu ledak yang cukup berat dan berpenghancur tinggi.

BACA JUGA :  KRI Frans Kaisiepo 368 Dan KRI John Lie 358 Tiba Di Subic Bay Filipina

Roket dengan diameter 550 meter dan panjang 6 meter ini adalah pengembangan dari roket-roket Lapan yang telah dibuat sebelumnya, seperti RX-420. Roket ini juga bisa digunakan sebagai pendorong (boster) utama untuk roket satelit, sehingga kegunaannya pun masih sangat banyak.

Lapan juga mengajak Ukraina dalam pengembangan RX-550 ini, yaitu bagian nosel roket yang akan dilakukan proses alih teknologi juga. Nosel roket merupakan poin penting pengembangan RX-550 ini. Di tahun 2011 yang lalu, LAPAN melakukan uji terbang dan roket ini ternyata masih belum layak uji terbang. Hal ini karena rancangan komponen nossel pada motor roket yang belum sempurnya.

BACA JUGA :  PAK DA, Pesawat Pengebom Strategis Rusia Akan Meluncur 2021

Standartnya memiliki ketebalan material hingga 6 mm, tapi roket ini hanya memiliki ketebalannya 3 mm saja. Sehingga material yang seharusnya mampu menahan panas hingga 3.000 derajat celcius selama kurang lebih 14 detik, hanya mampu bertahan 7 detik saja. Sehingga ketika masuk detik ke 8, material pada nossel menjadi pecah dan robek. Tapi LAPAN tetap akan memperbaiki kekurang itu, meskipun mengalami masalah pada tabung motor dan nosel.

Disamping RX 550, LAPAN yang bekerja sama dengan berbagai lembaga strategis juga tengah mengembangkan roket kendali atau cruisser. Salah satunya adalah Roket Kendali Nasional atau RKN 200.

Spesifikasi Roket RX-550:

  • Panjang : 14,91 meter
  • Diameter : 0,555 meter
  • Litoff weight : 4.943 Kg
  • Potential payload weight : 300 Kg
  • Total propellant Mass : 3.072 Kg
  • Maximum Speed : Mach 7.67
  • Maximum Range : 533 Km

Maximum altitutude : 150 Km

1 COMMENT

  1. Kita punya banyak rudal dari negara rusia atupun amerika.. kenapa tidak di tiru aja prosesnya.. saya lihat di youtube banyak anak remaja yg buat roket… kenapa kita masih terkendala saja… banyak tenaga muda indonesia yg menjuarai kontes robot. Banyak orang kita yang ahli komputer banyak orang kita ahli telekomunikasi. Kita punya satelit. kenapa tidak di rekrut saja. Atau di adakan kompetensi membuat roket yg bisa di kendalikan…mungkin ide anak muda lebih brilian..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua